
"Oke aku dulu Sultan," ujar Tedi pamit.
"Iya hati-hati di jalan," pesan Sultan. Mereka pun berpisah di perjalanan.
"Lho Ibu? Ngapain naman bunga udah jam segini?" Tanya Sultan ketika melihat ibunya menanam bunga di halamannya.
"Ye.... enak aja kamu bilang, Ibu itu nanam bunganya dari pagi tau, tapi bunga kebanyakan ya jadi ngak siap-siap," jelas ibunya yang masih berlepotan dengan tanah. Sultan mangut-mangut.
"Udah sana makan, pengantar makanannya bingung tadi, dia malah ngantar di kontrakan lama jadi terpaksa Ibu ke sana buat ngambil makanannya," jelas ibu lagi.
"Oh," jawab Sultan singkat, ia pun masuk rumah dan menuju dapur mencari makanan. Karena laper Sultan langsung melahap makanannya.
Tring...
Tring...
Tring..
"Halo," jawab Sultan.
"Sultan, Tedi masuk rumah sakit," ujar ibunya menangis.
"Apa!!!!" Sultan kaget dan ia langsung berdiri. "Apa, apa yang terjadi Tante?" Tanya Sultan gagap sambil menahan nafasnya.
"Mobilnya di ambil orang dan dia juga di pukul hingga babak belur, dan ini dia masih belum sadar," jawab Ibunya menyeka air matanya.
"Aku ke sana sekarang Tante, di mana alamatnya?" tanya Sultan tak sabaran.
"Perawang Medikal," jawab tante. Sultan langsung menutup panggilan dan langaung keluar rumah.
"Ibu aku ke rumah sakit dulu ya," pamit Sultan.
"Lho ngapain?" Tanya Ibu heran.
"Tedi masuk rumah sakit Bu, Ibu udahan nanam bunganya, masuk rumah kunci pintunya, jika ada orang tak di kenal yang datang jangan di buka rumahnya," pesan Sultan.
"Ya udah deh, kamu juga hati-hati di jalan," ujar Ibu mengangguk dan ia masuk ke rumah. Ketika melihat masuk ke rumah Sultan pun pergi.
Mobil melaju kencang di jalanan dan Sultan sangat khawatir dengan sahabatnya itu. Sesampainya di sana Sultan langsung masuk rumah sakit.
"Di mana ruangan yang bernama Tedi?" Tanya Sultan ke pada Pegawai rumah sakit.
"Sebentar ya Pak," ujar pegawai itu mengecek di komputernya. "Di ruangan 078 Pak," jawab pegawai itu.
"Terima kasih," ucap Sultan yang langsung berlari menuju ke ruangan tersebut, setelah ia mencari-carinya akhirnya ia menemukan juga dan Sultan membuka pintunya dan Tedi sudah bangun.
__ADS_1
"Sultan," lirih Tedi yang berusaha melihat ke arahnya, Sultan mendekati Tedi dan berdiri di sisi ranjangnya.
"Kamu... kamu kenapa bisa begini?" Tanya Sultan seolah-olah ia tak percaya apa yang sudah terjadi kepada sahabatnya itu yang di balut dengan perban seperti mummi.
"Mau bagaimana lagi, Mereka mengincar mobil itu, maafkan aku, aku sudah berusaha mempertahankan mobil itu karena tak dapat jadi mereka memukulku, kau seharusnya berterima kasih karena nyawaku masih selamat, jika aku mati kau ngak bisa melihat sahabatmu yang setia ini lagi," ujar Tedi berusaha bercanda.
"Hey jika mereka menginginkan mobil itu kenapa kau tidak memberikan saja, dari pada kau jadi seperti ini," ujar Sultan khawatir.
"Itu adalah mobil yang ku beli uang pemberian dari sahabatku, mana bisa aku rela begitu saja. Tenang saja, setelah sembuh aku akan mencarinya kemana mobil itu," uar Tedi yakin.
"Udah, dari pada kamu mencarinya, lebih baik aku yang akan balas dendammu," ujar Sultan pergi.
"Sultan jangan pergi," teriak Tedi. Namun Sultan sudah melangkahkan kaki keluar.
Ting ting.
Misi level D.
Menghancurkan geng cakar srigala.
[Hadiah 40 poin].
SULTAN
SISTEM
(Tentu saja orang yang sudah mengambil mobil teman Anda Tuan )
SULTAN
(Begitu ya, sungguh sangat kebetulan sekali, aku memang ingin menghancurkannya, di mana mereka sekarang?)
SISTEM
(Di CAMP-nya)
SULTAN
(Iya, di mana CAMP-nya?)
SISTEM
(Sistem akan memandu Anda)
SULTAN
__ADS_1
(Baiklah)
Mobil melaju di jalanan menuju ke arah CAMP geng cakar srigala. Tak lama kemudian sampai di sana mereka sedang meresingkan mobil milik Tedi dan tertawa bersuka cita.
Sultan datang menghampiri mereka, melihat Sultan datang mereka langsung berhenti seketika. Ketua geng cakar srigala keluar dari CAMP-nya dan berdiri di depan anak buahnya.
"Mau apa kamu ke sini?" Tanyanya tiba-tiba dengan memiringkan kepalanya.
"Mobil sebagus itu kalian buat resing, apa Tuannya tidak marah," ujar Sultan menunjuk ke arah mobil tersebut.
"Terserah kami, itu punya kami," jawabnya mencibir.
"Punya kalian? Hasil rampasan ini punya kalian? Hey! Apa kalian tidak punya urat malu lagi? Atau urat malunya sudah putus?" ejek Sultan.
"Yang sudah di tangan kami itu sudah jadi milik kami, meskipun kami mendapat dengan cara apa pun. Dan apa Kau datang hanya untuk mencerca saja, apa kau tau kau masuk di CAMP apa? Ini CAMP cakar Srigala," jawabnya ketus.
"Dasar geng yang tak punya malu. Heh! Yang ku lihat ini bukan CAMP cakar srigala, tapi melainkan kandang kelinci," ejek Sultan melihat sekeliling CAMP.
"Sepertinya kamu datang untuk mengajak ribut, tumpaskan orang yang sudah menghina CAMP kita," ajak Ketuanya. Mereka berdiri di depan ketuanya dan berbaris bersiap menyerang Sultan.
"Kalian dengan tangan kosong begini apa tidak takut kalah? Yakin tidak membawa senjata lainnya?" Tanya Sultan meremehkan.
"Heh! Di lihat saja kamu dan kami saja kalah jumlah, dan kau menyuruh kami untuk membawa senjata? Sebenarnya kau sangat percaya diri untuk menghabisi kami atau sombongmu yang berlebihan?" ujar ketuanya mencibir.
"Aku sangat percaya diri bisa menghabisi kalian semua," jawab Sultan tangan kirinya bercekak pinggang dan tangan kanan menunjuk ke arah mereka semua.
"Jika kami kami mengunakan senjata terlihat sekali kami yang menindasmu," ejek ketuanya.
"Di lihat bagaimana pun, orang bodoh saja tau jika kalian menindas dalam jumlah."
"Siapa suruh kau datang sendiri mengantar nyawamu ke sini."
"Aku datang untuk membalaskan dendam temannku yang kalian ambil mobilnya kini ia berada di rumah sakit gara-gara kalian semua, jangan harap kalian bisa lolos," ujar Sultan geram.
"Oh jadi itu mobil temanmu? Ayo serang dia, biarkan dia melampiaskan dendamnya," perintah ketuanya dan para anak buahnya menyerbu ke arah Sultan.
Mereka menyerang dan Sultan menangkisnya dan memukul kepalanya, Sultan menarik kedua kelapa anak buahnya lalu mengadunya. Anak buahnya yang lain menyerah dari belakang, Sultan menendangnya dari belakang dan mengayun kaki menendengan anak buahnya yang menyerang dari depan. Sultan melakukan tendangan bawah hingga dari mereka terjatuh dan Sultan menendangnya ke arah teman-temannya lain hingga mereka terduduk bersamaan.
Ketika mereka memukul Sultan, tapi tangannya yang kesakitan, Sultan pun menendangnya. Mereka menyerang bersamaan Sultan mematahkan tangannya lalu menarik pria yang lain membanting ke tanah dan mematahkan kakinya menarik kerah baju yang lain menjatuhkan ke tanah dan menginjak perutnya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH
TERIMA KASIH
__ADS_1