
Ting ting
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 800 poin
Poin Anda menjadi 1340 poin
Selamat Anda mendapatkan 2.000.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 8.003.750.000.000
Sultan pun bangun dan ia pun bangun dan kemudian masuk ke dalam lab yang sudah di hancurkan itu.
Sultan melihat isi dalam lab itu, ada manusia setengah mutan, tapi ia sudah tak bernyawa lagin karena tabung kacanya di hancurkan membuat ia tak bisa bernafas dan berkembang lagi.
Semuanya peralatannya canggih sayangnya di di hancurkan begitu saja.
Sultan tak sengaja menyenggol patung kecil sebagai hiasan meja dan tiba-tiba pintu rahasia itu terbuka.
Sultan masuk ke dalam ruangan itu, ada sosok pria yang terbaring di tempat tidur khusus.
"Ini bukannya pria ada di foto yang di berikan oleh Aurora?" tanya Sultan melihat wajah pria itu.
SISTEM
(Tuan, data sistem dan orang ini sangat akurat)
__ADS_1
SULTAN
(Apa yang harus aku lakukan)
SISTEM
(Anda bisa mencabut peralatan yang ada di tubuh orang ini lalu tekan tombol merah itu di leher bagian belakang.)
Sultan berhati-hati mencabut peralatan yang ada di tubuh pria itu, kira-kira ia sudah yakin, Sultan pun menekan tombol merah yang ada di leher bagian belakangnya.
Tiba-tiba saja tombol itu membuat kejutan jantung agar berdetak kembali.
Perlahan-lahan jantungnya kembali berdetak. "Astaga! Dia hidup, dia hidup!" ucap Sultan panik.
Sultan memeriksa detak jantungnya dan itu normal. "Hm... aku harus ngapain ya, nungguin dia sadar? Tapi kapan sadarnya? Aku harus melakukan sesuatu," ucap Sultan mencari sesuatu agar bisa menyadarkannya.
Sultan menemukan napan besi sebagai tempat pembawa obat. Tanpa pikir panjang lagi, Sultan mengadu kedua napan itu hingga menghasilkan suara yang sangat menyaring.
Pria itu perlahan-lahan membuka matanya melihat kembali dunia setelah lama ia tertidur.
"Bagaimana keadaan Bapak? apa ada perasaan yang tidak enak?" tanya Sultan.
"Ka-kamu si-siapa?" tanya pria itu gagap.
"Aku Sultan, Bapak siapa?" tanya Sultan.
"Aku... aku...,"
__ADS_1
"Ya sudah, bapak di sini saja dulu, aku akan mengambil air minum sebentar," ucap Sultan berlari ke lab kemudian menuju dapur, Sultan mengambil segelas air lalu berlari menuju kembali ke ruangan tadi lalu memberikannya kepada bapak tersebut.
Bapak itu minum.
"Kamu cepatlah lari atau dia akan membunuhmu," ucap pria itu.
"Maksudnya kepala organisasi itu? Dia sudah mati," ucap Sultan.
"Apa benar begitu? Tidak mungkin, tapi dia sangat kuat setelah ia mencuri sedikit data yang ku buat," ucap pria itu tak percaya.
"Maksudnya kau yang membuat data-data teknologi tinggi itu menjadi kuat?" tanya Sultan.
"Iya, aku sudah membuat suatu teknologi canggih dan ia malah mencurinya karena aku tidak setuju ia menggunakannya untuk kejahatan," jelas bapak itu.
"Kalau sistem itu?" tanya Sultan.
"Eh, dari mana kau tahu tentang sistem itu?" tanya pria itu kaget.
"Karena aku memilikinya," jawab Sultan.
"Kamu? Tidak mungkin," ucap pria itu kaget. Ia menitikkan air mata.
"Iya aku memilikinya, apa kau yang sudah menciptakannya?" tanya Sultan.
"Iya, aku yang membuatnya dan juga aku sudah memasukkan DNA anakku, apa kau anakku?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca.
BERSAMBUNG
__ADS_1