
Uang itu pun Sultan menyerahkan kepada pemilik toko bangunan agar pemilik toko itu menyerahkan kepada temannya itu.
Setelah selesai Sultan pergi ke suatu tempat.
Sesampainya di sana, Sultan menyewa tempat tersebut untuk malam ini, karena ada hal yang ingin ia lakukan.
"Berapa semuanya?" tanya Sultan.
"20 juta," jawab pemilik itu.
"Baiklah jika begitu," ucap Sultan kembali ke mobilnya mengambil uang dan menyerahkan kepada pemilik tempat itu.
"Terima kasih," ucap pemilik tempat itu.
Ting ting
Hadiah Anda di kurang 20.000.000
Sisa hadiah Anda 12.093.800.000.000
Sultan pun kembali ke perusahaannya.
Sesampainya di sana terlihat Qayla sedang duduk dan meminum es buah segar.
"Qayla, nanti malam makan bersama yuk, kita udah lama bersama tapi sangat sedikit bersamanya," ucap Sultan.
"Hm... boleh," angguk Qayla.
"Syukurlah jika kamu mau," ucap Sultan.
Malam pun semakin gelap, Sultan dan Qayla pun segera pulang, Berhubungan Qayla sekarang tinggal di rumah barunya mereka pun pulang beriringan.
Sesampainya di rumah.
"Aku masuk dulu ya," ucap Qayla.
"Oke, jangan lupa dandan yang cantik," ucap Sultan mengedipkan sebelah matanya.
Qayla tersenyum ia pun masuk ke dalam rumahnya.
Sultan juga mandi dan segera bersih-bersih, dandan dengan jasnya lengkap dengan sepatu dan rambut di sisir ke belakang.
Setelah selesai Sultan keluar, dan tak lama Qayla juga sudah siap, Qayla keluar dengan Gaun putihnya, sangat anggun dan menawan.
"Gadis tangguh ini ternyata bisa peminim begini," ucap Sultan tersenyum.
"Ayo Qayla, masuk mobilku saja," ajak Sultan.
Qayla mengangguk dan ia pun masuk ke dalam mobil Sultan.
Mereka pun melaju di jalanan menuju arah tujuan mereka.
Sesampainya di tempat tujuan, Terlihat lampu bersinar terang, sangat cantik dan juga ada pemain biola.
__ADS_1
"Kita makan di sini?" tanya Qayla heran.
"Iya, cantikan," ucap Sultan.
"Iya, cantil banget," jawab Qayla terkagum melihat lampu yang berkedip mengellilingi tempatnya.
Mereka menghampiti tempat itu dan duduk. Biola pun terdengar suara yang indah dan makanannya pun sudah di sediakan di atas meja.
Sultan berdiri dan juga Sultan memegang bahu Qayla dan ia menghadapkan ke arahnya dan tak lupa Sultan mengambil buket bunga yang di siapkan dan Sultan kembali berdiri di hadapan Qayla bersama nada biola yang merdu
"Qayla, setelah sekian lama kita bersama, di dalam hatiku berkata, 2 orang perempuan yang harus aku lindungi, yang pertama ibuku, yang kedua adalah kamu, kau tau itu artinya apa, itu karena kau spesial di hatiku, aku juga sengaja membelikanmu rumah, karena suatu saat itu rumah ku juga, kenapa aku terus mempercayaimu dalam mengurus perusahaan, karena itu juga akan menjadi milikmu, apa yang menjadi milikku itu adalah milikmu, jadi jangan sungkan untuk melakukan sesuatu pada perusahaan dan kembangkanlah, dari tadi aku berkata panjang lebar, kau pasti tau apa yang ingin aku katakan, maukah kau menjadi kekasihku? Menemaniku, menjagaku dan selalu bersama hingga mau menjemput?" Sultan berlutut dan mempersembahkan bunga untuk Qayla.
Qayla senyam-senyum.
"Terima nggak ya?" ucap Qayla mengulum senyumnya.
"Ya aku terima," ucap Qayla mengambil bunga dari tangan Sultan.
Sultan langsung meleluk erat Qayla dengan erat, ia sangat senang
"Sultan! Aku nggak bisa nafas," ucap Qayla dengan suara terjepit.
"Maaf, maaf, aku senang banget, kamu terima aku, sudah lama aku menantikannya," ucap Sultan memegang bahu Qayla.
"Kamu yang kelamaan, jika lebih lama lagi kamu baru nembak aku, nggak aku terima kamu," ucap Qayla.
"Kenapa nggak kamu duluan yang nembak aku?" tanya Sultan mengandeng tangan Qayla membawanya duduk di kursi.
"Ya gengsilah, masa cewek yang nembak duluan, tapi bunganya wangi banget, tapi kenapa rumahku menjadi rumah kamu juga?" tanya Qayla mencium bau bunga yang sangat wangi.
Qayla terdiam, ia sangat malu karena jika mengingat kejadian itu.
"Ayo makan, habis ini dulu, habis itu kita ke toko berlian, aku nggak nyiapin cincinnya karena aku nggak tau ukuran jarimu dan juga aku menyiapkan ini secara mendadak, aku harap kamu suka ya," ucap Sultan.
"Aku suka banget," jawab Qayla tersenyum.
"Syukur deh jika kamu suka," ucap Sultan membalas senyum Qayla. "Jadi mulai sekarang aku panggil kamu apa?" tanya Sultan.
"Terserah," jawab Qayla singkat.
"Mana ada panggilan terserah, panggilan itu sayang, mama, papa atau panggilan lainnya," ucap Sultan.
"Ya terserah kamu mau panggil apa," ucap Qayla.
"Ya udah aku panggil kamu sayang aja ya," ucap Sultan tersenyum ke arah wajah cantik Qayla yang memerah.
SISTEM
(Cie... cie... yang baru jadian...)
SULTAN
(Diam lu! Ganggu aja)
__ADS_1
SISTEM😒😒
"Ya udah nggak papa," jawab Qayla dengan wajah merona menundukkan kepalanya agar Sultan tak melihatnya.
Mereka pun menyantap makanannya hingga habis dan duduk sejenak menunggu makanannya benar-benar turun ke lambung.
Fotografer pun datang.
"Ayo foto-foto sebagai kenang-kenangan pertama kita pacaran," ucap Sultan.
Ckrek!
Ckrek!
Foto mereka pun di simpan di dalam kaset dan memberikan kepada Sultan dan Sultan menyimpan di dalam saku jasnya.
Sultan meletakkan 10.000.000 di atas meja sebagai tambahan karena ia di terima oleh Qayla di sini
Ting ting
Hadiah Anda di kurang 10.000.000
Sisa hadiah Anda 12.093.790.000.000
"Ayo kita pergi," ajak Sultan dan mereka kembali ke mobil.
Sultan melajukan mobilnya menuju toko berlian.
"Qayla, upsh... sayang maksudnya, maklum belum terbiasa, kalo kamu mau tukar mobil ya tukar aja, terserah kamu mau pilih yang mana asal kamu suka," ucap Sultan.
"Tapi mobil akukan masih bagus, itu mobip kamukan buat jual," ucap Qayla menolaknya.
"Mobilmu itu jual saja ke rongsokan, bagaimana jika aku beli mobil yang mahal untukmu?" tanya Sultan.
"Nggak, nanti kau bilang kau matre," jawab Qayla manyun.
"Bukan begitu sayang, kita udah resmi menjadi pasangan, kau bisa memilih apa yang kamu mau, masalah baju dan perlengkapan lainnya kamu nggak usah beli, ambil saja di toko, masalah keuangan dan gaji karyawan kamu saja yang kasihkan, bagaimana?" tanya Sultan.
"Ya terserah kamu, aku ikut aja," ucap Qayla.
"Ya sudahlah jika begitu," jawab Sultan yang memberhentikan mobilnya.
"Ayo turun," ajak Sultan.
Mereka berdua pun turun dan masuk ketoko berlian.
"Kamu pilih gih, atau kamu mau semuanya?" tanya Sultan.
"Nggak, aku mau satu aja, tapi kamu yang pilihkan," ucap Qayla.
"Baiklah, aku pilihkan untukmu," ucap Sultan melihat berlian yang berada di dalam kaca.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih