System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 82


__ADS_3

Sultan dan Tedi melongo sesaat.


"Dia... dia sudah memukulku," ujar pria mesum itu meringgis kesakitan.


"Maaf pengunjung, dia adalah pelanggan tetap kami, ma-masalah pegawai kami bisa cari lagi, kami benar-benar minta maaf Tuan," ujar manejer itu menundukkan kepala ketakutan.


"Katakan kepada siapa aku di sini," ujarnya bangga sambil memegang wajahnya yang sakit.


"Dia... dia adalah orang terkuat, tidak ada yang berani dengannya, sebaiknya Tuan jangan buat masalah dengannya," ujar manejer itu memperingati.


"Dengarkan, kamu orang pertama yang berani memukulku," sahutnya.


"Wahhh... aku sangat berbangga hati karena menjadi orang pertama yang memukulmu, jika begitu bagaimana jika aku juga orang terakhir yang memukulmu?" tanya Sultan mematahkan setiap ruas jari tangannya.


"Tuan, sebaiknya Anda jangan menganggunya, dia punya koneksi luas, jika Anda tak ingin ada masalah sebaiknya Anda pulang saja," ujar manejer itu lagi.


"Kenapa? Kau takut dengannya, mau di punya koneksi kek, punya kakak kedua, ketiga keempat, kesepuluh, aku tak peduli, bawa sini kakek moyangmu biarku hajar juga sekalian, biar aku yang membantunya mengajarkanmu bagaimana cara menghargai wanita baik-baik, aku geram karena tidak bisa menghabisi pria tadi, mana pacarmu tadi biar sekalian ku ajarkan," omel Sultan panjang lebar.


"Brengsek! Beraninya kau memarahiku, kakek moyangku aja nggak berani memarahiku," ujarnya geram.


"Ya iyalah, dia sudah mati, kalau dia masih hidup mungkin dia pasti sangat malu punya keturun sepertimu," ejek Sultan sambil mencibir.

__ADS_1


"Bangsat! Beraninya kau memakiku, hajar dia," perintah pria mesum itu. Teman pria itu ada dua tapi badannya sungguh besar 2x badan Sultan.


"Cukup! Saya mohon kalian janganbertengkar di sini," ujar manejer itu memohon.


Namun teriakan sang manejer tersebut tidak di gubris oleh kawan pria seram itu.


Mereka menghajar Sultan, Sultan menghindarinya dan mereka malah meninju tembok, hingga tembok itu hancur.


"Gila! Kalo kenapa kepala, bakal puyeng kepalaku," ujar Tedi tegang melihat pertempuran mereka.


Temannya itu pun mengambil vas bunga dan melempar ke arah Sultan dan Sultan menghindarinya dan vas itu pecah.


"Tolong jangan bertengkar di sini, dan tolong jangan hancurkan barang-barang di sini," ujqr manejer itu memohon.


"Keluar jika tidak ingin terluka," ujar Sultan.


Manejer, Tedi dan wanita itu keluar mereka melihat dari kejauhan.


Teman pria seram itu menangkap tubuh Sultan dan membantingnya ke speker tersebut dan Speker itu hancur dan Sultan tertimpa reruntuhan speker tersebut.


"Tenang saja, aku ganti," ujar pria seram itu lagi.

__ADS_1


"Sultan! Kamu baik-baik sajakan?" tanya Tedi khawatir ketika melihat Sultan di lepar oleh pria berbadan besar itu.


Sultan mengacungkan jempol menandakan dia baik-baik saja.


Sultan pun bangun dari serpihan speker tersebut dan membuang sisa speker yang sempat masuk ke mulutnya.


"Sial! Aku benar-benar marah sekarang," ujar Sultan.


Mereka menendang ke arah Sultan dan Sultan menangkap kakinya dan melemparnya le tembok hingga tembok itu pecah, lalu melemparnya ke speker yang satunya lagi dan membantingnya ke lantai.


Pria itu pun terkapar.


Temannya yang 1 lagi menghantam Sultan dengan keras tapi Sultan menahan tangannya menendang kakinya dan menghajar bahunya, lalu menghempasnya ke lantai dan menduduki badannya lalu menampar wajahnya 10x, pipinya langsung memerah seperti malu-malu habis di tembak sama pacar.


Pria mesum itu tadi membelalakkan matanya, ia tak percaya temannya yang bertubuh besar malah kalah di tangan bocah yang tubuhnya jauh lebih kecil.


"Sekarang giliran kamu," ujar Sultan berdiri dari tubuh pria pingsan itu dan menunjuk ke arah pria seram itu dengan telunjuknya.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2