
Mereka pun masuk mobil.
Sultan membawanya pergi dari situ dan mencari tempat aman untuk bicara.
Ting ting.
Misi selesai.
Selamat Anda mendapatkan 60 poin.
Poin Anda menjadi 262 poin
Selamat Anda mendapatkan hadiah 1.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 1.360.000.000
Sampailah di tempat yang ramai, tapi mereka tetap di mobil, tidak mungkin mencari di tempat ramai, dan jika ketemu mereka tak berani bertindak.
"Kau punya keluarga?" tanya Sultan.
"Punya," jawab pria itu.
"Haish... kenapa kau nggak bilang denganku, mereka pasti akan mencari keluargamu juga," ucap Sultan yang ingin menstaterkan mobilnya.
Tangannya di tahan oleh pria itu. "Tidak apa-apa, aku sudah meminta tolong temanku untuk segera memberangkatkan mereka keluar negri," jawab Pria itu.
"Siapa yang akan tahu, tiba-tiba mereka bisa menangkap keluargamu di perjalanannya," ucap Sultan khawatir.
"Sebelum aku ketahuan berkhianat, mereka sudah aku suruh pergi dulu buat berjaga-jaga, karena aku sudah merasakan firasat buruk 2 jam sebelum aku ketahuan, ku rasa mereka sudah berangkat dan sudah terbang jauh menggunakan pesawat, dan juga sudah aku bekali sejumlah uang untuk mereka pergi sebelum dia mendapat pekerjaan di sana," jelas pria itu.
"Baiklah jika begitu. Kau tau aku membantumu itu tidak gratis kan? Aku ingin bertukar informasi denganmu," jawab Sultan.
"Aku tau," jawabnya.
__ADS_1
"Beritahu aku informasi itu," ujar Sultan serius.
"Organisasi yang kejam dan tak kenal ampun jika salah satunya berkhianat dan juga mereka akan membantu jika salah satu dari anggota mereka yang terkena masalah, aku baru masuk dan mendapatkan kalung berwarna biru, dan belum banyak tahu jauh lebih dalamnya, yang pasti jika mereka sudah di percaya maka akan mendapat kalung berwarna coklat, jika mereka sudah ada mengerjakan misi yang di suruh atasan maka akan mendapatkan kalung berwarna abu-abu, jika mengerjakan 3 misi maka akan mendapatkan kalung berwarna emas dan jika mengerjakan lebih dari 5 misi maka akan mendapatkan kalung berwarna biru laut, jika sudah mengerjakan lebih dari 90 misi maka akan mendapat kalung berwarna ungu dan ketua sendiri mempunyai kalung berwarna merah, itu adalah penjelasan dasarnya," ujar pria itu panjang lebar.
"Lalu kenapa kau bergabung di sana?" Tanya Sultan.
"Banyak faktor mereka bergabung di sana, karena ingin menghasilkan uang dengan cepat dan juga jika seseorang punya keahlian ia langsung di rekrut oleh ketuanya dan mereka akan di sejahterakan di sana, begitu juga bagi mereka yang ingin bergabung mereka akan mendapatkan ke untungan, saat aku masuk mereka tampak seperti orang baik, tapi sayangnya mereka suka membunuh orang, apa bila ada misi yang tak bisa mereka selesaikan makan mereka akan di bunuh, dan sebab itu aku lebih baik keluar dari pada aku membunuh orang yang penting keluargaku baik-baik saja," jelasnya.
Sultan terdiam sesaat.
"Lalu kau kenapa bisa punya kalung itu?" tanya pria itu melihat arah kalung tersebut.
"Oh, ini aku di berikan seorang ibu-ibu karena pernah sempat menolongnya waktu itu," jawab Sultan.
"Lebih baik kau jangan memakainya jika kaubtidak tahu peraturan tempat itu, nanti akan membahayakan dirimu," saran pria itu mengingatkan.
"Aku justru ingin mencari tahu isi dalam organisasi itu," jawab Sultan yakin.
"Lalu apa lagi yang kau tahu?" tanya Sultan lagi
"Yang menarik sih, aku melihat sebuah foto pria yang memakai baju dokter di tempel di dinding, dan aku juga iseng-iseng bertanya kepada salah satu bawahannya dan dia mengatakan jika itu adalah foto seorang ahli ilmuan, katanya ia membuat sebuah proyek besar dan itu mau di gunakan oleh bos besar tapi sayangnya ilmuan itu menolak memberinya dan akhirnya ia di bunuh, sudah 20 tahun dan sampai saat ini mereka masih mencari anak dan istri ilmuan itu, tapi sayangnya waktu itu mereka tidak mengenalinya, dan lebih kurangnya kamu harus hati-hati jika ingin masuk, persiapkan segala sesuatu dan juga keluargamu jaga mereka, karena aku baru 1 minggu masuk jadi tidak terlalu banyak info yang ku dapat," jawabnya.
"Masalah keluarga aku cuma punya Ibu dan Ibuku sudah punya persai sendiri dan sulit di lukai orang untuk saat ini, dan juga apa kau tahu kode ini?" tanya Sultan memperlihatkan kode yang ada di tempat bedak ibunya.
"Aku tidak pernah melihatnya," jawab pria itu mengeleng kepala.
"Oh baiklah jika begitu," ucap Sultan mengangguk. "Jadi kau ingin kemana lagi?" tanya Sultan.
"Aku juga ingin keluar negeri, ingin mencari anak istriku," jawabnya.
"Baiklah, aku rasa jika kau mengunakan pesawat mereka pasti akan mencarimu dan juga malam seperti ini mana ada pesawat yang terbang.
"Aku mau naik kapal saja, meskipun memakan waktu lama, aku rasa itu lebih aman," jawabnya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mengantarmu, di mana tempatnya yang pastinya tidak di pelabuhankan?"
"Iya, ada pelabuhan kecil di jalan garuda di sana tidak banyak orang tahu dan juga di sana lebih banyak kapan pengangkut ikan, aku akan menumpang kapan itu," jawabnya lagi.
"Baiklah, aku akan mengantarmu sekarang," jawab Sultan meluncurkan mobilnya.
Sekitar 30 menit, sampailah di sana, ya di sana memang pelabuhan tempat nelayan, untungnya ada 1 kapal yang ingin berangkat menagkap ikat di tengah laut besar dan pria itu pun menumpang kapal tersebut.
"Kamu hati-hati dan ini uang untuk bayar mereka dan untuk makanmu," ucap Sultan memberinya uang sekitar 10.000.000 karena ini menyangkut nyawa orang.
"Kau sudah banyak membantuku, semoga kita bertemu di lain waktu," ucapnya mengatakan perpisahan.
"Kau juga hati-hati, dan ini obatmu, jaga kesehatan dan semoga kau bisa bertemu dengan keluargamu lagi," pesan Sultan.
"Terima kasih, jika suatu saat nanti aku sudah tidak ada masalah lagi, aku akan membalas semua bantuan besarmu hari ini, aku tidak akan melupakannya," ucapnya. "Siapa namamu?" tanyanya.
"Namaku Sultan," jawab Sultan.
"Baik Sultan, namaku Ari semoga aku bisa membalas jasamu, aku pergi dulu, dan teruslah membantu orang yang butuh bantuanmu," ucap pria itu melambaikan tangan.
"Bang tolong jaga temanku ya," ucap Sultan kepada awak kapal tersebut.
"Siap Bang," ucap awak kapal itu mengacungkan jempol dan perlahan-lahan kapal tersebutpun mulai meninggalkan pelabuhan.
Pria itu menangis sedih serta bahagia, ia terus mengucapkan syukur dan doa di sepanjang jalannya.
Karena sudah jauh kapal tersebut, Sultan pun masuk mobilnya dan menuju pulang arah rumahnya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH
__ADS_1