System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 272


__ADS_3

"Apa hubungannya denganmu?" tanya Sultan.


"Aku hanya tanya saja," ucap Sarah.


"Kenapa memangnya? Kenapa kau ingin tahu semua kehidupanku, siapa dia itu bukan urusanmu," ucap Sultan tegas.


"Sultan aku tak rela bila kamu bersama yang lain," ucap Sarah mendekati Sultan membaringkan kepalanya di dada Sultan dan Sultan menghindarinya.


"Kau cepatlah pulang, aku akan pergi lagi," ucap Sultan membalikkan badan masuk ke dalam rumah


"Aku ikut," ucap Sarah membuat langkah Sultan berhenti.


"Aku itu harus apa agar lepas dariku?" tanya Sultan kesal.


"Aku tidak akan melepaskanmu, aku masih sayang denganmu," ucap Sarah berharap.


"Kenapa bukan kata-kata itu yang kau ucap ketika kau berpaling dariku? Kenapa harus sekarang?" tanya Sultan.


"Beri aku kesempatan satu kali lagi, aku janji tidak mengulangi kesalahan yang sama," ucap Sarah berharap.


"Tapi maaf Sarah, sakit yang kau buat itu masih berbekas meskipun sudah lama, jadi aku tak mau mengulang kisah yang sudah lama ingin aku lupakan," ucap Sultan masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu rumahnya.


"Sultan! Buka pintunya, aku sudah lama menunggumu di sini tak adakah kau kasihan denganku!" teriak Sarah mengedor pintu.


"Siapa suruh kamu menunggu, aku nggak minta kamu menungguku," ucap Sultan tak peduli dan ia masuk ke dalam kamarnya dan mandi.


Selesai mandi dan berganti pakaian, Sultan pun keluar dari rumahnya untuk pergi keperusahaan.


Ketika membuka pintu, ternyata Sarah maaih di teras.


"Ngapain kamu di sini lagi?" tanya Sultan mengunci pintu rumahnya.


"Aku ikut kamu," ucap Sarah.


"Kamu ini ngapain lagi sih!" ucap Sultan kesal.


"Aku ingin ikut kamu," ucapnya menuju mobil Sultan dan masuk ke dalamnya.


"Astaga! Dia sangat menganggu," ucap Sultan.


Sultan membukankan pintu. "Keluar kamu," ujar Sultan pelan.

__ADS_1


"Aku nggak mau, aku mau ikut kamu," ucap Sarah bersikeras.


"Ya sudah jika begitu," ucap Sultan masuk dalam mobil dan ia melaju sangat kencang balapan di jalanan, Ia pun sengaja menabrak-nabrakkan mobilnya hingga kepala Sarah sesekali kejedut.


"Sultan kamu apa-apaan sih!" tanya Sarah sedikit kesal.


"Kenapa memangnya? ini mobilku, terserah aku," ucap Sultan kembali melajukan mobilnya sangat kencang.


Sultan pun mampir di sebuah restoran dan memesan makanan.


"Buk pesan 2, di bungkus ya," ucap Sultan.


"Sebentar ya," ucap pegawai restiran itu.


"Ini makanannya pak," ucap pegawai itu memberikan kepada Sultan.


"Berapa?" tanya Sultan.


"700.000," ucap pegawai itu. Sultan pun membayarnya.


"Terima kasih abang ganteng jangan lupa mampir lagi," ucap pegawai itu mengatupkan kedua tangannya.


"Iya Sama-sama," angguk Sultan nyengir. Dan ia pun kembali masuk ke dalam mobilnya.


Hadiah Anda di kurang 700.000


Sisa hadiah Anda 10.936.739.300.000


"Kamu beli makanan sekalian untukku nggak?" tanya Sarah.


Sultan tidak menanggapi ucapan Sarah dan ia diam saja, Sultan kembali menjalankan mobilnya menuju perusahaannya.


Sarah pun manyun dan kembali terdiam.


Sesampainya di perusahaan, Sultan segera turun dan mengampiri Qayla dan Sarah juga ikut turun.


"Waaaw... ini sangat besar," ucap Sarah kagum melihat sekeliling perusahaan Sultan


"Kamu kok bisa sama dia?" tanya Qayla.


"Oh, aku ketemu dia di jalan dan katanya dia ingin beli perlengkapan dan baju, jadi ya ku bawa kesini," ucap Sultan beralasan.

__ADS_1


"Oh gitu, kamu kok lama banget sih," ucap Qayla manja.


"Maaf ya, di jalan tadi aku ketemu orang mabuk dan aku mengantar dia pulang ke rumahnya sebentar, kamu nggak marahkan?" tanya Sultan.


"Kalau kamu nolong orang aku nggak marah," ucap Qayla tersenyum.


"Ayo kita makan," ucap Sultan membuka box makanan.


"Itu teman kamu nggak di ajak juga?" tanya Qayla.


"Oh dia udah makan katanya tadi," bisik Sultan.


"Oooo," angguk Qayla. Sultan dan Qayla pun menyantap makanannya.


"Sarah terdiam melihat Sultan dan Qayla makan, dan ia pun berinisiatif untuk mendekat.


"Kalian makan kok nggak ngajak aku?" tanya Sarah mendekat.


"Tapi kamu sudah makan tadi," sahut Sultan menyuapi Qayla.


Sarah melihat Sultan menyuapi Qayla ia jadi bengong.


"Kamu tadi bilangnya mau beli pakaian, sana pilihlah, nanti aku kasih diskon," ucap Sultan.


"Nggak gratis?" tanya Sarah.


Qayla dan Sultan saling berpandangan. "Ya udah deh, pembelian pertama untuk kamu gratis," ucap Qayla.


"Oke jika begitu, terima kasih," ucap Sarah masuk ke dalam sambil melenggang.


"Kamu kok baik banget sih sama dia," ucap Sultan.


"Diakan temanmu," ucap Qayla.


"Lain kali jangan begitu lagi ya sama dia, semakin lama dia semakin melunjak nanti," ucap Sultan.


"Iya, aku hanya toleransi dia kali ini aja, kalau dia macam-macam nanti tinggal aku black list aja dia," ucap Qayla.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2