
"Hey! bocah ingusan, ini bukan urusanmu, kau lebih baik pulang dan minum susu sana, ini kawan orang dewasa," ucap bawahannya tertawa.
Bos itu pun angkat bicara. "Untuk apa kau kesini? Menjadi pahlawan untuk?" tanya bos mafia itu tenang.
"Lalu kenapa? Kalian tidak harus seenaknya menyiksanya begitu saja," ujar Sultan.
"Terus siksa dia dan tangkap bocah itu dan tinggalkan wanita cantik itu untukku," ucap bos mafia itu.
"Baik Bos," ucap mereka yang sebagian menyiksa pria itu dan sebagian ingin menangkap Sultan dan sebagian ingin menangkap Qayla tanpa terluka karena ingin di persembahkan kepada bosnya.
"Aku peringatkan pada kalian, lebih baik kalian jangan menyentuhnya atau kalian tanggung akibatnya," ucap Sultan memperingati.
"Jika hanya kau sendiri yang memperingati, lebih baik kau diam dan menurut saja, ini kesalahanmu yang sudah berani menerobos masuk, cepat tangkap mereka," ucap bosnya.
Para pengawal bos mafia itu menyerang ke arah Sultan, dan Sultan pun menyerang ke arah mereka.
"Qayla, kamu istirahat saja," ucap Sultan melihat Qayla.
"Baiklah," jawab Qayla mundur dan ia malah duduk di kursi.
__ADS_1
Mereka yang ingin menangkap Qayla di halangi Sultan, Sultan menarik baju kedua orang yang pergi ke arah Qayla lalu membantingnya ke arah tembok melewati samping wajah bos mafia itu.
Datang lagi menyerang Sultan, Sultan menghindar dan dari belakang Sultan Qayla yang menendang pria itu dan memutarkan badan pria itu dan menghempasnya.
Pengawal itu datang ke arah Sultan membawa balok kayu dan mengibas ke arah kepala Sultan dan Sultan menendang ke arah kakinya, ia pun terjatuh dan Qayla datang menginjak kepala pria itu hingga keluar darah dari hidungnya.
"Kalian, hajar mereka!" perintah Bosnya menunjuk ke arah Sultan.
Mereka meninggalkan pria yang mereka siksa tadi lalu menuju ke arah Sultan dan Qayla.
Mereka membawa besi panjang yang ada duri besi dan mengayunkan kekiri dan kekanan.
Setelah mendekati Sultan Pria itu melempat besi itu ke arah Sultan, Sultan memeluk Qayla dan menghindarinya.
"Mau menghindar kemana kamu? Bola besiku ini tak punya mata, ia akan menghancurkan kalian tanpa belas kasihan," ucap pria itu tersenyum sinis.
"Belum tahu bola besimu mengarah ke siapa? Bisa jadi ia akan memakan tuannya sendiri," balas Sultan.
"Kau menantangku ya, terima ini!" teriak pria itu.
__ADS_1
Pria itu mengayunkan lagi bola besi tajam itu ke arah Sultan dan Sultan menghindari lagi dan pria itu menarik kembali bola besinya. Lagi-lagi pria itu mengayunkannya dan kali ini Sultan menangkap bola besi itu dengan kedua tangannya dan melempar bola besi itu ke arah wajah pria itu sehingga duri besi tajam itu menancap di kepalanya dan ia mati seketika bersimbah darah yang keluar dari kepalanya.
"Itulah senjata makan tuan," ejek Sultan.
Datang yang lain juga membawa pedang panjang dan mengibas ke arah Sultan dan Parang itu mengenai tubuh Sultan, seharusnya Sultan sudah mati ketika di belah oleh pedang itu, tapi Sultan baik-baik saja.
"Apa! Pedang ini tidak mempan di tubuhnya," ucap pria itu kaget.
Ia berkali-kali mencincang tubuh Sultan tapi Sultan baik-baik saja, Sultan menarik pedang itu lalu mematahkannya menjadi 5 bagian dan melempar ke arah Qayla dan Qayla menangkapnya pria itu lalu ia membantingnya ke lantai dan menginjak punggung pengawal itu dan menarik tangannya kebelakang.
"Berhenti! Atau kalian aku tembak, aku tidak percaya jika kau tahan terhadap peluru juga!" ancam bos besar itu.
Krakk
Qayla mematahkan tangan pria itu.
"Aaaaaaaaaaa," jerit pria itu kesakitan.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih