System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 249


__ADS_3

"Bukan urusanmu!" teriak mereka, satu orang pria melawan Sultan dan 2 orang perempuan itu melawan Qayla.


Bagi Qayla sangat gampang membekuk ke dua orang perempuan itu, ketika kedua perempuan itu ingin menangkap Qayla dan Qayla hanya menangkap tangan mereka lalu memutarnya dan mereka menjerit ke sakitan.


Pria itu membawa golok dan terus mengibas ke arah Sultan dan Sultan menangkap parangnya lalu mematahkannya.


"Apa! Dia sangat kuat?" ucap pria itu terkejut.


Sultan menangkap leher pria itu dan mengangkatkanya tinggi-tinggi.


"Lepaskan!" teriak pria itu kesakitan.


"Berani melakukan, berani bertanggung jawab, jadi tanggung jawab apa yang sudah kamu perbuat, dan kamu malah ingin menghilangkan nyawa 1 keluarga," ucap Sultan menghempaskan pria itu ke lantai dengan sangat kuat.


"Aaaaaaaaa...," jerit pria itu kesakitan hingga tulang punggungnya patah.


"Sayanggg...!" teriak istrinya memberontak berusaha untuk melepaskan diri dari pegangan Qayla.


Namun pegangan Qayla sangat kuat, mereka hanya bisa bergerak tapi tidak melepaskan diri, sedangkan perempuan yang satunya lebih baik diam dan pasrah saja.

__ADS_1


"Lumpuhkan saja mereka," ucap Sultan dan Qayla mematahkan tangan kedua perempuan itu dan keduanya menjerit kesakitan yang tak terkira.


Sultan mendekati keluarga itu dan melepaskan mereka dan membuka ikatannya.


Mereka pun melepaskan diri dan membuka lak ban di mulutnya.


"Terima kasih sudah menyelamatkan kami, sekali lagi terima kasih, jika kalian tidak ada, kami sekeluarga akan mati," ucap seorang bapak-bapak memegang tangan Sultan.


"Sama-sama Pak, kami hanya orang lewat dan kita juga haus saling membantu," ucap Sultan.


Bapak itu mendekati pria itu, ia menendang pria itu dengan sekuat tenaga. "Rasakan akibatnya, aku sudah berbaik hati meminjamkan kalian uang karena kasihan dan ini balasan kalian, karena tak sanggup bayar kalian malah ingin nenghilangkan nyawa kami sekeluarga di mana balas budi kalian!" ucap bapak itu marah, Ia tak peduli dengan teriak pria itu kesakitan saat ia tendang.


Plakkk!


Plakk!


Beberapa tamparan yang sangat keras dan istri bapak itu juga menendang tangan mereka yang patah itu karena ia sangat geram.


"Ampun nyonya, maafkan kami, kami mengaku salah kami khilaf kami bingung harus melakukan apa, berikan kami 1 kesempatan lagi kami pasti akan membayarnya, maafkan kami nyonya," ucap kedua wanita itu sambil menangis.

__ADS_1


"Heh! Dengan keadaan kalian baik-baik saja kalian tak sanggup bayar, apa lagi dengan kalian yang mau cacat ini, memberi kesempatan pada ular sama saja membunuh diri sendiri, samalah saat dulu kami percaya pada kalian, berharap kalian tidak mengigit kami ternyata kalian ingin menelan kami," ucap Istri bapak itu marah besar.


Tangan wanita yang patah tadi, ia mematahkan lagi.


"Aaaaaaaaa... sakiiiiiittttt!" teriak wanita itu.


"Semoga saja dengan begini kamu cacat seumur hidup dan tidak akan melakukan hal buruk lagi," ucap istri bapak itu puas.


"Ya sudah, bapak akan telpon polisi, mendekaplah kalian di penjara selama-lamanya di sana, aku akan meminta mereka menghukum kalian seberat-beratnya," ucap Bapak itu mengambip ponselnya dari kantong celana pria itu, karena ponsel mereka semua di ambil oleh pria itu tadi.


"Jika begitu kami pulang dulu pak, Buk," ucap Sultan.


"Lho kenapa pulang? Nggak nanti saja," ucap ibu itu.


"Nggak Bu kami harua pulang sekarang," jawab Qayla.


Bersambung


Jangan luoa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2