System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 76


__ADS_3

xxx


Keesokkan harinya.


Sultan Sudah bangun dari tidurnya dan juga ia sudah mandi dan keluar dari kamarnya.


"Sultan, ayo ibu antarkan kerumah sakit," ujar ibu yang sudah bersiap-siap.


"Untuk apa?" Tanya Sultan heran.


"Semalam bukannya kamu di gebuki habis-habisan, kamu pasti terluka atau tubuhmu sakit dan pegal-pegal," jawab ibu dengan polosnya.


"Ibu, aku baik-baik saja, tidak terluka sedikit pun dan tidak ke kurang apa pun," jawab Sultan merentangkan tangannya.


"Ini sungguh aneh, padahal mereka memukulmu sangat kuat dan Ibu melihatmu tak berdaya dan lemah, kenapa kamu baik-baik saja ya," ujar ibu heran sambil memeriksa tubuh Sultan yang hanya memakai sehelai baju kaos tipis hingga tubuh six faksnya kelihatan.


"Udah Ibu nggak usah heran, dan mulai sekarang Ibu bisa kemana pun Ibu mau, termasuk mengurus perusahaanku yang baru ku beli," ujar Sultan merangkul pundak ibunya.


"Mana Ibu tau cara mengurus perusahaan, kalau terjadi masalah di sana bagaimana?" tanya Ibu bingung.


"Udah nggak apa-apa, mau Ibu bikin masalah kek di sana, mau Ibu bangkrutkan perusahaannya, mau ibu jungkir balikan perusahaannya yang penting Ibu senang deh," ujar Sultan menenangkan Ibunya.


"Kalo seandainya ada masalah, Ibu nggak punya solusinya, gimana donk?" tanya ibu masih bimbang.


"Kalo ada masalah pasti kekurangan uang, Ibu tinggal bilang saja berapa yang Ibu butuhkan, Sultan pasti akan memberikannya," jawab Sultan tersenyum.


Ibu menarik nafas panjang lalu menghempaskannya. "Ya udah deh, ikut katamu saja," jawab Ibu pasrah.


"Hm... Ayo kita pergi sekarang," ajak Sultan.


"Kamu nggak pergi kuliah?" Tanya Ibu mengerutkan dahinya.


"Anu... aku bolos aja deh hari ini, nanti akan aku beri tahu dosen pembimbing nanti," jawab Sultan mengarukkan kepalanya yang tidak gatal itu. Ia tahu jika hari ini ia berkuliah pasti di kerumuni lagi dan minta foto lagi yang tak ada habisnya karena foto-foto kemaren itu belum selesai.


"Ya udah," ujar Ibu setuju.


Mereka pun pergi ke perusahaan tekstil yang baru ia beli kemaren.


Sesampainya di sana.


"Tuan Ceo selamat datang," sapa para pegawainya. Pegawai tersebut adalah pegawai lama sebelum Sultan menjadi Ceo.

__ADS_1


Sultan mengangguk.


"Astaga... dia tampan sekali," bisik para kariyawati.


"Aku jadi meleleh," jawab temannya.


"Aku ingin menikahinya!" jerit pegawai itu dengan berbisik.


"Lihatlah otot tubuhnya, kekar sekali," ujarnya gemas.


"Oh ya kumpulkan semua karyawan di ruang rapat," perintah Sultan.


"Baik Tuan Ceo," angguk pegawai tersebut menuju ruang pengeras suara.


"Seluruh para karyawan dan karyawati harap segera berkumpul di ruang rapat sekarang," terdengar dari pengeras suara dan para pegawai segera menuju ruang6 rapat.


Ketika semuanya berkumpul kira-kira ada 35 orang karyawan di sana, Sultan pun berdiri layaknya seorang pemimpim meskipun ia juga bingung mau ngapain?


Ia malah gugup di hadapan para karyawannya dari pada ia menghadapi para musuhnya.


"Ehm... hm... perkenalan dulu deh, nama saya Sultan dan tentu saja kalian sudah tau sata Ceonya di sini, dan juga... (menarik tangan ibunya) dan ini Ibu saya, bagaimana? Dia sangat cantikkan😁😁?" ujar Sultan sambil menyengir.


"Iya Tuan, dia sangat cantik seperti umur 25 tahun," ujar salah satu karyawannya senyum pepsodent.


"Baiklah, saya ingin memilih salah satu sekretaris di antara kalian, karena melihat resume itu sangat membutuhkan membuang waktu, jadi saya pilih... kamu aja deh," ujar Sultan menunjuk gadis berbaju stel jas wanita yang sangat rapi.


"Saya?" tanyanya menunjuk ke arah dirinya.


"Ya," Sultan mengangguk. "Kamu maju ke depan," pintanya.


Gadis itu pun berjalan ke depan sambil tersenyum.


"Selanjutnya saya butuh manejer, saya akan pilih kamu," tunjuk Sultan kepada seorang pria yang berpakaian stel jas rapi. Pria itu pun maju kedepan dengan tersenyum.


"Saya memilih kalian karena menurut saya kalian itu rapi dari penampilan, saya harap kalian juga rapi dalam pekerjaan. Kalian berdua harus bekerja sama dan juga pilih sendiri staf-staf yang lain, yang menurut kalian pantas untuk mendapat jabatan lainnya dan juga saya tidak mau ada yang namanya korupsi, jika itu terjadi, saya bisa membuat kalian tidak di terima pekerjaan mana pun bahkan jadi pemulung pun kalian tak bisa. Ini Ibu saya nanti dia yang akan memantau pekerjaan kalian semua, semua laporan harus masuk ke Ibu saya 1 minggu sekali agar pekerjaan kalian tidak menumpuk, apa kalian mengerti?" tanya Sultan.


"Mengerti," jawab mereka serempak.


"Mulai kalian bekerja, karena saya harus mengurus 1 perusahaan lainnya," ucap Sultan mengakhiri rapatnya.


"Siap Tuan," jawab para pegawai serempak.

__ADS_1


"Tolong jaga kepercayaan saya Karena saya percaya denganmu jadi urus dengan benar perusahaan ini, karena orang yang berani berkhianat ia mati mengenaska" ancam Sultan.


"Siap Tuan, saya akan tidak berani melakukannya, saya akan bekerja dengan setia," ucap gadis itu mengangguk.


"Bagus, jika begitu saya pergi dulu," pamit Sultan.


Para kariyawan menunduk memberi hormat.


"Ceo kita emang beda ya, ia menujuk orang sesuka dia," ucap karyawan yang lain.


"Namanya dia yang punya perusaha, kita bisa apa," ujar yang lain mengangkat bahunya.


Sultan melangkahkan kakinya sambil mengandeng tangan Ibunya masuk mobil dan kembali melajukan mobilnya di jalanan.


"Sultan kamu bagaimana sih, masa menyuruh ibu buat menerima laporannya, Ibu mana ngerti begituan," ujar ibu khawatir.


"Ibu tidak perlu memeriksanya, itu hanya melihat apa mereka benar-benar bekerja atau main-main, masalah memeriksa laporan aku akan memeriksanya sendiri jika ada waktu, aku mana berani memberi ibu pekerjaan berat, nanti Ibu cepat tua karena memikirkan pekerjaan," ujar Sultan bercanda sambil terkekeh.


"Kamu ya, Sejak kapan kamu pandai meledek ibu?" tanya Ibu sambil mencubit pinggang Sultan.


Sultan hanya tertawa.


Tak lama kemudian ia pun sampai keperusahaan yang lain.


"Selamat datang Tuan Ceo, bagaimana kabar Anda?" tanya pak Hadi.


"Oh, saya baik-baik saja, ayo kita ke ruang rapat karena ada yang ingin saya sampaikan," perintah Sultan.


"Baik Tuan," jawabnya dan para staf berkumpul di ruangan tersebut.


"Tidak perlu basa basi lagi, saya ingin membeli semua saham kalian menjadikan 100% menjadi milik saya, saya akan membeli perusahaan ini dan menjadi milik saya, jika kalian ingin berinvestasi, kalian harus daftar ulang, Saya akan memilih salah satu dari karyawan untuk di jadikan Sekretaris, saya akan mengeluarkan 200.000.000.000 untuk membeli saham kalian, yang setuju anggkat tangan," ujar Sultan.


"Saya setuju," jawab pak Malik.


"Saya juga," jawab Ibu Devi.


Mereka pun mengangkat tangan setuju, melainkan pak Hadi.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2