System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 130


__ADS_3

Sultan pun naik ke mobilnya. Ia duduk sesaat berpikir apa yang harus ia lakukan.


"Tempat bedak ibu apa juga termasuk ya, apa bila di satukan maka akan bisa mengnacurkan tempat itu, apa jangan-jangan yang 1 kode lagi sama kepala organisasi itu, itu pasti akan sangat sulit untuk mengambilnya, giok itu adalah milik orang itu dan ibu juga punya kodenya, apa antara Ibu dan orang itu ada hubungannya ya, semuanya masih misteri bagiku, dan ibu tidak mau cerita denganku, haissshhh.... ya sudahlah, lebih baik aku pulang dulu," ucap Sultan menghidupkan mobilnya dan melaju pergi.


Ting ting


Misi level D


Menyelamatkan seorang gadis di bar bunga sedap malam.


Hadiah 40 poin.


Hadiah 30.000.000.000


Sultan memutar mobilnya dan menuju bar tersebut.


15 menit kemudian, ia pun sampai di bar bunga sedap malam tersebut dan melihat di sana ya sedikit agak sepi mungkin karena di luar.


Sultan pun turun dari mobilnya dan masuk ke sana.


Sultan pun duduk di depan penjual minuman dan memesan 1 gelas air sirup karena ia tak kuat minum dan juga tak mau minum.


Sultan pura-pura minum sambil melihat keadaan.


Ada seorang gadis yang mengikuti 2 orang pria, jika di lihat gadis itu tak rela mengikutinya, sepertinya ia di paksa dan terpaksa mengikutinya.


Sultan meletakkan uang 100.000 di bawah gelas, dan pergi diam-diam mengikuti gadis tersebut.


Ting ting

__ADS_1


Hadiah Anda kurang 100.000


Hadiah Anda menjadi 3.760.399.550.000


Gadis itu di paksa masuk ke dalam kamar, tapi wanitu itu menolaknya.


"Aku tidak mau!" teriak wanita itu.


"Ayo masuk, atau ayahmu di rumah sakit akan mati dengan penyakitnya," bentak pria itu.


"Aku mohon Paman, tolong lepaskan aku, aku akan membayar uangnya, aku tidak mau di tidurkan oleh pria tua itu," ucap gadis itu menangis.


"Mau bayar pakai apa! Dengan gajimu yang tak seberapa itu, sampai kapan? Seumur hidupmu!" bentak pamannya itu lagi.


"Aku keponakanmu kenapa kau malah menjualku dengan pria brengsek itu!" pekik gadis itu.


"Ini semua demi pengobatan Ayahmu, jika bukan kau yang melakukannya siapa lagi? dia Ayahmu, setidaknya kau berusahalah sedikit," ucap pamannya dan mereka mengeret gadis itu masuk ruangan.


"Hahahaha... Ayah, berapa Tuan Mole memberi kita uang?" tanya Anaknya senang.


"Dia akan memberi kita 200.000.000, 50.000.000 untuk pengobatan Bang Jezy dan 150.000.000 untuk kita," jawab ayahnya tertawa senang.


"Wah kita kaya Ayah, aku pokonya minta di belikan motor yang kemaren aku inginkan," ucap Anaknya yang sudah berencana.


"Aman, tunggu Tuan Mole selesai dengan pekerjaannya, kita akan dapat uangnya," ucap sang Ayah berbinar. Anak itu mengangguk bahagia dan mereka pun pergi dari pintu tersebut.


Dari luar Sultan mendengar suara gadis itu dengan sayup namun tak lama tak terdengar lagi suaranya.


Sultan langsung menendang pintu tersebut hingga jebol dan pintu itu pun terbuka lebar.

__ADS_1


Pria itu kaget melihat ke arah Sultan dan ia hanya menyisakan cel ana dal am.


Sedangkan wanita itu terlihat sangat lemas, sepertinya ia di beri obat atau di suntik dengan obat sesuatu. Dari matanya ia sangat berharap jika ia di tolong dengan mata yang terurai dengan air mata.


"Siapa kamu!" teriak pria tua itu.


"Siapa aku? Kamu tidak perlu tau, dasar pria mesum, kau enakkan di sini anak istrimu menunggu di rumah," ucap Sultan menendang pria itu hingga ia terjembab.


"Kurang ajar," pria itu pun segera menekan tombol merah dan tak lama kemudian para pengawalnya datang dengan stelan jas rapi.


"Tangkap dia!" perintah pria itu.


Para pengawalnya pun melawan Sultan, Sultan menarik tangannya dan mematahkan hanya dengan 1 tangan. Dan yang lainnya juga datang ke arah Sultan, dan Sultan pun menarik tangannya dan memutar kepalanya dan mematahkan lehernya dan sisa lainnya ia hanya maju ke arah mereka dan meninju hingga mereka terbang ke atas dan jatuh terkapar.


"Sisa kau lagi," ujar Sultan mendekati pria itu yang sedang ketakutan, ia mundur hingga mentok ke tembok.


"Tolong jangan bunuh aku, aku akan memberikan uang yang banyak, berapa pun yang kamu mau," ucap pria itu pasrah.


"Aku tidak butuh uang, karena uangku lebih banyak darimu," tolak Sultan.


"Oh iya, kamu mau diakan ambil saja, aku nggak mau dia lagi," ucap pria itu mengingiklaskannya.


"Mkasudmu tidak mau lagi, kau ingin aku mengambil bekasmu," ucap Sultan mendekatkan wajahnya ke pria itu membuatnya gemetar.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VITE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


mampir juga ke karyaku (System super kultivasi)


__ADS_2