System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 190


__ADS_3

"Iya, biar kamu juga nyaman di sana," ucap Sultan.


"Ya udah, aku temani," ucap Qayla.


Mereka berdua pun masuk ke mobil dan mencari hotel untuk ia beli.


"Mungkin yang ini cocok, kamu boleh mencobanya," ucap Qayla menunjuk salah satu hotel yang memang pengunjungnya sepi, jika hotelnya terlalj banyak pengunjung tidak mungkin di jual oleh pemiliknya.


"Ya sudah di sini saja," ucap Sultan setuju.


Sultan pun memarkirkan mobilnya di depan hotel tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu pegawai penjaga di penerimaan tamu.


"Hm... di sini sepi ya, apa hotel ini akan di jual?" tanya Sultan melihat keadaan hotel itu.


"Hm... kurang tahu juga Tuan," jawab pegawai itu.


"Jika begitu, boleh aku bertemu dengan pemilik hotel ini?" tanya Sultan.


"Sebentar ya Tuan," ucap pegawai itu. Baru saja pegawai itu membalikkan badan pemilik hotel dan seorang pria, mereka tertawa dan bersalaman.


"Baiklah jadi hotel ini sudah jadi milik saya sekarang ya," ucap pria itu tertawa.


"Berapa Anda beli hotel ini Pak?" tiba-tiba Sultan bertanya.

__ADS_1


"Murah saja, hanya 600.000.000.000," ucap bapak itu tertersenyum, niatnya mau merendah.


"Bagaimana jika saya beli 1,2 triliun," ucap Sultan.


"Ha?" pemilik hotel terbelalak.


"Eh tidak bisa, siapa cepat dia dapat," ucap pria pembeli hotel itu memiringkan jarinya kekiri dan kekanan.


"Kamu serius?" tanya pemilik hotel.


"Apa saya terlihat berbohong? Jika tidak percaya saya akan mengambil uangnya di dalam mobil saya," ucap Sultan.


"Tunjukan uangnya dulu, baru saya akan percaya," ucap pemilik hotel.


"Baiklah, Qayla kamu di sini aja dulu ya," ucap Sultan. Qayla mengangguk.


"Kita lihat saja dulu, mungkin dia main-main," ujar pemilik hotel.


"Dia tak pernah main-main dengan ucapannya," ujar Qayla.


Mereka terdiam sambil menatap Qayla.


Sultan pun membawa uang 2 tas yang ia jinjing lalu meletakkan di atas meja penerimaan tamu.


"Mungkin bisa di lihat dulu, atau mau menghitung dulu, siapa tau kurang akan saya tambahkan, kalau lebih saya ikhlaskan," ucap Sultan.

__ADS_1


Pemilik hotel itu pun membuka kacing tas dan matanya terbelalak. "Astaga! Ini benar-benar uang yang sangat banyak," ucapnya dengan mata berbinar dan kemudian membuka tas yang satunya lagi.


"Wah ini juga uang yang banyak," ucap pemilik hotel kesenangan, dan ia pun menatap pembeli hotel itu lalu merampas surat dan sartifikat dari pembeli hotel lalu menyerahkannya kepada Sultan.


"Ini Tuan, Surat-suratnya," ucap pemilik hotel.


"Hey! Apa-apaan ini! Mana bisa begini, aku duluan yang sudah deal denganmu, dan kau malah memberikan padanya, uangnya juga sudah ku bayar!" ucap pria itu marah.


"Kau memberikan aku 600 milyar akan ku bayar 620 milyar, bagaimana?" ucap pemilik itu dengan tersenyum licik.


"Aku tidak mau, pokoknya hotel ini jadi milikku!" bentaknya.


"Mau bagaimana, suratnya sudah di tangannya," ucap pemilik hotel tersenyum menunjuk ke arah Sultan.


"Dasar kamu ya, cari yang aman saja," ucap Sultan menokok kepala pemilik hotel itu dengan sartifikat.


"Aduuh!" pemilik hotel itu mengosok-gosok kepalanya.


"Kembalikan Suratnya," ucap pria itu membulatkan matanya.


"Kembalikan uangnya!" perintah Sultan kepala pemilik hotel.


"Laksanakan," ucap pria itu mengeluarkan uangnya dan meletakkan di atas meja.


BERSAMBUNG

__ADS_1


jangan lupa like vote komen dan hadiah


terima kasih


__ADS_2