System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 127


__ADS_3

Sultan bangun sambil mengucek-ucek matanya. "Eh sudah malam?" tanya Sultan. ia pun berdiri dan keluar dari kamarnya.


"Eh ibu sudah pulang?" tanya Sultan ketika melihat ibunya duduk di sofa sambil nonton tv.


"Iya, kamu habis pulang kok nggak di tutup lag?" tanya ibu sambil memakan cemilan.


"Iya, aku capek banget dan langsung tidur," jawab Sultan. "Oh iya, aku mau tanya sesuatu sama Ibu," ucap Sultan yang ingat sesuatu.


"Apaan?" tanya ibu sambil melihat tv.


"Bentar," ucap Sultan berlari menuju kamarnya.


Tak lama ia pun kembali. "Ibu pernah lihat gambar ini nggak?" tanya Sultan memperlihatkan gambar yang ia dapatkan di markas tentara.


"Ini gambar apaan, mana ada ibu lihat gambar begini," ucap ibu pura-pura tidak tahu melihat gambar itu sambil menekuk alisnya.


"Oh nggak tau ya," ucap Sultan. "Kalo yang ini?" tanya Sultan mengeser galerinya dan wajahnya langsung berubah.


"Lho? Kemana pergi fotonya?" tanya Sultan panik.


"Foto apaan?" tanya Ibu.


"Ada foto laki-laki tapi mirip banget sama aku, semuanya mirip, kata temanku mungkin dia ayahku," ujar Sultan mencoba mencarinya lagi.


"Oh ya, foto kalian berdua kok nggak ada?" tanya Sultan.


"Perasaan kamu sering nanya gitu, kan udah ibu jawab juga," ujar ibu.


"Tapi jawaban Ibu sama saja," ujar Sultan manyun.


"Terus ibu mau jawab apa lagi, hidup Ibu sama Ayah kamu tuh susah, mana ada foto begituan, mau bikin foto bersama mana punya uang, lebih baik duitnya buat beli makanan," jawab ibu.

__ADS_1


"Hm... ya udah deh, aku lanjut tidur lagi," ucap Sultan melangkahkan kakinya ke kamar. Tiba-tiba ia berhenti, ia melupakan sesuatu.


Sultan kembali ke tempat duduknya tadi. "Ibu, apa ibu tahu sesuatu?" tanya Sultan mentap ibunya dengan seksama.


"Kamu itu selalu nanya setengah-setengah, tunjukin apa yang mau kamu tanyakan," ucap ibu.


Sultan masuk kamar dan mengambil temp bedak ibunya dan juga batu giok.


"Ibu, kenapa di batu giok ini dan di dalam bedak ibu sama kodenya?" tanya Sultan menunjukan kepada ibu.


Ibu pun menerima giok dan tempat bedaknya. Awalnya wajah ibu sedikit berubah cuma sesaat kemudian berubah datar.


"Mana Ibu tau, kode yang beginiankan umum di temukan di bedak, masalah sama dengan giok mungkin kebetulan," ucap ibu mengembalikan batu gioknya. "Kamu dapat dari mana giok ini?" tanya ibu berdiri yang ingin mengembalikan tempat bedak di kamarnya.


"Ini punya keluarga Fu," ucap Sultan. Seketika ibu berhenti.


"Jika itu punya kekuliarga Fu, kenapa tidak kamu kembalikan?" tanya Ibu tanpa melihatke arah Sultan.


"Lalu dari mana kau mendapatkannya?" tanya ibu lagi.


"Aku di beri oleh anak perempuannya karena aku pernah menolongnya," ucap Sultan.


"Jika tidak mau di kembalikan, simpan saja sampai waktunya tiba," ucap ibu dan ibu pun melangkahkan kakinya cepat masuk ke kamarnya.


"Ha? Waktunya tiba? Apa maksud ibu, sepertinya ibu sangat marah," ucap Sultan mematikan tvnya dan kemudian masuk kamar.


"Perutku laper banget, makan di luar aja deh," ucap Sultan kembali keluar kamarnya dan mengetuk pintu kamar ibunya.


Tok!


Tok!

__ADS_1


Tok!


"Ada apa?" tanya Ibu dari dalam kamar tanpa membukan pintu untuk anaknya itu.


"Aku mau makan di luar, apa ibu mau ikut?" tanya Sultan.


"Enggak, ibu sudah makan tadi," jawab ibu dengan suara yang agak berubah.


"Ya udah, aku keluar dulu," pamit Sultan.


"Ya," jawab ibu.


Sultan pun masuk mobilnya dan pergi mencari restoran.


"Sepertinya di sini cocok nih," ucap Sultan setelah menemukan tempat yang menurutnya bagus.


Sultan pun memarkirkan mobilnya dan masuk restoran.


"Selamat datang, silakan duduk, Anda pesan apa?" tanya pelayan restoran memberikan buku menunya.


"Aku mau yang ini sama yang ini," jawab Sultan kembali menyerahkan buku menunya.


"Baik, silakan di tunggu," ucap pegawai itu.


"Ya," angguk Sultan.


Tak lama kemudian datang para bapak-bapak masuk ke restoran tersebut.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2