System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 68


__ADS_3

Sesampainya di rumah ada 2 orang pria bertamu yang sedang duduk di kursi depan teras.


"Tuan, Anda baru pulang ya," ujar salah satu pria itu. Mereka berdua adalah yang perusahaan yang pernah mau di beli oleh Sultan, jadi mereka ingin mengantarkan laporannya agar uang mereka bisa di keluarkan oleh Sultan.


"Ya, Ayo masuk," ajak Sultan. Sultan menekan bel rumah, tak lama pintu pun terbuka.


"Sultan, mereka siapa?" tanya ibu yang langsung memegang lengannya karena takut.


"Udah nggak apa-apa mereka adalah teman bisnis aja kok," jawab Sultan menenangkan ibunya.


"Oh," jawab ibu singkat.


"Mari masuk," ujar ibu kepada 2 orang tanu tersebut. Mereka mengangguk tersenyum dan kemudian masuk ke dalam rumah Sultan.


"Maaf ya, saya pikir kalian berdua depkolektor, makanya nggak saya bukakan pintu," ujar ibu sambil tersenyum. "Ibu ke dapur dulu ya," katanya kepada Sultan. Sultan mengangguk.


"Sudah lama menunggunya Pak?" tanya Sultan.


"Lumayan jugalah sekitar 3 jam," jawab bapak yang berbadan gendut.


"Maaf ya Pak, itu perintah saya kepada Ibu, agar tidak membukakan pintu untuk orang asing," jelas Sultan.


"Ya tidak apa-apa, kami maklumi kok," jawab mereka sambil mengangguk-angguk.


"Jadi bagaimana laporan yang saya pinta?" tanya Sultan tanpa basa basi lagi.


"Oh ini Tuan," jawab mereka menyerakan sebuah map.


"Silakan di minum." ibu meletakkan minuman dan cemilan diatas meja.


"Ya Buk," jawab mereka mengangguk.


Sultan meneliti semua laporan tersebut dengan saksama, ia harus memastikan jika tidak ada kesalahan.


SULTAN


(Sistem, apa laporan ini asli)


SISTEM


(99,99% asli)


SULTAN


(Kemana 1/100%nya lagi)


SISTEM


(Ada kesalahan di poin terakhir)

__ADS_1


Sultan langsung melihat bagian terakhir ternyata hurufnya yang salah seharusnya di tulis yang tapi menjadi tang.


SULTAN😒😒.


"Aku pikir apa tadi," ujar Sultan manyun.


"Ada apa Tuan?" tanya mereka gugup takut-takutnya kesepakatan mereka malah tidak jadi.


"Tidak ada apa-apa," jawab Sultan. Mereka pun lega sambil mengelus dada.


"Oke, jika begitu deal ya," ujar Sultan tiba-tiba, membuat mereka sangat senang.


"Terima kasih Tuan, terima kasih banyak," ucap mereka mencium tangan Sultan.


"Astaga! Menjijikkan, air liur mereka nempel di tanganku," ujar Sultan dalam hati sambil menarik tangannya.


Ia langsung masuk kamar mandi dan segera membersihkan tangannya hingga habis 1 botol sabun cair tersebut.


"Kalo cewek yang cium nggak masalah, ini malah bapak-bapak yang udah tua bangka," omel Sultan.


Setelah selesai ia langsung mengambil uangnya dan membawa ke ruang tamu.


"Ini uangnya, karena saya berbaik hati, jadi saya tambahin Rp500.000 jadi semuanya Rp16.000.500.000, oke!" ucap Sultan.


"Terima kasih Tuan, Anda sangat dermawan," ujar mereka bahagia.


"Jika begitu kami permisi dulu Tuan," ujar mereka berpamitan.


"Ada apa mereka datang Sultan?" tanya ibunya.


"Oh, aku membeli perusahaan mereka jadi meminta mereka segera mengantar laporannya dan juga, aku sudah jadi direktur utama di sebuah perusahaan lainnya Bu," ujar Sultan memberi tahu.


"Iya ibu sudah lihat mukamu di tv tadi kok, sana kamu makan, habis itu istirahat, kamu pasti lelah," ucap Ibu.


"Ibu yang paling pengertian, jika begini aku nggak mau nikah deh, aku mau jadi anak kecil ibu selamanya," ujar Sultan tersenyum sambil bergelantungan di lengan ibunya.


"Kalo kamu nggak nikah gimana Ibu mau gendong cucu, jika kamu berani nggak nikah-nikah, ku botakkan kepalamu dan ku antar kau ke panti jompo, dengan begitu kau nggak perlu nikah lagi," Ucap ibu marah.


Sultan lari pontang panting masuk dapur sebelum sesuatu benda melayang di tubuhnya.


"Ibu tenang saja, aku sudah mendapatkan pujaan hatiku, tapi jika berjodoh," jawabnya sambil memasukkan nasi ke piring yang sudah di sedikan.


Ia melahapnya tak tanggung-tanggung, menyantapnya hingga habis, setelah itu ia masuk ke kamarnya dan langsung tidur.


xxx


Pagi yang indah dan cerah, sinar matahari menerobos masuk dari jendela menandakan jika Sultan harus bangun.


Sultan segera bangun karena ia harus berangkat kuliah seperti biasanya, ia bersih-bersih dan memakai pakaian casual panjang berwarna silver dan celana jins hitam yang pas di bodynya, ia tampak keren dan tidak lupa memakai sepatu sneakers terbaru berwarna putih lalu menyisir rambutnya seperti oppa-oppa korea.

__ADS_1


"Apa aku sudah terlihat tamvan? Sepertinya iya," ujarnya sambil berputar di depan cermin dan...


Buuk...


Lagi-lagi jidat yang menabrak tiang listrik sore itu malah terkena lagi menabrak lemari.


"Jika begini bisa jendol jidatku," ujarnya menggosok-gosok jidatnya.


"Ibu aku pergi dulu, ibu jangan buka pintu tuk orang asing ya," pesan Sultan menyalami tangan ibunya dan langsung nyelonong pergi.


"Anakku sudah besar sekarang, dulu aku yang mengatakan itu padanya, sekarang balik ia mengatakan itu kepadaku," ujar ibu tersenyum.


Sesampainya di kampus ada berita heboh. Berhubungan Sultan nggak pernah nonton tv dan juga jarang lihat notif ponselnya jadinya ia ketinggalan berita.


"Gila! Kira-kira dia terima tantangannya nggak ya?" tanya mereka sekelompok laki-laki yang sedang berkumpul berkeliling.


"Kalo aku jadi dia, pasti aku terima, habisi saja sampai dia tak punya muka lagi," jawab temannya yang lain memanas.


Setiap koridor yang di lewati Sultan mereka semua membicarakan berita penting itu.


Tentu saja ia sangat penasaran dan segera berlari menuju ruangannya dan mendapati teman-temannya juga sedang bergosip.


"Jika aku tau siapa dia, aku akan mendukungnya 100% untuk menyuruhnya mengikuti pertandingan itu, agar kota kita terkenal," ujar Alex.


"Bener banget, aku setuju, tapi kita nggak tau siapa orangnya," ujar mereka kecewa.


Sultan ikut bergabung dengan sekelompok pria yang sedang ngerumpi.


"Ada apa Bro?" tanya Sultan penasaran.


"Itu lho yang ada di berita, bahwa raja judi di kota W ingin bertanding sekali lagi dengan raja judi di kota T kita ini, jika raja judi di kota T kita menang maka resmilah nama raja judi itu karena setiap kota harus ada rajanya, selama ini kota kita tidak ada rajanya," jawab Alex.


"Jadi?" tanya Sultan lagi.


"Nah, jika siapa pun tahu siapa raja judi itu, kasih tahu agar menerima tantangannya, ini adalah pertarungan bukan hanya segera tantangan biasa," jawab Alex terbawa suasana.


"Jadi kalian ingin orang itu menerima tantangannya?" tanya Sultan.


"Ya pasti donk,"


"Jika dia menang kalian mau kasih apa?" tanya Sultan.


"Aku akan mengikuti jejaknya," jawab Rudi. Sultan langsung manyun. Karena kemenangannya tidak bisa di turunkan kepada siapa pun.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


jangan lupa mampir di karyaku (pendekar sucu dari timur)


__ADS_2