System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 229


__ADS_3

"Aaaaaaaa...," jerit Qayla ketakutan dan Sultan menutup mata Qayla.


Gunakan poin untuk mendarat dengan aman.


Memindai...


Loading...


Mulai...


10%...


20%...


30%...


50%...


60%...


70%...


80%...


90%...


100%...


Selesai


Poin Anda di potong 30 poin


Sisa poin Anda 400 poin.


Duarrrrrrrrrrrrr!


Mobil kesayangan Sultan pun meledak dengan dasyat dan kapnya terbang oleh semburan api tersebut beserta mesinnya.


"Suqay... selamat tinggal" ucap Sultan ia memejamkan matanya, Sultan sangat sedih, terlalu banyak kenangan bersama Suqay yang selalu menemani perjalanannya saat menghacurkan organisasi hitam itu. Dan sekarang ia malah hancur di tempat yang tidak termasuk berbahaya di bandingkan negara B waktu itu.


Setelah sampai di dasar jurang, perlahan-lahan mereka mendarat dan Sultan menjulurkan kakinya terlebih dahulu. Lalu membopong Qayla.

__ADS_1


"Kita sudah sampai," ucap Sultan.


"Gelap sekali," ucap Qayla dan ia di turnkan oleh Sultan.


"Iya, ini juga karena hampir malam dan kita sudah di dasar jurang yang jauh dari jangkauan cahaya," jawab Sultan.


"Bagaimana kita naik?" tanya Qayla melihat sekeliling yang hanya ada dinding yang terjel.


"Kamu usah pikirkan itu dulu, yang penting sekarang kita akan mencari tempat tidur saja malam ini, cahaya pagi akan masuk di tempat ini, hanya saja jika tengah hari atau sore, matahari akan tertutup oleh dinding terjal ini," ucap Sultan melihat dinding-dinding jurang itu.


Mereka menemukan sedikit goa yang dangkal Sultan menutup dengan bebatuan agar ia menghidupkan api cahayanya tidak keluar dan terlihat oleh orang dari atas.


Gunakan poin untuk membuat api


Memuat...


Loading....


Mulai.


10%...


20%...


30%...


50%...


60%...


70%...


80%...


90%...


100%...


Selesai.


Poin Anda di potong 2 poin

__ADS_1


Sisa poin Anda 398 poin.


Api pun menyala dan terlihatlah di sekeliling dengan cahaya api unggun.


"Lho? Api ini aneh, kenapa bisa hidup hanya di tanah?" ucap Qayla heran.


"Itulah bedanya aku dan orang lain," ucao Sultan bangga.


"Hm... tidak apa-apakan jika kita tidur di sini?" tanya Sultan.


"Nggak apa-apa," angguk Qayla.


Mereka berdua duduk di dekat api unggun bersama agar mengatur suhu tubuhnya.


"Sultan, apa ada musuhmu yang lain yang ingin menghancurkanmu?" tanya Qayla.


"Hm... setelah aku menghancurkan organisasi hitam itu, aku rasa aku tidak musuh besar lagi, mereka yang hanya preman kecil mana punya pemikiran seperti ini, dan juga mereka mana punya uang untuk menyewa atau bahkan membeli mobil tronton besar seperti itu," jawab Sultan.


"Iya, tadi itu 3 mobil tronton baru semua, sepertinya mereka sudah menyediakan itu untuk melenyapkanmu dan juga mereka bisa menghilangkan buktinya di sana, aku takut jika ada musuhmu yang lain yang akan melukaimu," ucap Qayla khawatir.


"Aku akan mencari tahu nanti, jadi untuk sementara kita bermalam di sini saja dulu, agar mereka berfikir jika kita sudah mati, oleh ledakan tadi," ucap Sultan.


"Baiklah jika begitu," angguk Qayla.


"Jika kau mengantuk tidurlah terlebih dahulu, biarkan aku yang berjaga," ucap Sultan.


"Mataku belum mengantuk," ucap Qayla.


Namun mata Qayla sudah terlihat sayup.


"Gadis ini, lain di hati lain di mulut," ucap Sultan dalam hati sambil tersenyum.


Sultan memegang kepala Qayla dan meletakkannya di pahanya dan ia membuka jasnya lalu menyelimuti Qayla.


"Maafkan aku Qayla, aku membawamu dalam situasi yang sulit," lirih Sultan menatap wajah cantik Qayla.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen danhadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2