System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 141


__ADS_3

"Jangan ngintip ya Qayla," ucap Sultan bercanda.


"Kamu jangan aneh-aneh deh," ucap Qayla tertawa.


Sultan mengantikan pakaiannya, meskipun tempat duduknya ikutan basah dan baju yang tadi ia memasukkannya ke dalam paper bag.


Sultan menatap wajah Qayla dari balik jendela, ia tak pernah bertemu dengan gadis yang dewasa seperti Qayla, mandiri, cantik dan tidak lemah, biasanya para gadis jika di hadapan para lelaki, ia akan cari perhatian, genit, minta di lindungi, minta di manja, suka merengek dan lain-lain. Qayla sangat berbeda, ia biasa saja dan tidak mencuri perhatian, perawakan lembut dan suka tersenyum, tapi jika di hapan musuh ia sangat sadis, benar-benar mengerikan.


"Qayla tunggu aku ya, semoga secepatnya kau menjadi kekasihku," ucap Sultan tersenyum.


"Qayla, aku sudah siap, ayo masuk," ajak Sultan membukakan pintu mobil untuk Qayla.


"Terima kasih," ucap Qayla masuk mobil Sultan.


Hari ini Sultan menghabiskan waktu dengan Qayla berdua, main kejaran di pantai, bikin istana pasir, foto bareng, makan di restoran seafood, bercanda ria, duduk di tepi pantai hingga mata hari terbenam.


"Mataharinya sangat indah, tapi sayang hanya sebentar," ucap Qayla.


"Maka dari itu jangan jadi matahari," sambung Sultan melihat wajah Qayla dengan rambut yang melambai-lambai di terpa angin sepoi-sepoi dari arah laut.


"Lalu?"


"jadilah siang dan malamku," ucap Sultan.


"Becanda aja kamu," jawab Qayla tertawa.


"Qayla, kamu punya pacar?" tanya Sultan.


"Hm... nggak, kenapa?" Qayla balik bertanya.


"Tidak ada, Syukurlah jika gitu," ucap Sultan pelan.


"Hm?"


"Eh, bukan apa-apa," ujar Sultan mengeleng kepala cepat.


"Udah malam pulang yuk," ajak Qayla.

__ADS_1


"Oh kamu ingin pulang?" tanya Sultan.


"Iya, kamu kan juga butuh istirahat," ucap Qayla.


"Kamu perhatian sekali," ucap Sultan. Qayla hanya tersenyum tipis.


"Ayo," ajak Sultan yang berdiri duluan dan mengulurkan tangannya menyambut Qayla.


Qayla meraih tangan Sultan dan ia juga berdiri. Mereka pun pulang. Sulan pun mengantar Qayla pulang terlebih dahulu.


Sesampainya di rumah Qayla.


"Makasih udah nganter pulang," ucap Qayla.


"Sama-sama, meet istirahat, mimpi yang indah ya Qayla," ucap Sultan tersenyum.


"Terima kasih," ucap Qayla membalas senyum Sultan.


Qayla pun turun dari mobil dan melambaikan tangannya. "Dadah," ucap Qayla.


"Dadah, sampai ketemu lagi," ucap Sultan. Sultan memutar mobilnya dan lalu pergi.


"Yang ini berapaan?" tanya Sultan.


"Yang ini 12.000.000," jawab pemilik konter.


"Aku ingin ponsel yang pengeluaran terbaru, kalau bisa yang edisi terbatas," pinta Sultan.


"Nggak ada Bang kalo edisi terbatas, yang ada yang ini, kalo ini emang nggak edisi terbatas, tapi ponsel paling mahal," ujar pemilik konter memperlihatkan ponselnya.


"Berapaan?"


"100.000.000," jawab pemilik konter.


"Ya udah, aku mau yang ini," ucap Sultan.


"Baiklah," ucap pemilik konter membungkus ponsel tersebut dan Sultan pun menyerahkan uangnya kepada pemilik konter.

__ADS_1


Ting ting


Hadiah Anda di kurangi 100.000.000


Sisa hadiah Anda 4.791.248.000.000.


Sultan kembali pulang kerumah dan mendapati ibunya yang masih menonton tv.


"Ibu belum tidur?" tanya Sultan.


"Belum ngantuk," jawab Ibu.


"Oh ya Ibu, gimana dengan pak Mannya udah selesai?" tanya Sultan duduk di sofa berdampingan dengan ibunya.


"Sudah, tapi mana duitnya?" tanya Ibu.


"Iya, bilang sama pak Man, kamarku tolong di besarin lagi dan bobok tembok dan pintu sebelah sini aja, sisanya nggak usah, dan juga bilang padanya jangan sentuh apa pun barang milikku jika seandainya aku tidak di rumah ya Bu," pesan Sultan mengambil uang di sistemnya saat ibu fokus melihat ke tv.


"Nih Uangnya," ujar Sultan meletakkan uang 1.000.000.000.000 di atas meja.


"Ini banyak sekali Sultan," ucap ibu kaget dengan uang yang menumpuk di atas meja.


"Sebagian ibu simpan, sebagian untuk beli bahan bangunan dan juga upah tukang, pokoknya ibu pandai-pandailah, tapi bilang, jangan pake bata, tapi matrial yang kuatlah seperti batako, atau apalah itu, dia lebih tahu pokoknya, masalah gaji bayar di muka dulu biar mereka semangat. Dan juga tolong bayar karyawan di perusahaan Bu," ucap Sultan kembali meletakkan uang 791.248.000.000.


"Yang ini saja sudah cukup, untuk apa kamu tambah lagi, di mana ibu akan menyimpan uangnya," ujar ibu panik.


"Ibu bisa menidurkannya di atas kasur, mereka pasti berfikir jika itu bukan uang asli," ujar Sultan tertawa.


"Ya dan mereka pasti menganggap ibu sudah gila," ujar ibu manyun.


"Katakan pada Pak Man minta di buatkan brangkas yang dindingnya tahan api," saran Sultan.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


mampir ke karyaku (System Miliyader)


__ADS_2