
Tuuut
Tuuut
Tuuut
Nomor yang Anda tuju tidak menjawab panggilan Anda, Silakan beberapa saat lagi.
Pria itu mencoba menelpon yang lain tapi tetap saja tidak ada yang mengangkat.
"Pada kemana mereka?" tanya pria itu heran.
Dan ada nomor terakhir pengawal yang belum ia telpon.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo," jawab pengawal itu.
"Kenapa hanya dia sendiri yang mengangkat, aku harus mengetesnya," ucap pria itu dalam hati.
"Kamu di mana?" tanya pria itu dengan menekan lehernya agar suaranya berubah.
"Kamu siapa?" tanya pengawal itu.
"Aku Diki, di mana bos?" tanya pria itu menyamar, karena Diki yang suaranya sedikit berat.
"Mana aku tahu, aku di jalan sekarang," ucap pria itu.
"Ngapain kamu di jalan di saat bos tidak ada," ucap pria itu dengan suara datar.
"Aku justru mencarinya," ucap pria itu.
"Mencari untuk apa? Kau ingin memberikan kepada orang lain menjadi tawanan," pancing pria itu.
"Apa maksudmu?" tanyanya kaget.
"Jangan pura-pura tak tahu, bagaimana jika aku membongkar rahasiamu kepada pengawal yang lain," ancam pria itu.
"Dari mana kau tahu?" tanyanya terpancing.
__ADS_1
"Aku melihatnya," jawab pria itu tersenyum.
"Oke, oke kau jangan memberi tahu kepada mereka, hasil kita bagi, tapi kamu tolong bantu cari bos," ucap pria itu.
"Memangnya kemana dia pergi?" tanya pria itu pura-pura.
Dia terjatuh entah di mana, mungkin seseorang yang sudah membawanya, kamu coba priksa setiap rumah sakit yang jika di depannya ada terparkir mobil berwarna hijau," perintah pengawal itu.
"Baiklah jika begitu," ucap pria itu menutup panggilannya.
"Aneh, dia nggak nanya berapa bagiannya untuknya dan langsung setuju," ujar supir itu.
"Baguslah jika begitu, kita beri saja beberapa juta," ucap suster itu tertawa.
"Ternyata pengawalku sendiri yang melakukannya, dia bernama Amor," ucap pria itu menyayangkan.
"Terus apa yang ingin Anda lakukan?" tanya Sultan.
"Aku ingin kerumah sakit tempat aku di rawat, aku ingin melihat para pengawalku apa yang terjadi di sana, aku rasa dia juga membuatku sakit dan biar aku keluar dari rumahku," ucap pria itu berdiri.
"Tapi ini masih gelap, tidak apa-apa jika Anda sendiri?" tanya Sultan.
"Tidak apa-apa, akukan sudah sadar, aku akan berhati-hati," ucap pria itu.
"Baiklah jika begitu, semoga secepatnya kau menemukan orangnya," ucap Sultan.
"Tapi boleh aku meminjam mobilmu untuk memancing pengawalku yang lain datang?" tanya pria itu.
"Pinjamlah," ucap Sultan mengangguk.
Pria ia pun pergi mengendarai mobil Sultan menuju rumah sakit.
Sultan pun kembali tidur karena ia juga sangat mengantuk.
Pria itu pun pergi menuju rumah sakit dan mendapati para pengawalnya tidak ada di tempat.
"Di mana mereka?" tanya pria itu. Ia pun masuk ke dalam ruangannya di dalam ruangan tersebut para pengawalnya pingsan.
"Astaga! Pantasan mereka tidak mengangkat telponku, ternyata mereka pingsan," ucap pria itu membangun salah satu pengawalnya.
"Ternyata benar, Amor tidak ada salah satu di antara mereka," ucap pria itu.
Ia pun menelpon pengawalnya yang lain untuk segera datang.
__ADS_1
Tak lama pria yang bernama Amor datang ke rumah sakit tersebut karena ia melihat ada mobil hijau terparkir di depan rumah sakit.
"Sangat kebetulan sekali, mobil hijau itu ada di rumah sakit," ucap Amor. Ia memasuki mobilnya di parkiran di samping mobil itu terparkir.
Mereka pun masuk ke rumah sakit dan wanita bersamanya memakai masker.
Mereka berdua masuk ke dalam ruangan tadi dan ingin melihat pengawal yang lain yang ia masukkan ke dalam ruangan tadi dan ternyata para pegawal tersebut sudah tidak ada.
"Pergi kemana mereka semua, apa mereka sudah bangun?" tanyanya heran.
Dan seseorang keluar dari balik pintu dan memukul pundak Amor dan membawanya keluar dari rumah sakit.
"Pak, mau di bawa kemana bapaknya di gendong begitu, apa sebaiknya di periksa dulu?" tanya salah satu suster yang berpapasan.
"Dia tidak sakit, dia ketiduran dan ingin di bawa pulang saja," ucap pengawal itu berdalih.
"Oh baiklah jika begitu," angguk suster tersebut.
Sedangkan wanita yang menyamar menjadi suster tersebut juga pingsan dan di bawa oleh pengawal yang lain memasukkan kedalam koper besar dan memasukkannya ke dalam mobil.
Jam sudah menunjukan pukul 08:00
Qayla bangun dan segera menuju rumah Sultan.
Tok!
Tok!
Tok!
Pintu terbuka dengan sendirinya.
"Eh... pintunya nggak di kunci," ucap Qayla memegang gagang pintu dan membukannya lebar.
Sultan masih tertidur pulas di sofa.
"Kenapa dia tidak tidur di kamar?" tanya Qayla tersenyum.
Qayla mengambil selimut di dalam kamar Sultan dan menyelimutinya dan ia pun menuju dapur dan membuka kulkas, sekiranya ada yang bisa masak.
"Hm... cuma ada telur dan daging ikan salmon yang beku," ucap Qayla mengeluarkan bahan makanan tersebut dari kulkas.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih