
"Sepertinya Tedi masih tidur," ujar Sultan.
Sultan kembali menelpon Tedi dan panggilan kedua, Tedi mengangkatnya.
"Halo," jawab Tedi.
"Kamu di mana?" tanya Sultan.
"Di rumah, ada apa?" Tedi balik bertanya meskipun ia dalam keadaan mengantuk.
"Aku sekarang di dasar jurang bersama Qayla, bisa kau membantuku sesuatu?" tanya Sultan meskipun ucapan Sultan terputus-putus, Tedi berusaha memahaminya.
"Apaaa! Kamu kenapa bisa di jurang? Bagaimana aku bisa membantumu," ucap Tedi bangun seketika.
"Tolong bawakan tali, tapi sebelum sampai kelokasi pastikan tidak ada orang di jembatan, jika ada maka beri tahu aku," ucap Sultan.
"Baiklah jika begitu," ucap Yedi mematikan panggilannya.
Sultan mengirim lokasinya saat ini dan Yedi mencari tali yang kokoh dan panjang lalu memasukkan kedalam mobillnya dan melaju arah tujuannya.
Sesampainya di sana, ada beberapa orang menunggu di jalanan dan mobil Tedi di stop.
Tok!
Tok!
Tok!
Seseorang mengetok kqca jendela mobil Yedi.
"Apa ini orang yang di maksud, aku harus apa ya biar nggak di curigai? Apa aku pura-pura mabuk saja," ucap Yedi dalam hati.
__ADS_1
"Hm... Ada apa?" tanya Yedi pura-pura tidak sadarkan diri.
"Sepertinya dia bukan temannya, dia terlihat orang mabuk," ucap temannya.
"Bisakah Anda putar balil?" tanya pria itu.
"Hm... putar kemana?" tanya Tedi dengan mata yang sengaja ia sipitkan.
"Putar ke arah sana, balik belakang," ucap Pria itu berusaha menjelaskan.
"Aku mengantuk, bolehkah aku tidur di sini," jawab Tedi.
"Bisakah Anda putar balik sekarang," ucap pria itu menahan emosinya.
"Zzzzzzzzzz..." Tedi pura-pura tidur.
"Sialan, Dia malah tidur di sini," ucap Pria itu.
"Iya, sepertinya ia sangat mengantuk," jawab temannya.
Mereka meninggalkan Tedi dan kembali berjaga.
"Hehehe... emang kalian pikir aku diam gitu saja," ucap Tedi perlahan-lahan menutup kaca jendela mobilnya lalu pindah tempat.
Tedi mengirim pesan kepada Sultan.
Sultan, aku sudah sampai di tempat, aku akan menurunkan talinya dan carilah ujung talinya, jika kau sudah mendapatkannya maka gerakkan perlahan-lahan talinya, aku akan menarikmu mengunakan mobilku.
Tedi pun melempar talinya ke jurang dengan pelan-pelan, berhubungan agak gelap jadi tidak terlalu kelihatan.m
Sultan menerima pesannya.
__ADS_1
"Ayo Qayla, Tedi sudah datang dan dia sudah melemparkan talinya, kita akan mencari talinya.
Sultan tidak berani menghidupkan lampu senter ponselnya, mereka akan jika ada cahaya dari dasar jurang dan mereka mencari dalam kegelapan.
"Aduh!" teriak Qayla.
"Kenapa Qayla?" tanya Sultan mendekati Qayla.
"Tidak tahu apa yang di kepalaku ini," ucap Qayla.
Sultan memegangnya. "Ini talinya," ucap Sultan.
Sultan mengoyangkan talinya dengan pelan dan memeluk Qayla. "Pegang yang erat," ujar Sultan sedangkan tangannya di sebelahnya memegang tali.
Pelan-pelan tali itu naik.
"Hay bos, aku pergi dulu ya, mengantukku sudah hilang," ucap Tedi menginjak remnya dan menyetir pelan-pelan.
"Apa secepat itu bangunnya dari mabuknya?" tanya teman merasa heran.
"Mungkin dia mabuknya tidak terlalu berat," jawab temannya yang tidak terlalu peduli.
Mobil Yedi menjauh secara pelahan sedangakan tali yang di tarik tadi mengikuti arah mobil Tedi pergi.
Setelah agak jauh dari pandangan penjaga itu. Tedi menarik talinya, ia mengikatnya di mobil dan perlahan tali itu naik.
Bersambung
Jangan lupalike vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1