
"Kerumah orang tuaku, aku belum bicara dengan mereka masalah tinggal di rumah baru dan juga kejadian ini tadi aku belum bisa tinggal di rumah baru," jawab Qayla.
"Oh tidak apa-apa, ya sudah aku pulang dulu, kamu hati-hati di jalan," pesan Sultan.
"Iya Sultan," ucap Qayla dan mereka pun pulang.
Sesampainya Sultan di rumah, ia pun membaringkan tubuhnya di kasurnya.
"Jika Ayah Michela kabur, berarti dia akan membalaskan dendam anaknya dengan cara membunuhku, jika dia hanya mengincarku aku tidak masalah, tapi bagaimana jika dia mengincar orang terdekatku, aku tak mungkin selalu di dekat mereka, sebelum dia mencariku, lebih baik aku mencarinya," ucap Sultan.
Ia pun bangun dari baringnya dan kembali masuk mobil.
Ting ting
Peringatan!
Peringatan!
Bahaya!
Bahaya!
Ting ting
Misi level C
__ADS_1
Tangkap orang yang ingin membunuh Tuan.
Hadiah 30 poin.
Hadiah 800.000.000.000.
Seorang pria membawa pistol karena ia melihat Sultan keluar dan dia menembak mobil Sultan
Dor!
Sultan pun keluar dari mobilnya dan melihat itu adalah Ayahnya Michela.
"Kau sepertinya niat sekali membunuhku," ucap Sultan menutup pintu mobilnya.
"Itu semua karnamu, adikku mati karenamu dan Anakku mati juga karenamu, kenapa kau menjadi bumerang dalam kehidupanku, Michela sudah salah memilih orang," ucap Ayah Michela marah.
"Diam kau!" teriaknya. "Lalu kenapa kau membunuhnya!" pekiknya geram.
"Jika aku tidak membunuhnya, apa aku membiarkan dia membunuhku, itu adalah bentuk dari pembelaan diri, seharusnya kau tahu akibat dari apa yang di lakukan adikmu, dan inilah akibatnya," ujar Sultan.
"Tapi tetap saja kau sudah membunuh dua keluargaku! Aku tidak akan memberimu ampun!" teriaknya dan ia menodobgkan pistolnya dan menembak me arah Sultan.
Dor!
Dor!
__ADS_1
Namun Sultan tidak terjadi apa pun.
"Apa! Ternyata peluru tidak bisa menembus tubuhnya, jika begitu anakku mati dengan sia-sia, orang yang dia lindungi ternyata tidak mempan apa pun!" ucapnya kaget.
Sultan mendekati ayah michela lalu menangkapnya.
"Ayo ikut aku, minta maaf dengan anakmu di peristirahatannya terakhir," ucap Sultan menarik tangannya memasukkan ke mobilnya lalu menguncinya pintu mobilnya.
Sultan membawanya pulang ke rumah michela namun di perjalanan ayah michela memberontak ingin keluar dan ia malah memutar stir mobil sultan yang Sultan kemudikan.
"Keluarkan aku dari sini!" teriaknya sambil memutar-mutar stirnya.
Dan mobil mereka malah menabrak trotoar jalan.
"Aku sudah berbaik hati membiarkanmu datang dengan utuh, tapi sepertinya kamu tidak ingin pulang dengan utuh," ucap Sultan mematahkan tangan ayah Michela dan kakinya.
Ia pun menjerit kesakitan, dan menahan nafas menahan sakit.
"Patah tidak akan membuatmu mati, tapi kau akan cacat seumur hidupmu dan renungi kesalahanmu," ucap Sultan kembali memutar mobilnya dan kembali menuju rumah Michela.
Sesampainya di sana Sultan menjinjing ayah michela dan meletakkannya di lantai.
"Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih