System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 94


__ADS_3

Untung saja tepat waktu, Sultan pun sempat menyabutnya dan mereka berdua pun jatuh terguling.


"Apa kamu baik-baik saja Qayla?" tanya Sultan khawatir.


"Terima kasih Sultan, aku baik-baik saja," ucap Qayla memandang ke arah Sultan.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Sultan lega, Tedi pun menghampiri Sultan dan Qayla. Karena ada kecelakaan, komedi putar pun di berhentikan. Michela pun segera menghampiri Sultan.


Karena Sultan dan Qayla bisa bergerak, jadi Michela tak bertanya keadaan mereka.


Ting-ting


Misi selesai.


Selamat Anda mendapatkan 40 poin.


Poin Anda menjadi 60 poin.


Selamat Anda mendapatkan 40.000.000.


"Ya sudah makan di sana dulu yuk," ajak Sultan menunjuk ke arah restoran yang ada di luar taman hiburan.


"Ya udah, mari ke sana," ucap Qayla setuju.


Mereka berempat pun menuju tempat tersebut.


"Mau pesan apa Nona, Tuan?" tanya pelayan restoran tersebut sopan.


"Aku pesan steak daging sapi, kalian mau apa?" tanya Sultan kepada teman-temannya.


"Aku pizza aja deh," jawab Tedi.


"Aku steak juga," Jawan Qayla.


"Kamu apa Michela?" tanya Sultan melihat ke arah Michela yang tidak mengatakan apa pun.


"Sama," jawabnya singkat.


"Ya udah pesan itu aja mbak," ujar Sultan kepada pelayan.


"Baik, harap tunggu sebentar ya," jawab pelayan itu kembali menuju dapur.


"Kamu dari tadi aku lihat kok diam aja, biasanya kamu agresif?" tanya Sultan yang tiba-tiba.


"Dasar Sultan menyebalkan," batin Michela geram. Michela hanya tersenyum tipis dengan wajah yang agak memerah karena malu.


"Tadi kamu kenapa nggak Kuliah?" tanya Sultan kepada Tedi.


"Sakit perut," jawab Tedi.


"Bo'ong kamu," ujar Sultan tertawa.

__ADS_1


"Sakit dikit sih, aku tuh tadi ada ketemu cewek lewat medsos. Di fotonya cantik benget sih, awalnya aku nggak percaya, terus aku minta fogonya lagi, di kirim foto yang lain ya mirip sama wajahnya ya aku percaya, di minta kirim kuota internet, tapi aku bilang ketemuan dulu baru aku kirim kuotanya, awalnya dianggak mau ketemuan sebelum aku nggak kirim kuotanya, tapi aku kirim juga duluan dan akhirnya dia mau ketemuan juga, pas sampai di sana...," ucapan Tedi terputus karena sedih.


"Kenapa? Nggak cantik?" Tanya Sultan penasaran. Qayla juga serius mendengar cerita Tedi.


"Dia bukan hanya nggak cantik, dia juga seorang pria. Bangsat! Aku di tipu habis-habisan sama pria itu," ucap Tedi menyesal.


Mereka pun tertawa cekikikan, apa lagi Sultan ngakak sampai tak bisa berkata-kata sambil memegang perutnya, kecuali Michela yang tidak tertawa dia masih mempertahankan ekspresi datarnya.


"Lalu apa yang kau lakukan?" Tanya Sultan setelah tawanya mereda.


"Emang apa yang bisa aku lakukan? Tentu saja aku memakinya, dia hanya menertawaiku karena dia sudah dapat kuota internetnya," ujar Tedi sewot.


"Lain kali jangan kenal di sosmed, kan cewek di kampus banyak," saran Sultan.


Tak lama kemudian makanan pun sampai, pelayan pun meletakkan makanan di meja.


"Silakan di nikmati," ucap pelayan itu.


"Terima kasih," ucap Qayla.


"Ya udah makan dulu biar nggak kesal lagi," ucap Sultan meletakkan pizza di depan Tedi.


Tedi pun melahap makanannya. "Aku sedang kesel nih," ucap Tedi.


Sultan mencibir melihat Tedi yang makan seperti babi rakus sambil mengigit dagingnya.


Selesai makan Sultan membayar billnya dan kemudian memutuskan untuk pulang saja setelah kejadian tadi.


"Ya udah, Tedi antar Michela pulang ya, aku antar Qayla pulang," ucap Sultan.


"Tapi nanti jika terjadi sesuatu padamu atau kau di culik lagi bagaimana?" Tanya Sultan khawatir.


"Tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku bisa datang sendiri berarti aku juga pulang sendiri," jawab Michela yang langsung meninggalkan mereka yang dalam mode kebingungan.


"Sultan, biar aku bareng Tedi aja, kamu antar dia pulang," ujar Qayla tersenyum.


"Kamu nggak apa-apa, nanti aku takut di marahi Papamu lagi karena tidak bertanggung jawab," jawab Sultan merasa tak enakkan.


"Udah nggak apa-apa, nanti aku tinggal bilang aja jika kamu ada urusan dengan perusahaanmu," kata Qayla menyakinkan.


"Maaf ya Qayla," ucap Sultan tak rela.


"Udah nggak apa-apa, sana," ujar Qayla membalikkan badan Sultan menyuruhnya mengejar Michela.


Sultan pun mengejar Michela. "Mich, ayo aku antar kamu pulang," ajak Sultan.


"Udah aku nggak apa-apa, kamu antar dia saja," ucap Michela yang tetap melangkahkam kakinya.


"Qayla dia Tedi yang antar," jawab Sultan melihat ke arah Qayla.


"Udah kamu antar saja dia!" Bentak Michela kesal.

__ADS_1


Sultan menarik tangan Michela dan membawanya masuk ke mobil lalu memakaikannya sabuk pengaman.


"Ayo berangkat," teriak Sultan dari kejauhan kepada Tedi.


Tedi dan Qayla pun masuk mobil dan pelan-pelan meninggalkan taman bermain.


Mereka membawa mobil beriringan, sesekali Sultan melihat ke arah Qayla yang duduk di kursi penumpang, mereka pun tersenyum ketika beradu pandang.


Duak!


Tak sengaja Sultan menabrak sebuah mobil di depannya karen terlalu fokus melihat Qayla.


"Astaga!" ucap Sultan. Michela pun teriak ketakutan.


Pemilik mobil pun turun. "Turun kamu!" Bentaknya. Jika di lihat dia seorang bos besar.


Sultan pun turun. "Maaf Bang aku nggak sengaja, aku ganti rugi deh," ucap Sultan.


"Ganti rugi 50.000.000," pinta pemilik mobil tersebut.


"Ya udah sebentar," jawab Sultan pergi kemobilnya dan mengambil uang dari sistem. Michela melihat Sultan yang binggung dengan tingkah Sultan.


"Kamu nyari apa?" Tanya Michela.


"Eh (sadar di perhatikan Michela) eh... aku mencari sesuatu," ucap Sultan mengalihkan tangannya agar tak terlihat jika ia sedang mengambil uangnya di sistem.


"Ini uangnya," ucap Sultan menyerahkan uangnya.


Pemilik mobil tertawa mengangguk-angguk sambil mengitung uangnya.


"Ini kurang, tambah 50.000.000 lagi, kamu kan anak orang kaya, uang segini hanya jajanmu saja jika di bandingkan kamu masuk penjara," ancamnya.


Sultan menuruti ke inginannya dan kemudian memberinya lagi.


"Segini baru pas," ucap bos itu tersenyum lebar.


"Tidak apa-apa kau memberikannya segitu Sultan?" Tanya Tedi yang ikut turun dari mobilnya.


"Udah nggak apa-apa ketimbang buat keributan di jalan raya begini, kita juga bakalan dapat kasus," ucap Sultan menenangkan.


Sultan dan Michela kembali melanjutkan perjalanannya.


"Eh Bos, itu bukannya mobil sport edisi terbataskan? Harganya mencapai 300 miliyar, dia pasti anak Sultan, ayo kita kejar lagi minta uang 1 miliyar," hasut anak buahnya.


"Bener juga tuh, pinter kamu, nanti kalo dapat aku kasih kamu lebih, ayo kita kejar mobil itu," ajak bosnya.


Mereka pun mengejar mobil Sultan. "Kita cari tempat yang sepi, kalo perlu kita ambil mobilnya," ucap bosnya licik.


"Siap Bos," jawab anak buahnya tertawa.


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH


__ADS_2