
Sesampainya di perusahaan para karyawan tampak aneh, mereka seperti bermalas-malasan dan main ponsel sedangkan kerjaan menumpuk di lantai.
"Ada apa dengan mereka?" tanya Qayla heran.
"Apa ada yang salah?" tanya Sultan.
Mereka berdua pun turun dari mobil dan biasanya sekretaris juga kedatangan Qayla di sambut tapi mereka malah sibuk sendiri.
"Ini ada apa?" tanya Qayla.
"Nggak kenapa-kenapa," jawab sekretaris mengangkat bahunya.
"Kamu juga kenapa?" tanya Qayla menekuk alisnya.
"Aku? Aku juga nggak kenapa-napa," ujar sekretatis itu pura-pura tidak merasa bersalah.
"Hey! Ada apa dengan kalian! Kalian mau kerja nggak?" tanya Qayla dengan nada tinggi.
"Kami ingin bersantai sebentar," ucap salah satu karyawan itu duduk di kursi, sedangkan kerjaannya masih menumpuk di depan.
"Kalian... kalian nggak seperti biasa, ada apa dengan kalian?" tanya Qayla kesal.
"Ada apa ini?" tanya Sultan juga merasa heran.
"Apa kami tidak boleh istirahat sebentar?" ujar karyawan yang lain.
"Bukan tidal boleh kalian istirahat, kan biasanya kalian istirahat gantian, lalu kenapa kalian istirahat bersamaan? itu ada pembeli tidak kalian layani " ucap Qayla kesal.
"Mereka kan bisa pilih sendiri," sahut karyawan yang lain.
"Kalian kenapa? Apa ingin di pecat!" teriak Qayla marah.
Seseorang dari belakang membawa kue.
"Selamat jadian buat Nyonya dan Tuan!" teriak mereka bersama-sama sambil meletuskan petasan kertas dan sekretarisnya menyodorkan kue ke hadapan Qayla.
Qayla terdiam dan tak bisa berkata-kata. Sultan tersenyum sambil merangkul pundak Qayla.
"Kalian ya benar-benar bikin orang terprank, aku kasih bonus karena kalian udah bisa bikin Qayla gregetan," ucap Sultan.
"Yeee... terima kasih Tuan, sekali lagi selamat ya buat Nyonya dan Tuan," ucap sekretarisnya tersenyum.
"Kalian... kalian jahat!" teriak Qayla terharu memeluk sekretarisnya.
"Cup... cup..., ada kabar bahagia begini mana bisa jika kami tidak menyediakan kejutan, tapi maaf hanya kejutan sederhana ini yang bisa kami berikan, semoga Tuan dan Nyonya suka" ucap sekretarisnya mengelus pundak Qayla.
"Makasih ya buat kalian semua, kalian perhatian sama aku dan Sultan," ucap Qayla menyeka air matanya.
__ADS_1
"Sama-sama Nyonya," ucap mereka senang.
"Kalian ingat ya, nanti malam datang ke hotel, kalian boleh makan sepuasnya di sana," ucap Sultan.
"Terima kasih Tuan," ucap mereka senang.
"Udah sana kalian kembali kerja," ucap Sultan.
"Baik Tuan," angguk mereka menurut.
Mereka pun kembali kerja sedangkan sekretaris meletakkan kue di atas meja.
"Silakan di nikmati," ucap sekretaris itu memberikan pisau kue dan meletakkan 2 piring kecil dan jus buah di atas meja.
"Makasih ya atas jamuannya," ucap Qayla tersenyum bahagia.
"Sama-sama Nyonya," angguk sekretaris tersebut.
"Tapi bagaimana kerjaan yang kemaren? Sudah ada yang kamu kerjakan?" tanya Qayla.
"Udah hampir selesai," ucap Sekretaris tersebut.
"Oh iya kah? Aku pikir kamu baru mengerjakannya," ucap Qayla mengangguk.
"Ya sudah, Tuan dan Nyonya silakan di nikmati, saya mau kerja dulu," ucap Sekretaris itu berlari kecil.
"Ada apa Nyonya?" tanya sekretaris itu membalikkan badannya.
"Ke sini dulu," ucap Qayla. Sekretaris itu pun datang.
"Mau ngasih berapa?" tanya Qayla kepada Sultan.
"Terserah kamu, uang perusahaan Ada berapa?" tanya Sultan.
"Yang masuk saldo padaku hari kemaren 740 milyar, tapi belum terhitung hari ini," ucap Qayla.
"Wah ternyata pembeli banyak juga ya," ucap Sultan mengangguk.
"Ya begitulah, jadi aku kasih mereka berapa?" tanya Qayla.
"Terserah, atau mau kamu kasih untuk mereka semua juga nggak masalah," ucap Sultan enteng.
"Beneran nih?" tanya Qayla.
"Iya," angguk Sultan serius.
"Tapi gimana perputarannya nanti?" tanyan Qayla.
__ADS_1
"Masalah uang Aman, aku berikan untukmu 1 triliun untuk kamu foya-foya, aku juga berikan kamu 1 triliun untuk perusahaan," ucap Sultan.
"Beneran nih?" tanya Qayla.
"Iya sayang," jawab Sultan tersenyum.
Triring
Triring
Triring
Ponsel Sultan berbunyi.
"Dari siapa?" tanya Qayla.
"Dari ibu," jawab Sultan yang segera mengangkatnya..
"Halo Ibu," jawab Sultan.
"Halo, Sultan nanti siang Ibu dan Ayah sampai di bandara, kalian jemput ya," ucap Ibu.
"Apa! Kalian pulang?" tanya Sultan kaget.
"Iya, Ayah udah sembuh, jadi kami akan pulang, sekarang ibu dan Ayah sedang beres-beres nih, buat ke bandara," ucap ibu.
"Kenapa kalian nggak jalan-jalan saja dulu?" tanya Sultan.
"Kata Ayah nanti mau bawa kamu juga, sama-sama kita pergi," ucap Ibu.
"Oh gitu ya, hm ya sudah, terserah kalian, hati-hati di jalan ibu," pesan Sultan.
"Iya, ya udah Ibu tutup dulu telponnya ya," ucap ibu berpamitan.
"Baik Ibu," jawab Sultan.
"Tante mau pulang?" tanya Qayla membelalakkan matanya.
"Iya, nanti kamu jangan panggil Tante ya, panggil Ibu," ucap Sultan mengajarkan.
"Iya iya, tapi aku masih gugup," ucap Qayla merasa serba salah.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1