System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 247


__ADS_3

"Hm... tapi aku harus pergi setelah mandi," ucap Sultan.


"Kemana?" tanya Sarah penasaran.


"Hm... aku mau ke rumah sakit," jawab Sultan datar.


"Boleh aku ikut," ujar Sarah berharap.


"Jaga orang sakit, kamu mau?" tanya Sultan.


"Tidak apa-apa, asal aku dekat denganmu," ucap Sarah pelan sambil menundukkan kepala.


"Oh ya sudah," ucap Sultan masuk ke rumahnya dan ia pun langsung ke kamarnya.


Sultan mengambil handuk dan segera masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai, Sultan pun keluar.


"Astaga! Kenapa kamu di kamarku?" tanya Sultan kaget, karena ia pikir Sarah menunggunya di ruang tamu.


"Aku ingin melihat kamarmu," ucap Sarah.


"Jika begitu, bolehkah kamu keluar sebentar, aku ingin bertukar pakaian," ucap Sultan.


Sarah langsung memeluknya.


"Sultan, sudikah kau kembali padaku, aku masih mencintaimu," ucap Sarah memeluk Sultan erat.


Sultan melepaskan pelukan Sarah. "Sarah, sudah aku katakan, aku sudah tidak mencintaimu lagi, aku menganggapmu sebagai teman, dan itu saja," ucap Sultan.


"Apa di hatimu tidak ada sepercikpun rasa cinta kepadaku? Kenapa kita tidak memulainya dari awal lagi," ucap Sarah.

__ADS_1


"Sayang sekali, aku sudah mengenalmu sifatmu terlebih dahulu," ucap Sarah.


Terlihat Sarah sangat sedih dan ia pun keluar dari kamar Sultan.


Sultan langsung berganti pakaian, dan ia pun keluar lagi dan ia kaget karena Sarah masih di sana.


"Aku ikut kamu ke rumah sakit," ucap Sarah.


"Ya udah," ucap Sultan yang langsung menuju mobilnya.


Sarah pun mengikutinya dan bergegas membuka pintu mobil Sultan dan masuk.


Sultan melajukan mobilnya menuju rumah sakit, di sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam, Sultan lagi malas untuk berbicara.


Sultan berhenti di sebuah restoran dan memarkirnya, Sarah sangat senang karena ia berfikir jika ia di bawa makan di sini.


"Kamu tunggu di dalam mobil aja, aku ke dalam sebentar," ucap Sultan yang langsung keluar dan masuk ke dalam restoran.


"Kalau mampir ke restoran bukannya makan? Kenapa aku di suruh menunggu di sini?" tanya Sarah heran. Namun ia tetap bersabar.


"Kamu udah makan belum?" tanya Sultan masuk ke dalam mobilnya dan meletakkan makanan tersebut di samping kursinya.


"Belum," jawab Sarah.


"Ya udah, kita makan di rumah sakit aja nanti," ucap Sultan.


Sarah mengangguk meskipun sedikit kecewa.


Mereka kembali menuju rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit, Sultan turun. "Ayo turun," ajak Sultan dan Sarah mengikutinya.

__ADS_1


Sultan membuka pintu ruangan tersebut, Sarah sangat terkejut ketika melihat seorang wanita yang cantik di sana sambil main laptop.


"Ayo masuk," ajak Sultan dan dengan berjalan pelan, Sarah masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Siapa?" tanya Qayla kepada Sultan.


"Oh dia teman kampus aku, juga temannya Almarhumah Michela," jelas Sultan


"Ohh," Qayla mengangguk.


"Qayla," ucap Qayla memperkenalkan diri mengulurkan tangannya.


"Sarah," ucap Sarah menjabat tangannya Qayla.


"Siapanya Sultan?" tanya Sarah.


"Hm... sekretaris pribadi," jawab Qayla melihat ke arah Sultan.


"Oh hanya sekretaris," ucap Sarah lega.


Sultan mengangkat alisnya mendengar ucapan Sarah.


"Ini Ibu michela sakit apa?" tanya Sarah melihat wajah ibu Michela.


"Depresi," jawab Sultan.


"Wajar saja sih, dia baru saja kehilangan anaknya, ia pasti sangat terpukul kejadian itu, tapi Sekarang ia tertidur lelap, semoga saja besok paginya ia bangun dengan tersenyum," ucap Sarah.


"Iya, semoga saja," ucap Qayla mengangguk.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2