
"Tadinya ada salah satu karyawan yang korupsi uang perusahaan, aku sih tidak masalah jika mereka korupai bersama, paling potong gaji, sayangnya dia hanya korupsi sendirian dan itu atas perintah pacarnya, mana aku terima," jawab Sultan.
"Maafkan aku Sultan, aku yang tidak perhatian dengan perusahaan ini," ucap Qayla bersuara.
"Hm... nggak apa-apa, aku kan nggak nyalahin kamu," ucap Sultan. Ia kembali melihat laptopnya. Qayla ingin bicara pun menjadi canggung.
"Nomor kamu kenapa nggak aktiv, di telpon payah banget," omel Tedi.
"Aku nggak ada lihat ponselku, mungkin habis batre, dan juga habis ngaterin Ayah sama Ibu kebandara aku langsung di sini, ngurus perusahaanku, masih ada 2 perusahaan lagi yang belum di lihat, takutnya ada bermasalah lagi," jawab Sultan.
"Ooh gitu, kayaknya sibuk banget kamu hari ini?" tanya Tedi.
"Iya, ini aja selesainya entah kapan, aku minta selesai hari ini juga, mungkin besok aku nggak masuk kuliah lagi, mau ngurus yang dua perusahaan itu lagi," jawab Sultan.
Qayla diam-diam pergi, ia merasa tak di butuhkan lagi, ia langsung masuk mobil dan pergi begitu saja.
"Lho Qayla main kabur aja, padahal dia yang pusing keliling mau nyariin kamu," ucap Tedi melihat mobil Qayla melaju pergi.
Sultan hanya terdiam melihat kepergian Qayla tanpa mencegahnya.
__ADS_1
"Kalian sebenarnya kenapa sih? Ada masalah? Perasaan kemarin-kemarin masih baik-baik aja?" tanya Tedi penasaran dengan perubahan mereka berdua.
"Masalah? Aku nggak punya masalah apa pun dengannya, cuman aku...," Sultan terdiam, jika di ingat kejadian tadi malam ia sebenarnya harus merasa senang atau sedih.
"Aku apa? Kau pasti sudah menggantung hubungan kalian kan? Lihatlah dia yang ke sana kemari mencarimu, sedangkan kau nggak ada respon apa pun, kamu tuh udah ngasih harapan ke dia, kalo nggak suka bilang nggak suka, biar gantian aku yang maju ke depan," ucap Tedi.
"Apa kau mau maju ke depan jika dia sudah punya seseorang di hatinya?" tanya Sultan.
"Kalau dia sudah punya seseorang nanti kita yang malah jadi plakor, eh tunggu, maksudmu Qayla sudah punya pacar? Dan pria itu bukan kamu?" tanya Tedi penasaran.
"Entahlah, apa itu terlihat jelas," ucap Sultan.
"Aku juga nggak tau kenapa dia tiba-tiba pergi, apa aku juga melakukan kesalahan padanya?" tanya Sultan tak mengerti.
"Perempuan emang sensitif, kamu aja yang nggak ngerti," jawab Tedi.
"Bukannya dia tadi malam jalan sama pria, seharusnya aku yang sensitif, kenapa dia?" tanya Sultan dalam hati.
"Tuan, ini pemasangan atapnya hampir selesai, jadi apa yang harus di lakukan lagi?" tanya karyawannya.
__ADS_1
"Setelah selesai ya sudah, kita pasang pintu Roller aja setelah ini habis pemasangan tembok sudah selesai, besok plasteran dan pengecetan 2 hari lagi kembali lanjutkan penjualan kembali," jawab Sultan.
"Tapi Tuan kalau tidak berjualan apa omset kita akan turun?" tanya sekretarisnya.
"Tidak masalah, aku akan menambahkan biayanya," ucap Sultan.
"Baiklah jika begitu Tuan," ucap sekretarianya.
"Oh ya, tolong kamu handle tempat ini ya, aku mau pulang, kalau ada apa-apa kasih tau langsung, jika ini sudah selesai, kalian boleh pulang," ucap Sultan.
"Baik Tuan," angguk sekretarisnya.
"Kamu mau pulang nggak, atau mau tinggal di sini?" tanya Sultan.
"Ya udah aku mau keperusahaanku dulu, maklum sekarang udah jadi bos," ucap Tedi tertawa.
Bersambung jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1