
Putaran kedua.
Gadis **** itu memberikan kartu, Sultan dan Yohan mengambilnya dan mereka masing-masing melihat kartu yang mereka pegang.
Terlihat Yohan tersenyum, apa dia dapat keberuntungan lagi?
SULTAN
(Apa yang dia senyumkan?)
SISTEM
(Itulah cara dia, meskipun kartunya kecil tapi ia bisa membohongi lawannya agar lawannya kalang kabut dan salah mengeluarkan kartu atau lawannya terprovokasi, di situlah keunggulannya, tetap tenang dan kendali emosi, orang seperti ini harus di lawan balik, ayo Tuan juga tersenyum)
SULTAN😄😄
SISTEM
(Ayolah, bukan senyum seperti itu, senyum itu seperti sedang mengajak bayi bermain, senyum kalem oke!)
SULTAN☺☺
SISTEM
(Okelah! Seperti itu saja)
Yohan melihat Sultan tersenyum ia mengkerutkan dahinya.
SISTEM
(Dia masuk perangkap)
SULTAN
(Kena kau)
"Hehehe..." Sultan terkekeh.
SISTEM
(Tuan jaga imej, jaga imej)
"Upsss... ehem," Sultan mengeluarkan kartunya.
"Sepertinya kamu sangat santai setelah aku mengalahkanmu tadi," ujarnya tersenyum sinis sambil mengeluarkan kartunya.
"Hidup itu harus santai, setidaknya aku juga pernah mengalahkanmu sehingga aku menang 500.000.000.000 dan bisa beli yang aku mau," ejek Sultan sambil mencibir.
"Sialan!" ujarnya marah.
Mereka pun bermain, kali ini Sultan menang.
Sultan tertawa dan Tedi juga bersorak bahagia, dan juga sorak dan tawa suka cita dari pendukung Sultan meskipun jauh ratusan kilo meter di sana.
Putaran selanjutnya.
Kali ini Sultan menang lagi.
Menang lagi.
Menang lagi
Lagi.
Lagi
__ADS_1
Hingga putaran terakhir.
"Sial!" teriak Yohan menghempaskan kartu di meja.
"Hehehe," Sultan dan Tedi tos sambil menyengir.
"Baiklah para Tuan beristirahat sebentar, kami sudah menyediakan tempat peristirahatan yang nyaman untuk kalian sebelum melanjutkan pertandingan," ujar pembawa acara tersebut.
Mereka pun masuk ke bilik yang sudah di sediakan di sana sudah ada makanan dan minuman dan tempat tidur empuk.
"Wah... tempat ini mewah sekali, dan makanan ini sepertinya sangat enak," ujar Tedi mendekati makanan tersebut lalu memakannya.
"Hey... kamu asal makan saja, bagaimana jika meletakkan racun di sana," ujar Sultan memperingati.
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Tedi memuntahkan kembali makanan yang ada di mulutnya.
Sultan mendekati makanan tersebut lalu mengendusnya.
SISTEM
(Aman)
Sultan langsung melahapnya.
"Kamu aja langsung makan," ujar Tedi tak terima dan langsung mengambil sepiring makanan tersebut.
"Tadi kamu kan sudah makan," ujar Sulta duduk di ranjang.
"Kan kamu lihat, makananku nggak habis gara-gara kesal," ujar Tedi manyun.
"Ya udah aku mau istirahat dulu," ujar Sultan baring di tempat tidur.
"Kamu melawan bocah begitu saja kalah, kemana kepandaianmu itu?" tanya sponsor yang mengadakan pertandingan tersebut lepada Yohan.
"Dia tidak mengunakan trik apa pun, ia juga bermain seperti biasanya dan tidak ada kecurangan apa pun dan saya sudah melihat semua sudut rekaman itu, ia bermain hanya mengeluarkan kartu yang ia suka saja," jelas Sponsor itu heran.
"Apa dari temannya?" tanya Yohan curiga.
"Temannya hanya memperhatikan, jika di lihat temannya itu hanya diam dan sambil belajar, tidak terlihat jika ia ahli dalam ini," ujar sponsor itu mendekati jendela.
"Lalu aku harus bagaimana? Aku sudah mengeluarkan apa yang ku bisa," ujar Yohan tak mengerti.
"Sepertinya kita harus sedikit curang, jika tidak, kita akan kalah telak," ujar sponsor tersebut.
"Apa sudah di pikirkan akibatnya?" tanya Yohan mengkerutkan dahinya.
"Ini tidak akan ketahuan karena kita akan memanfaatkan kamera siaran langsung untuk melihat kartu yang pegang oleh lawan, dan para pengawas pemantau akan memberitahu kepadamu kartu yang di pegang dia lewat pendengar ini," ujarnya memberi suatu benda kecil untuk di sumpel di telinganya.
"Aku harap kamu jangan sampai kalah, nama kita di pertaruhkan di sana," ucap sponsor itu keluar dari ruang Yohan dengan kesal.
SISTEM
(Mereka ingin bermain curang)
Sultan langsung terbangun dari baringnya.
SULTAN
(Apa? Curang? Mereka bener-bener ya, jadi apa yang harus kita lakukan)
SISTEM
(Ingat, Tuan hanya perlu melihatkan 1 kartu saja, mereka akan mencuri lihat lewat kamera, jadi Tuan ketika mengeluarkan kartu mencoba untuk menghalangi dengan tubuh atau dengan tangan Tuan, agar tidak terlihat kartu yang lain)
SULTAN
__ADS_1
(Tenang saja, akan aku lakukan dengan sempurna)
"Harap para Tuan untuk segera keluar dari tempat istirahatnya karena pertandingan segera di mulai," ujar pembawa acara.
Sultan dan Tedi keluar dari biliknya dan menuju tempat duduknya tadi. tata ruang seperti tadi tidak ada yang berubah dan kamera yang ada di belakangnya tadi agak sedikit mendekat ke arah pas Sultan duduk.
SISTEM
(Ada kamera kecil pas tepat Tuan biasa memegang kartu)
SULTAN
(Baiklah, aku akan mengagalkan kecurangan mereka dengan menyembunyikan kartu agar mereka tak terlihat)
"Baiklah pertandingan lanjut di mulai," ujar pembawa acara.
Gadis **** itu mengocok kartu dan membagikan kartunya, Sultan mengumpulkan kartu tersebut dan menjadikan satu dan baru membukanya
Sultan melihat sedikit saja dan ia berusaha menyembunyikan kartunya, setelah meletakjan kartu di letakkan ia menutup kartu dengan tangannya.
"Tidak kelihatan, ia menutup kartunya, apa mungkin ia sudah tahu jika kita melakukan kecurangan?" tanya si pemantau. Yohan hanya mengangguk-angguk berusaha untuk memahami permainan Sultan.
Sultan menang.
Menang lagi.
Dan menang lagi.
Sampailah di ronde terakhir, mereka bermian serius dan tetap saja, Sultan menang.
Yohan sangat marah dan menendang meja pertandingan tadi.
"Hehehe... kenapa marah? Melakukan kecurangan masih saja tetap kalah. Haish... sangat sayang sekali ya," ejek Sultan.
Seketika Yohan terdiam, ternyata dia tahu apa yang ia perbuat.
"Dari mana kau tahu?" tanya menyipitkan matanya.
Sultan mendekatinya lalu membuka rambut yang menutupi telinganya.
"Kau memakai ini semacam alat pendengar, kalian para pecundang emang tak pantas menyandang jadi raja judi," ejek Sultan memandang sinis ke arah Yohan.
SISTEM
(Anda 10000% curang karena menggunakan sistem)
SULTAN😜😜
"Baiklah, kami umumkan nama raja judi resmi menjadi milik Tuan Sultan dan ia berhak menerima uang 500.000.000.000!" teriak Pembawa acara, semua penonton bertepuk tangan meriah.
"Kau benar-benar hebat Sultan!" teriak Tedi memeluk sahabatnya itu dengan bangga.
"Tentu saja," ucap Sultan tersenyum atas kemenangannya.
"Silakan Tuan ke ruangan sponsor untuk mengambil uangya," ujar pembawa acara.
"Terima kasih," ucap Sultan mengikuti salah seorang yang membimbingnya masuk ke dalam.
Sesampainya di ruangan tersebut.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH
__ADS_1