
"Ah yang bener? Apa aja yang kamu modif?" tanya Tedi penasaran.
"Banyak, bisa ganti warna otomatis, bisa berlayar di laut dan kemudi otomatis, mengenal Tuannya," jawab Sultan bangga sambil menepuk-nepuk mobilnya dengan lembut.
"Terbang di langit enggak?" tanya Tedi mencibir.
"Besoklah, bagaimana? Kerenkan," ucap Sultan menaik turunkan alisnya.
"Ya ya ya, tapi ngomong-ngomong sejak hari itu Alex merasa bersalah denganmu, dan berniat mengembalikan uang yang bagiannya waktu itu," ucap Tedi memberi tahu.
"Oh, di mana dia?" tanya Sultan mengangkat alisnya.
"Mungkin sudah di dalam ruangan," jawab Tedi mengangkat bahu.
"Terus kamu nggak kembaliin uang yang kamu milikki denganku?" tanya Sultan bercanda.
"Nggak, uang yang udah di tanganku sudah nggak bisa di ganggu gugat," ucap Tedi menyilangkan tangannya.
"Giliran uang cepat banget, Ayo masuk," ajak Sultan. Sultan dan Tedi pun masuk ke ruangannya.
"Sultan," panggil Alex setelah melihat Sultan datang. Sultan pun duduk di dekat Alex.
"Sultan, aku minta maaf atas kejadian kemaren, padahal kamu dah bilang akibatnya tapi aku nggak tau, aku udah ngerasa bersalah sama kamu dan teman-teman lainnya, jadi aku ingin mengembalikan uangnya, aku merasa bersalah menerima uang itu," ucap Alex menundukkan kepala seperti anak kecil ketahuan bohong.
"Kamu ngomong apa sih? Kita semuanya kan Selamat, ambil saja uangnya, kita pergi bersama, berjuang bersama, pulang bersama dan tentu saja menikmati uang bersama," ucap Sultan.
Alex terdiam sesaat. "Ya udah, terima kasih ya Sultan," ucap Alex.
"Oke! Ya udah, kamu jangan nggak enak hati gitu, kita semuakan teman," ucap Sultan tersenyum dan kembali duduk di kursi biasa ia tempati.
Dosen pun masuk ke ruangan dan itu adalah dosen Aurora.
"Baiklah, materi kali ini kita akan membahas tentang tata ruang dan mengenali setiap ruang yang akan kita desainkan," ucap Aurora memulai pembagian materi.
Ting ting
Misi level B
__ADS_1
menolog Seorang mahasiswi yang pingsan karena tak makan di jalan koridor.
Hadiah 20 poin.
Hadiah 200.000.000.
"Buk saya permisi," ucap Sultan mengangkat tangannya.
"Mau ke mana?" tanya Aurora.
"Mau ke toilet, ikut?" ucap Sultan nyengir.
"Pergi sana," ucap Aurora menatapnya sayu kemudian tersenyum.
Sultan berlari menuju koridor dan di sana terlihat seorang mahasiswi yang memegang kepalanya dan memegang tembok di sampingnya.
"Sepertinya dia," ucap Sultan mendekati gadis tersebut.
Gadis itu pun pingsan dan langsung di sambut Sultan agar tidak jatuh ke lantai.
Sultan pun langsung membawanya ke UKS.
"Oh letakkan di sana," ucap penkaga UKS itu cepat.
Sultan membaringkannya di sebuah tempat tidur dan Ibu itu segera memberi pertolongan pertama.
Tak lama kemudian gadis itu membuka matanya. "Bagaimana perasaanmu?" tanya ibu itu.
"Sudah mendingan," jawab gadis itu.
Krucuk!
Krucuk!
Sultan dan ibu itu melihat ke arah suara tersebut, gadis itu langsung menutup perutnya.
Sultan tersenyum. "Kamu pingsan karena kelaparan ya?" tanya Sultan.
__ADS_1
"Eh... i-iya," jawab gadis itu menundukkan kepala karena malu.
"Yuk ikut aku," ajak Sultan.
"Ke mana?" tanya gadis itu.
"Ayo saja," ucap Sultan yang melangkahkan kakinya duluan.
Gadis itu pun mengikutinya.
Sampai di tempat yang agak sepi. "Kamu kenapa belum makan?" tanya Sultan.
"Karena... uang yang di beri ayahku yang seharusnya untuk jajan dan uang kuliahku, tapi malah di ambil oleh ibu tiriku," ucap gadis itu sedih.
Sultan mengangguk-angguk. "Begini saja, aku akan memberimu sejumlah uang, tapi kamu simpan di ATM biar nggak ketahuan, ambilnya pas kamu butuh aja," saran Sultan.
"Ya, aku punya ATM, dan ATMku selalu kosong kok, mereka juga tau kalo ATMku nggak ada isinya," ucap gadis itu.
Sultan melihat kiri kanan, setelah ia pastikan tidak ada orang, ia mengambil uangnya.
"Ini ada sekitar 20.000.000, cepat simpan di tasmu dan pergi ke bank, ini untuk keperluanmu," ucap Sultan menyerahkan uangnya kepada gadis itu.
"Terima kasih, terima kasih," ucap gadis itu membungkukkan badannya.
"Iya sama-sama, cepat pergi sebelum ketahuan orang," saran Sultan.
"Ya, aku pergi sekarang," ucap gadis itu meninggalkan kampus secepatnya. Sultan menatap kepergian gadis itu dengan lega.
"Astaga, diakan belum makan, bagaimana jika dia pingsan lagi, tapi nggak papa, tekadnya sangat kuat, ia bisa mengatasinya sendiri.
"Hey!" teriak seseorang dari belakang menepuk pundak Sultan. Sultan jadi kaget.
"Hm... Kamu, untuk apa kamu di sini?" tanya Sultan dengan manyun.
"Kenapa? Nggak boleh? Ini kampus juga punya kamu, terserah aku mau ada di mana," ucap Ailexa dengan gaya yang menyebalkan menurut Sultan.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH