System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 164


__ADS_3

"Terima kasih," jawab ibu mengangguk.


"Silakan di pesan," ucap pegawai itu memberikan buku menu.


"Aku pesan sea food aja sama minuman jus timun," jawab Sultan.


"Ya sama saja semuanya," ucap ibu.


"Ibu ini gimana sih, kok ngikut terus sih," ucap Sultan tertawa.


"Kenapa? Nggak boleh?" tanya Ibu.


"Bukan gitu, mana tahu selera Qayla beda," ucap Sultan.


"Aku sama aja," angguk Qayla.


"Ya udahlah kalo gitu," jawab Sultan pasrah. "Pesan yang tadi ya Mbak," ucap Sultan.


"Baik, mohon di tunggu," ucap pegawai itu.


"Terima kasih," ucap Qayla dan pegawai itu segera ke dapur untuk memberi tahu pada chefnya pesanan mereka.


"Ibu, 3 hari lagi aku pergi, aku harap ibu jangan cemas ya dan Qayla juga titip Ibu ya," ucap Sultan.


"Bagaimana nggak cemas, biasanya ada di depan mata, nanti perginya malah jauh banget yang nggak tentu tempatnya si mana," ucap Ibu khawatir.


"Apa kamu akan pergi lama?" tanya Qayla juga khawatir.

__ADS_1


"Entahlah, itu yang belum tahu, tapi akan ku usahakan agar cepat pulang," jawab Sultan menenangkan mereka.


Ting ting


Misi level C


Pengedar narkoba sedang bertransaksi di restoran.


Hadiah 30 poin.


Hadiah 1.000.000.000


Sultan melihat ke semua pengunjung, mereka biasa saja dan saling mengobrol, tidak ada tanda-tanda jika mereka sedang bertransaksi dan juga rasanya tidak mungkin mereka bertransaski di sini, biasanya mereka melakukan di bar atau club malam lainnya.


Sultan berpura-pura ke toilet untuk bisa memperhatikan lebih dekat.


"Aku ke toilet dulu ya," ucap Sultan.


"Sila di nikmati, Nona, Nyonya, eh Tuannya di mana?" tanya pelayan itu.


"Ke toilet," jawab Qayla.


"Ooooh," pelayan itu mengangguk dan kemudian kembali ke dapur.


Sultan melihat satu persatu dengan berjalan pelan dan ada 2 orang pria saling bersalaman dan duanya pergi sedangakan yang satu orang masih duduk di tempat.


Dua orang pria itu melewati pintu keluar dan terus berjalan tiba-tiba yang satunya berhenti dan berbalik lagi menuju tong sampah lalu mengambil sesuatu berupa plastik hitam dan kemudian pergi.

__ADS_1


"Jangan-jangan mereka," ucap Sultan mengejar kedua pria itu.


Sultan langsung merampas plastik tersebut dan membukannya dan ternyata isinya uang.


"Ini pasti uang transaksi, jangan-jangan pria tadi," ucap Sultan berlari masuk ke dalam restoran dan ternyata pria itu sudah tak ada lagi.


"Ibu apa ada lihat pria yang lewat keluar?" tanya Sultan buri-buru.


"Hm ada, kenapa emangnya?" tanya Ibu penasaran.


"Ke mana arahnya?"


"Di sana," ucap Ibu dan Sultan langsung berlari menuju arah yang di tuju.


Terlihat pria tadi masuk mobilnya dan Sultan mengekar dengan kecepatan tinggi dan akhirnya ia bisa menghadang mobil pria tersebut.


"Hey! Ngapain kamu di depan mobilku?" tanya pria itu.


Sultan pergi ke samping dan membuka paksa pintu mobilnya dan sampai copot.


"Hey apa yang kamu lakukan?" tanya Pria itu kesal.


Sultan menarik pria itu keluar dari mobilnya dan kemudian ia yang masuk ke dalam mobil dan mencari sesuatu.


Akhirnya Sultan menemukan barang haram tersebut di bawah kursi di belakang.


"Ini apa?" tanya Sultan memperlihat barang temuannya.

__ADS_1


"Kembalikan!" bentak pri itu tak terima.


BERSAMBUNG


__ADS_2