
"Masalah senjata api akan langsung di sediakan oleh atasan, kamu mengerti," ucap ketua itu.
"Baik ketua," angguk Sultan.
"Bagus jika begitu," ucap ketua itu dan ia pun segera pergi dari markas tersebut.
Sultan menyeringai sambil melihat kepergian ketua itu.
"Heh! jika waktunya tiba, aku akan menghancurkan kalian semua membuat kalian kucar kacir, seperti anak ayam kehilangan induknya dan seperti ulat memakan dedaunan," ucap Sultan dalam hati.
Sultan melangkahkan kakinya yang ingin menuju mobilnya.
"Heh mau ke mana kamu?" tanya salah satu pria itu.
"Aku ada urusan," ucap Sultan tanpa melihat wajah lawan bicaranya.
"Kau tidak bisa begitu, kau adalah ketua dan kau seharusnya berada di sini," ucap pria itu ngotot.
"Heh, aku jadi ketua tidak perlu persetujuan dari kalian, dan juga tidak ada yang bisa melarangku apa yang ingin aku lakukan," ucap Sultan yang tetap menuju mobil dan masuk ke dalamnya.
"Dia emang sulit di bilangi," ucap pria itu mengelengkan kepala.
"Sudah biarkan saja, apa kamu mau ia melepaskan kepalamu dari tubuhmu ini," ujar temannya menunjuk ke tubuh pria itu.
"Ikh! Itu sangat sadis, biarlah mati tertembak dari pada mati seperti itu," ucap pria itu berdelik ngeri.
Sultan pulang dengan mobilnya.
Ting ting
Misi level SS
Seseorang dari markas organisasi di wilayah kota J dari barat melarikan diri, selamatkan dia.
Hadiah 100 poin
Hadiah 2.000.000.000.000.
__ADS_1
"Aku harus mengunakan topeng nih, biar mereka tak mengenaliku," ucap Sultan.
Ia mampir di suatu warung membeli penutup kepala dan wajah.
Di perjalanan ada seorang pria yang sudah terluka cukup parah berusaha berlari dengan sekuat tenaganya.
Sultan melihat pria itu berlari melewati mobilnya yang melaju. Tak lama beberapa orang mengejarnya.
"Sepertinya dia yang di maksud," ucap Sultan menepikan mobilnya.
"Aku harus membunuh orang organisasi itu juga untuk mengurangi jumlah orang agar tidak menjadi penghalang suatu hari nanti," ucap Sultan berlari dengan kecepatan yang ia miliki.
Setelah sampai di rombongan orang itu, Sultan menendang salah satunya membuatnya terjatuh.
"Siapa kamu?" tanya mereka berhenti. "Hey kejar dia, yang ini kami yang bereskan," perintah temannya yang lain.
"Berani kalian ngejar dia, ku habisi kalian," ucap Sultan tegas.
Mereka pun menembakkan peluru ke arah Sultan namun peluru itu tidak menembusnya. Sultan maju kedepan lalu menangkap senjata apinya lalu menembak ke arah mereka.
Dor!
Dor!
Dor!
Giliran Sultan mau menembak lagi pelurunya habis dan kembali ia mengejar orang yang mengejar pria terluka itu.
Pria itu sudah tak sanggup berlari lagi dan ia terjatuh. Ia pun di tangkap oleh orang organisasi itu.
"Lepaskan dia!" perintah Sultan.
"Untuk apa kami menuruti perintahmu," ucap mereka.
"Aku sudah memperingati kalian, jangan salahkan aku kejam, salahkan diri kalian yang tak mau mendengarkan ucapanku," ucap Sultan. Ia berlari maju kedepan dan menghantam para orang organisasi tersebut mematahkan tubuhnya menjadi 8 bagian lalu membuangnya di tengah jalan, mereka yang hidup menjadi ngeri, mereka melepaskan pria itu dan berlari ketakutan.
"Tidak aku lepaskan kalian," ucap Sultan mengejar mereka dan mengkapnya lalu mematahkan lehernya dan meremuk tulang di bagian lainnya.
__ADS_1
Pria yang terluka parah itu merangkak ke arah Sultan, ia ingin berterima kasih kepada Sultan.
Sultan membantunya berdiri dan membopongnya.
"Suqay," panggil Sultan.
Tin! Tin!
Mobil itu pun datang menghampiri Sultan.
Sultan membawa pria masuk kedalam mobilnya.
"Aku mengantarmu ke rumah sakit," ucap Sultan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
"Aku... aku ingin berterima kasih padamu, ter-terima kasih," ucapnya lemah.
"Jangan bicara dulu, kau masih lemah," ucap Sultan.
Dan tak lama mereka sampai di rumah sakit dan Sultan segera membopongnya masuk.
"Cepat-cepat, ada orang terluka," ujar salah satu karyawan rumah sakit.
Mereka membawanya ke ruang UGD dan seera mengobatinya.
Sultan menunggu beberapa saat dan pria itu keluar dari ruang UGD dan segera di pintahi ke ruang lainnya.
Sultan masuk ke ruang tersebut. "Apa dia baik-baik saja Dokter?" tanya Sultan kepada dokter yang menaganinya.
"Tidak ada luka dalam dan hanya luka luar sehingga tidak ada yang perlu di operasi, tapi luka luarnya cukup banyak hingga ada seratus jahitan, namun sekarang dia baik-baik saja," ucap dokter itu tersenyum.
"Terima kasih dokter sudah menyelamatkannya," ucap Sultan sambil melihat pria yang di balut dengan kain kasa yang sudah mirip dengan mummy.
"Ya sama-sama," ucap dokter itu dan ia pun pergi keluar ruangan.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VITE KOMEN DAN HADIAH
__ADS_1
TERIMA KASIH