System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 138


__ADS_3

"Ayo pulang," ajak Dirga kepada pengawalnya. Mereka menuju mobilnya.


Tiba-tiba Sultan keluar dari dalam mobil Dirga dan membuatnya terkejut.


"Aku tidak menyangka kau sangat baik hati," ucap Sultan tersenyum sambil melihat ke depan lalu melihat ke arah Dirga.


"Aku tidak berbaik hati dengan orang yang sudah membuatku cacat, hanya saja aku ingin menyelamatkan diriku kedua kalinya, jika aku mengatakannya kau dengan mudahnya membunuhku," ucap Dirga dengan wajah datar.


"Baiklah, jika begitu tapi aku harus tetap berterima kasih untukmu hari ini," ucap Sultan memutar badannya dan keluar dari mobil Dirga.


"Sialan! Aku akan membunuhnya suatu hari nanti!" ucap Dirga geram.


Ting ting


Misi level D


Membantu seorang gadis yang akan di bunuh oleh sekelompok pria di barat daya kota J.


Hadiah 40 poin.


Hadiah 800.000.000.


Sultan pun pergi ke arah yang di tuju.


Peringatan!


Peringatan!


Seseorang membuntuti Tuan

__ADS_1


Sultan melihat dari kaca spionnya dan terlihat 1 mobil mengikutinya.


Sultan tersenyum menyunggingkan sudut bibirnya. "Sepertinya dia sangat penasaran dengan kesibukannku," ucap Sultan.


Sultan bisa saja mengantikan perubahan mobilnya tapi biarkan ia lihat apa yang akan ia lakukan.


Sesampainya di tempat tujuan Sultan masuk ke dalam gudang yang tak terpakai lagi dan terlihatlah 5 orang pria yang sedang mengikat seorang gadis.


"Hey," panggil Sultan.


Mereka melihat ke arah datangnya suara tersebut.


"Siapa kamu?" tanya mereka terkejut karena ada yang datang.


"Kalian tidak perlu tahu, yang pasti kalian yang akan mati," ucap Sultan menghajar mereka menghantam pundaknya dan melipat tubuh pria itu lalu mematahkannya.


Mereka menyerang Sultan, dengan gampangnya Sultan menarik tangannya lalu memutar tubuhnya dan mematahkan lehernya.


"Astaga! Dia sangat sadis," ucap pria yang mengikuti Sultan.


Sultan membuka ikat dari gadis itu. "Te-terima kasih Tuan," ucap gadis itu dengan tubuh yang bergetar.


"Sama-sama, pulanglah langsung kerumah dan jangan pernah katakan apa pun yang terjadi hari ini," ucap Sultan.


Gadis itu mengangguk dan segera pergi. Tiba-tiba saja Sultan menghilang.


"Eh kemana dia pergi?" tanya pria itu, ia keluar dari persembunyiannya dan ketika balik badan Sultan sudah ada di hadapannya.


"Astaga!" ucapnya kaget.

__ADS_1


"Untuk apa kau mengikutiku?" tanya Sultan memandangi pria itu.


"Tidak ada, aku hanya kebetulan melihatmu pergi saja," jawab pria itu salah tingkah.


"Lalu penasaran dan membuntutiku, kau pikir aku ingin melakukan apa?" tanya Sultan menatapnya tajam.


"Ah sudahlah," ucapnya pergi sambil menyenggol pundak Sultan.


"Kau yakin tidak ingin mengobrol denganku sebentar pengkhianat?" tanya Sultan, kemudian ia membalikan badan.


Pria itu berhenti seketika. Ia juga membalikkan badannya dan menatap Sultan sayu. "Apa maksudmu kau mengatakanku pengkhianat?" tanyanya tak mengerti.


"Benarkan, kau berkhianat dengan kelompokmu karena kau mengincar posisi ketua, maka dari itu, ketika aku di angkat jadi ketua, kau paling menentangnya," jawab Sultan menyunggingkan sudut bibirnya.


"Kau... kau dari mana tahu tentang itu?" tanyanya ketakutan.


"Hehehe... aku hanya mengatakan sekali dan kali ini aku berbaik hati denganmu jadi dengarkanlah. Kau si pengkhianat ini yang ingin mengincar menjadi ketua jangan pernah berharap menjadi ketua, karena mereka organisasi ini sekali mengcapmu pengkhianat ya tetap pengkhianat, kau tidak akan pernah menjadi ketua dan kau akan di jadikan tameng jika ada masalah lagi di dalam organisasi dan di jadikan umpan, nyawamu sangat tidak berharga di mata mereka dan jasamu yang sudah kau salurkan selama ini tidak apa-apanya termasuk kau juga ikut membunuh kelompokmu, kelompokmu berbaik hati ingin memberi peringatan, sayangnya mereka terlebih dahulu di musnahkan. Haisshhh sayang sekali ya, ada kelompok yang menyayangimu dan kau mengkhianatinya dan malah masuk ke kandang srigala yang setiap saat mengincarmu menjadi mangsanya. Ingat! Domba ya domba saja tidak akan mungkin bisa menjadi raja hutan," ucap Sultan panjang lebar.


"Tidak mungkin," ucapnya mengelengkan kepala tak percaya. "Tapi bukannya kau membunuh ketuanya," ucap pria itu.


"Tentu saja karena aku harus menjadi orang kepercayaannya ketua organisasi ini, jika kau masih setia di kelompkmu, mungkin kau bisa menyelamatkan ketuamu dan saudaramu," jawab Sultan berbangga hati.


"Kau... Jika di lihat dengan gaya kau menyerang mereka barusan, pembantaianya sama persis dengan pembantaian di tempat markas itu, apa jangan-jangan kau yang melakukannya pembantaian itu?" tebak pria itu.


"Jika ya, kenapa? Kau ingin memberi tahu kepada ketua? Lalu ketua itu akan mengangkatmu menjadi ketua mengantikanku?" tebak Sultan.


"Aku akan memberi tahunya nanti!" ucap pria itu membulatkan matanya


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH


__ADS_2