
Ibu itu menagis, ia tak sangka teman kerjanya itu rela memfinahnya.
"Huuuh!" Semua orang menyoraki ibu itu.
"Aku tidak mencurinya, sumpah! Aku bukan pencuri, itu adalah uang dari gajiku selama sebulan aku bekerja, seharusnya kalian tahu itu, jika uang itu di ambil, bagaimana aku dan anak-anakku makan selama sebulan kedepan," ucagp Ibu itu menangis sedih
"Iya benar juga katanya," ucap warga yang lain.
"Siapa yang tahu, bisa saja di punya hutang dan ia binggung cara membayarnya dan memberanikan diri untuk mencuri uang saya," ucap ibu yang satunya lagi
"Saya tak berani berhutang, jika berhutang tentu juga harus di bayar," ucap ibu menangis dengan beruraian air mata.
"Maka dari itu, kau mencurinya untuk membayar hutangmu," tuduh ibu itu.
"Tidak sama sekali, tidak," ucap ibu menamgis sambil memegang dadanya yang sesak.
Sultan datang menghampiri ibu itu lalu membantunya berdiri. "Kalian menuduh orang sembarangan begini, nggak ada bukti apa pun mengarah padanya, kalian ini kejam sekali," ucap Sultan memarahi warga di sana.
"Kamu siapa? Jangan-jangan kamu menyuruh dia untuk mencuri dan membayar hutang padamu!" tebak ibu itu menunjuk ke arah Sultan.
"Jika kalian tidak punya bukti yang jelas jangan menuduh sembarangan orang," ucap Sultan.
"Jelas-jelas Mila melihatnya masuk ke rumah saya," jawab itu bersikeras.
__ADS_1
"Tapi kan dia bilang tidak yakin," ucap Sultan lagi.
Para warga melihat ke arah Mila an Mila langsung gelagapan. "I-iya, aku tidak yakin tadi a-aku melihat hanya bajunya saja, bisa saja ada orang lain," ucap Mila.
Tak lama kemudian seorang anak datang memakai baju dengan warna yang hampir sama dengan ibu itu.
"Mama, ada apa ini ramai-ramai di sini? Oh ya Ma, tadi aku ambil uang Mama ku belikan ke ini," ucap anak gadis itu menunjukan ponsel barunya.
Ibu itu pun merasa heran. "Kamu ambil di mana?" tanya ibu itu lagi.
"Di dalam laci meja rias Mama, yang 1.500.000 itu," ucap anak itu tanpa bersalah.
"Huuuuuh!" sorak warga itu kepada ibu yang mempunyai anak tersebut.
"Kembalikan uangnya," ujar mereka, dengan wajah yang memerah menahan malu, ia melempar uang itu kembali lalu menarik tangan anak itu membawanya pulang.
"Tidak apa-apa Nak," jawab Ibu itu memeluk uangnya.
"Ini ada sedikit uang untuk ibu, di terima ya, moga ibu bisa membuka usaha dengan uang ini dan tidak perlu bekerja lagi," ucap Sultan memberi ibu itu uang sebanyak 100 juta.
Ibu itu menutup mata dengan tangannya menagis bahagia. "Terima kasih Nak, terima kasih," ucap ibu itu menangis sesengukan.
Para warga menyaksikan itu mereka jadi terharu.
__ADS_1
"Ini rezeki ibu yang sudah bersusah payah berjuang untuk anak-anak ibu," ucap Sultan. Ibu itu mengangguk-angguk sambil menyekaair matanya.
"Jika begitu aku permisi dulu," Pamit Sultan.
Ibu itu kembali mengangguk-angguk.
Sultan kembali masuk mobilnya dan kembali jalan arah pulang.
Ting ting
Hadiah Anda kurang 100.000.000
Sisa Hadiah Anda 2.999.900.000.000.
Ting ting
Misi selesai
Anda mendapatkan 30 poin
Poin Anda menjadi 130 poin
Selamat Anda mendapatkan hadiah 700.000.000
__ADS_1
Hadiah Anda menjadi 3.000.600.000.000
BERSAMBUNG