
Setelah selesai mereka makan, Sultan segera membayar billnya dan kemudian anak dan Ibu itu pergi dari restoran tersebut.
"Kita langsung pulang ke hotel, Ibu nggak main-main dulu keliling kota?" tanya Sultan duduk di kursi pengemudi.
"Nggak Sultan, Ibu capek, mau istirahat saja, besok mau lihat kerjaan pak Man sama pergi ke perusahaan juga," ucap Ibu.
"Maafkan aku Ibu, aku yang punya perusahaan, tapi Ibu yang lelah, Ibu tidak perlu bekerja datang ke perusahaan langusung, duduk di rumah saja, cukup terima laporan dari sekretaris setiap perusahaannya dan Qayla juga cukup memantau saja, kalian tak perlu capek-capek datang ke perusahaan setiap hari, cukup terima laporan saja ya," saran Sultan.
"Baiklah, ibu ikut katamu saja, Ibu hanya khawatir, takut perusahaanmu bangkrut," ucap Ibu.
"Aku yang punya perusahaan aja nggak khawatir, jika bangkrut ya masukan lagi uangnya," ucap Sultan tersenyum.
"Ya, akan ibu katakan pada Qayla agar tidak terlalu memantaunya dan jangan terlalu kelelahan juga nanti, tapi malam ini ibu mau istirahat aja dulu," ucap Ibu.
"Baiklah," ucap Sultan mengstaterkan mobilnya dan kemudian melaju di jalanan.
Sesampainya di hotel mereka pun masuk kamar masing-masing.
Tririring
Tririring
Tririring
"Halo," jawab Sultan.
"Sultan, ponaanku kesedak air susu nggak bisa nafas!" ucap Tedi panik.
"Udah bawa ke rumah sakit," tanya Sultan.
__ADS_1
"Maaf Sultan aku salah telpon, tadinya mau nelpon bidan nggak tau ketelpon kamu," ucap Tedi mematikan panggilannya.
Sultan berlari menuju mobilnya dan melaju di jalanan dengan kecepatan tinggi.
Ting ting
Misi level B
Menolong bayi tersedak
Hadiah 20 poin
Hadiah 300.000.000.
Tak lama Sudah berada di depan pintu rumah Tedi.
"Eh kok kamu yang datang?" tanya Tedi karena yang nongol bukan Bidan melainkan temannya.
"Kau serius bisa melakukannya?" tanya Tedi ragu-ragu sambil melihat bibinya.
"Iya, dari pada nunggu bidan nggak sempat keburu dia ngga bisa nafas," ucap Sultan.
Mereka saling berpandangan ragu-ragu dengan kemampuan Sultan.
"Tapi janji ya, tanggung jawab," ucap Tedi.
"Iya, jika terjadi sesuatu aku tanggung jawab," ucap Sultan.
Dan mereka memberanikan diri menyerahkan bayi yang baru lahir itu kepada Sultan.
__ADS_1
Bayi itu hanya tinggal 1 nafas 1 nafas lagi, Sultan membalikan tubuhnya yang mungil lalu mengelus punggungnya pelan dari pinggang turun kepunggung beberapa kali lalu menekannya.
Bayi itu pun batuk dan kemudian langsung menangis.
"Syukurlah dia sudah bernafas," ucap mereka senang.
"Makasih ya Sultan udah bantu, maaf tadi meragukanmu, sekali lagi terima kasih," ucap bibi itu senang.
"Sama-sama Bi," ucap Sultan.
Tak lama kemudian bidan yang di telpon datang.
"Mana bayinya?" tanya bidan itu.
"Sudah Bu Bidan, dia sudah bernafas, dia ini tadi menolongnya," ucap bibi Tedi.
"Oh begitu ya, baiklah jika begitu, saya permisi dulu," ucap Bidan itu yang hendak pergi.
"Bu bidan tunggu," panggil Sultan.
"Ada apa?" tanya bu bidan membalikan badannya.
"Ini ongkos perjalanan ke sini," ucap Sultan memberi bu bidan uang 2 juta.
"Lho kok gini? Dia baik-baik saja saya senang kok," ucap Bidan itu tersenyum.
"Udah terima aja," ucap Sultan.
"terima kasih ya," ucap Bu bidan memasukan uang ke dalam tasnya
__ADS_1
BERSAMBUNG