
Sesampainya di rumah.
"Sultan sudah pulang kamu?" Tanya Ibu yang terbangun dari tidurnya larena terdengan Sultan buka pintu.
"Eh, iya," jawab Sultan.
"Terus mana pesanan Ibu?" Tanya Ibu melihat ke arah tangan Sultan yang kosong.
"Pesan Apa?" Tanya Sultan yang tidak ingat karena masalah tadi.
"Ibu pesan balsem, mana?" Tanya ibu mengulurkan tangannya.
"Eh... aku lupa Bu, bentar aku pergi lagi," ucap Sultan kembali ke mobilnya dan mencari warung yang masih buka.
Akhirnya ia menemukannya juga warung yang masih buka di tengah malam.
"Buk ada balsem?" Tanya Sultan kpada pemilik warung.
"Ada," jawab pemilik warung dengan wajah masamnya.
"1 ya Buk," pesan Sultan.
"Ya," ibu itu pun mengambilnya.
"Berapa Buk?"
"5000," jawabnya dengan wajah datar.
Sultan mengeluarkan uang 100.000.
"Nggak ada uang kecil," jawabnya seperti patung.
Sultan pun memberinya uang 50.000.
"Nggak ada uang kecil," jawab ibu itu datar.
"Ambil aja," jawab Sultan kesal. Ia pun menuju mobilnya. "Itu penjual nggak afa manis-manisnya, pantesan jual sampe malam karena jualannya nggak laku," omel Sultan.
Ia pun bergegas pulang ke rumah dan ketika sampai di rumah, ibunya malah udah tidur.
"Ya udah, aku taro di sini aja deh," ucap Sultan meletakkan di meja sofanya.
xxx
Ke esokan paginya, seperti biasa Sultan berangkat kuliah.
Baru saja Sultan mau berangkat Qayla dateng ke rumahnya.
"Sultan mau berangkat kuliah?" Tanya Qayla yang tersenyum keluar dari mobilnya.
"Qayla," sapa Sultan yang berdiri di samping mobilnya. "Kamu dari tadi senyum aja, apa ada yang salah denganku?" Tanya Sultan juga ikut tersenyum.
"Nggak," jawab Qayla yang menahan tawa.
"Bohong, pasti ada sesuatukan?" Tanya Sultan lagi.
Dan akhirnya Qayla tak bisa menahan tawanya dan tawanya sangat renyah di telinga Sultan.
"Ada sih?" Tanya Sultan penasaran yang juga ikut Senyum-senyum.
Karena tak tahan dengan rahasianya lagi, Qayla mengambil ponsel di kantong celananya dan memeperlihatkan foto di ponselnya.
Sultan langsung terdiam melihat dirinya yang posisi tidur terkangkang dan wajah seperti kucing.
"Ini pasti kerjaan Tedi," ucapnya geram dalam hati.
"Qayla, bisa nggak kamu hapus fotonya," pinta Sultan yang tersipu malu.
__ADS_1
"Hm... nggak, jarang-jarang ada foto unikmu seperti ini, biasanya aku hanya melihatmu yang keren begini," jawab Qayla sambil membuatnya foto walpaper.
"Nih, udah ku jadikan foto walpaper," ujar Qayla memperlihatkan fotonya di ponselnya.
"Qaylaaaaa, plissss, tolong hapus donk fotonya," ujar Sultan memohon sambil mengatup ke dua tangannya.
"Ini foto lucu, sayang mau di hapus," jawab Qayla mengeleng kepala sambil tersenyum.
"Qaylaaa!" Teriak Sultan sambil mengejar Qayla dan Qayla pun lari sambil tertawa.
Tak sengaja Qayla tersandung dengan kakinya sendiri, dan Sultan malah menabrak tubuh Qayla. Dan mereka pun saling bertatapan.
"Kalian ngapain?" Tanya ibu yang keluar dari rumahnya.
Seketika canggung.
"Nggak ada, aku mau berangkat kuliah," ucap Sultan langsung masuk mobilnya dan bergerak menjauhi rumahnya.
"Eh Tante, udah siap-siap?" Tanya Qayla sambil mengibasi bajunya yang terkena tanah.
"Udah," angguk Ibu.
Mereka juga segera berangkat ke perusahaan.
Sesampai di kampus, Sultan langsung mencari Tedi. Ternyata Tedi sedang asik makan di kantin.
Sultan pun memukul pundak Tedi sampai makanannya keluar dari mulutnya.
"Astaga! Nggak lihat orang lagi makan!" Serga Tedi.
"Kenapa nggak mati keselek aja kamu," sumpah Sultan kesal.
"Kenapa kamu?" Tanya Tedi ketika melihat raut wajah Sultan.
"Kenapa kamu bilang! Siapa yang udah kirimi foto aku tidur dengan wajah kucing sama Qayla," jawab Sultan kesal.
"Oh sepertinya kau sangat bahagia? Sepertinya kai tidak khawatir lagi masalah batu itu?" Tanya Sultan sambil melipat tangan.
Seketika wajah Tedi berubah.
Ting ting.
Misi level B
3 orang mahasiswa mengangguk seorang mahasiswi karena mahasiswi itu tidak menyukainya di halaman belakang.
Hadiah 20 poin.
Hadiah 60.000.000
"Aku akan lepaskan kamu sekarang, lihat saja kau nanti," ancam Sultan.
"Hey mau kemana?" Tanya Tedi. Sultan tidak mengubrisnya dan berlari ke arah sana.
Tedi pun ingin mengikuti Sultan.
"Hey bayar dulu," ujar pemilik kantin.
"Iya," jawab Tedi meletakkan uang 50.000 di atas meja dan kembali mengejar Sultan.
"Hey Sultan tunggu!" Teriak Tedi.
Sesampainya di halaman belakang Sultan mencari tempat pojokan yang biasa tempat orang pacaran. Di sana ada gedung terbengkalai biasa tempat muda mudi bermain.
"Hey apa yang kalian lakukan!" Teriak Sultan ketika mendapati 3 orang yang sedang mengepung seorang gadis.
Para pria itu pun melihat ke arah Sultan dan ternyata yang mereka usili adalah Ailexa.
__ADS_1
"Oh maaf menganggu, sila lanjutkan," ucap Sultan pura-pura nggak peduli.
"Sultan! Tolongi aku donk!" Teriak Ailexa.
"Minta tolong sama temanmu yang lain," jawab Sultan pergi meninggalkannya.
"Sultan! Jika kau menolongku, aku akan memberikan apa pun yang kau mau," ucap Ailexa berharap.
"Aku bukan pahlawanmu, minta tolong sama orang lain," ucap Sultan.
"Aku mohon Sultan," ujar Ailexa dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu nggak membantunya?" Tanya Tedi.
"Biarkan saja," jawab Sultan cuek.
"Percuma kamu teriak, ada pun orang tapi tetap mereka tidak mau menolongmu," ucap pria itu.
"Lepaskan!" Teriak Ailexa tak terima dengan prilaku mereka.
"Teriak saja sesukamu," ujar pria itu tersenyum mesumnya.
Ailexa menangis karena para pria itu mulai beraksi. Terdengar suara rintihan Ailexa yang tak terima sambil meronta-ronta.
Sultan pun menghantam para pria itu dengan batu bata dan menendangnya ke samping. Dan para pria itu pingsan seketika.
Ailexa terperanggah melihat Sultan datang membantunya.
Sultan pun langsung pergi tanpa berkata meninggalkan Ailexa tanpa harus mengulurkan tangan untuk membantunya bangun.
"Jangan mentang-mentang kamu membantuku, aku tidak akan berterima kasih padamu," ucap Ailexa pergi sambil menyenggol Sultan.
"Itu gadis kok songong bangat ya," ucap Tedi sebal.
"Nggak tau aku dia punya dendam apa samaku," ucap Sultan mengangkat bahunya sambil menatap kepergian Ailexa.
"Semoga saja dia tidak terjadi apa-apa lagi dengannya," ucap Sultan.
"Kamu malah mendoakan yang baik untuknya," ujar Tedi menatap Sultan.
"Ya, karena jika terjadi lagi, aku merasa bersalah jika tidak membantunya," angguk Sultan.
"Temanku ini memang is the best deh pokonya," ucap Tedi merangkul punda Sultan sambil tertawa.
"Jangan kau pikir aku akan melupakan kejadian tadi ya," ucap Sultan menatap tajam Tedi.
"Iya maaf Sultan," ucap Tedi memohon.
"Awas saja jika buat sekali lagi," ancam Sultan.
"Oke! Oke! Aku nggak buat lagi," jawab Tedi ketakutan.
Ting ting
Misi selesai.
Anda mendapat Mendapatkan 20 poin.
Poin Anda menjadi 282
Selamat Anda mendapatkan hadiah 60.000.000
Hadiah Anda menjadi 1.420.000.000
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
__ADS_1
TERIMA KASIH