System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 279


__ADS_3

"Sayang, seperti pria itu melarikan diri," ucap Qayla menunjukkan ke arah pria yang lari.


"Sepertinya begitu," angguk Sultan sambil menyantap makanannya.


"Lho nggak kamu kejar?" tanya Qayla.


"Hm... kalau dia bisa lari dan lolos dari kejaran polisi ya itu nasibnya baik, jika tertangkap ya sudah, berarti nasibnya yang buruk," ucap Sultan.


"Biasanya kamu paling suka nangkep penjahat?" tanya Qayla.


"Aku sedang makan sayang," ucap Sultan memperlihatkan tulang iganya.


"Ya udahlah makan sana, habisin tuh, bentar lagi jemput Ibu dan Ayah," ucap Qayla melihat arloji di tangannya.


Namun semua penjual tidak ada yang mengaku, dan akhirnya polisi terpaksa memeriksa tempat jualan mereka satu persatu termasuk penjual iga.


Akhirnya tempat penjual bakso tersebut terdapat banyak ganja untuk melariskan dagangannya.


"Ini di mana penjualnya?" tanya polisi itu.


Mereka pelanggan yang berada di sana juga binggung melihat-lihat penjualnya.


"Sepertinya dia sudah tidak ada lagi di sini," jawab para pengunjung lagi.


"Cepat kejar dia!" perintah komandannya.


"Siap komandan!" jawab bawahannya berlari mencari penjual bakso tersebut.


Penjual bakso itu pun akhirnya di tangkap oleh polisi karena ia bersembunyi di salah satu rumah warga di sana.


"Ya udah kita jemput Ibu dan Ayah yuk," ajak Qayla.


"Berarti nggak gugup lagi nih?" tanya Sultan.

__ADS_1


"Aku rasa gara-gara pusing tadi jadi hilang gugupnya, tapi nggak tau pas ketemu nanti," ucap Qayla tertawa.


"Ya udah ayo, berapa bang?" tanya Sultan sambil berdiri.


"100 ribu bang," jawab penjual itu.


Sultan memberikan uang 300.000 kepada penjual tersebut.


"Lho bang ini 3 lembar uangnya," ucap penjual itu bingung.


"Ambil saja, anggap saja uang penjual hasil jujur dari abang, semoga abang nggak jual kayak tukang bakso itu," ucap Sultan.


"Wahh... terima kasih banyak ya bang," ucap penjual itu senang.


"Iya bang, kami pergi dulu," ucap Sultan menepuk pundak penjual tersebut.


"Ya hati-hati," pesan penjual itu.


Sultan dan Qayla masuk ke dalam mobil. "Kamu uangnya aku transfer ke ATM, atau mau kes?" tanya Sultan.


"Oke! Kita ke bank sekarang, nanti setelah ini baru kita ke bandara," ucap Sultan menginjak pedal gas mobilnya dan melaju di jalanan.


Ting ting


Hadiah Anda di kurang 300.000


Sisa hadiah Anda 11.836.739.000.000.


Sesampainya di bank, Sultan memberhentikan mobilnya.


"Kamu ikut apa di sini aja?" tanya Sultan.


"Aku di sini aja," jawab Qayla.

__ADS_1


"Ya udah aku masuk dulu ya," ucap Sultan keluar dari mobilnya dan pergi ke arah bagasi dan membawa 2 tas besar dan membawanya masuk ke dalam bank.


Setelah selesai bertransaksi, Sultan pun keluar dari bank dan kembali masuk mobilnya.


"Gimana udah masuk?" tanya Sultan.


"Udah, makasih ya, tapi kamu kirimnya kok banyak banet," ucap Qayla.


"Udah nggak apa-apa, mana tau kamu butuh sesuatu yang ingin kamu belikan, kalau uangnya kurang kamu tinggal bilang aja sama aku ya," ucap Sultan.


"Ini aja udah banyak nggak tau kapan habisnya," ucap Qayla.


"Ya mana tau kamu ingin beli perusahaan yang kamu sukai, kamu tinggal bilang aja, oke! Ya udah kita langsung ke bendara," ucap Sultan kembali melajukan mobilnya di jalanan.


Ting ting


Hadiah Anda di kurang 3.000.000.000.000


Sisa hadiah Anda 9.836.739.000.000.


Sesampainya di bandara tak lama pesawat meluncur turun ke bandara.


"Aku harus sapa apa sama ibu, aku jadi bingung?" tanya Qalya gregetan.


"Panggil saja ibu, nanti ibu juga mengerti," ucap Sultan. "Ayo keluar jemput mereka," ajak Sultan.


Qayla mengangguk dan keluar dari mobil dan mendatangi tempat pendaratan pesawat.


"Sultan!" panggil ibu yang tersenyum dari kejauhan sambil mengeret kopernya.


"Ibu, Ayah, syukurlah kalian pulang dalam keadaan selamat dan sehat," ucap Sultan senang sambil menyalami mereka berdua.


"Qayla datang juga," ucap ibu senang.

__ADS_1


"Iya ibu," jawab Qayla tersenyum dan menyalami kedua orang tua Sultan


Bersambung


__ADS_2