Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Sampai ditempat tujuan


__ADS_3

Sandra yang lebih dulu bangun langsung membangunkan Lydia karena sudah sampai ditempat yang mereka tuju. Disebuah villa yang ada didekat perkebunan yang akan menjadi tempat mereka untuk diteliti dan nanti harus mengumpulkan makalah agar mendapat nilai.


"Ly...Lydia bangun."kata Sandra sambil mengoyangkan lengan milik Lydia.


"hemmm...emang udah sampai ya?"kata Lydia.


"Iya sudah ayo tinggal kita saja yang belum turun."kata Sandra.


Mereka berdua langsung saja turun ke bawah ternyata memang benar hanya mereka saja yang belum turun. Rayyan yang melihat langsung saja menghampiri mereka berdua. Saat ketiga pria itu sedang menghampiri mereka ada tiga perempuan yang melihat dengan pandangan tak sukanya.


"Kalian ngapain didalam kok lama banget?"kata Panji.


"Lagi berak kak."kata Sandra.


"Gila kalian berak didalam, emang didalam ada toilet?"kata Panji.


"Gak ada kak, nih beraknya ada disini. Kak Panji mau buangin?"kata Sandra membuat Lydia tersenyum karena kakak seniornya itu percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sandra.


"Ih kamu jorok sekali sih San."kata Panji sambil memegang hidungnya karena Sandra memaksa Panji untuk menerima kantong kresek itu, hingga menjadi pusat perhatian.


Sedangkan ketiga orang yang ada disana tertawa, orang yang melihat bingung dengan apa yang terjadi dengan Sandra yang mengejar Panji.


"Kak Panji kok kamu percaya sama Sandra sih."kata Lydia berteriak.


"Gimana gak prcaya, aku yakin dia membawa berak."kata Panji.


"Lagian coba kamu pikir kak, gak mungkinkan kita buang air besar dibus."kata Sandra.


Panji langsung menyaut kantong keresek itu dan langsung membkannya. Ternyata benar apa kata Sandra ternyata itu berisi gorengan.


"Gimana kak rasanya dikrjain?"kata Sandra.


"Kamu ya San, awas aku kerjain balik kamu."kata Panji yang gak terima dikerjain oleh anak baru.


Saat mereka sedang bercanda, ketiga orang yang sedari awal memperhatikan mereka semakin benci dan ingin mengerjai mereka.


"Aku gak terima Rayyan dekat dengan perempuan itu."kata Rima.


"Gimana kalau waktu lintas alam kita kerjai tu sih Lydia?"kata teman Rima.

__ADS_1


"Kamu benar juga lalu kita mau lakuin apa?"kata teman Rima.


"Pikir nanti saja kalau itu, kita kumpul dulu sama yang lain."kata Rima.


Mereka semua berkmpul untuk pembagian kamar tidur dan juga kelompok untuk jelajah nanti. Setelah mendapatkan kelompok mereka pergi ke kamar mereka masing-masing yang masing-masing kamar terdiri dari 2 orang.


Lydia satu kamar dengan Sanda, mereka berdua sampai kamar langsung saja bergantian untuk membersihkan diri.


"Ly aku kok gak liat kak Hendru ya?"kata Sandra.


"Kenapa kamu tanya kak Hendru? Jangan-jangan kamu naksir ya sama dia?"kata Lydia.


"Gaklah, aku gak naksir dia. Aku pernah ditolong sama kedua temannya saat aku terlibat masalah dicafe."kata Sandra.


"Siapa yng bantu kamu?"kata Lydia penasaraan.


"Kak Dion dan yang satu lagi aku gak tau karena dia dipanggil tuan muda."kata Sandra.


"Apa kau suka dari salah stu dari mereka?"kata Lydia.


"Aku kagum dengan kak Dion."kata Sandra jujur membuat Lydia terdiam.


"Memangnya ada apa Ly?"kata Sandra.


"Ita suka dengan kak Dion."kata Lydia.


Sandra awalnya terkejut tapi setelah itu tersenyum. Untung saja perasaan itu belum dalam sehingga dia bisa memadamkan perasaan itu sebelum semakin dalam.


"Tenang saja aku hanya kagum kok, ayo kita tidur bentar. Nanti sore kita harus kumpul sam yang lain untuk mendengarkan penjelasan buat acara besok."kata Sandra.


"Syukur deh kalau kayak gitu, aku gak mau pertemanan kita rusak hanya gara-gara pria."kata Lydia lega.


Tanpa Lydia sadari jika sebenarnya hati Sandra sakit. Tapi dia juga gak mau kehilangan teman, walaupun mereka baru saja kenal tapi Lydia merasa memiliki keluarga disini. Mereka berdua akhirnya tertidur.


"Yan, lo gak takut kalau hubungan kalian diketahui oleh yang lain?"kata Bagas.


"Apa maksut kamu Gas?"kata Rayyan.


"Kamu tau gak dengan memawakan barang Lydia tadi tu, anak-anak yang lain sudah mulai curiga. Apalagi kamu selama ini gak pernah dekat dengan perempuan."kata Bagas.

__ADS_1


"Kamu benar Gas, aku gak khawatir yang lain tau perasaanku. Tapi aku takut jika Rima tau dan melakukan sesuatu sama Lydia."kata Rayyan.


"Kamu benar, lalu sekarang kamu mau bagaimana?"kata Bagas.


"Kita harus cari cara untuk melindungi Lydia dan Sandra, aku yakin mereka akan menjadi sasaran Rima dan kedua temnnya itu."kata Rayyan.


"Kalau Sandra aku yakin dia bisa melawan, kamu 'kan tau jika dia tomboi."kata Bagas.


"Iya kamu benar, apa sebaiknya kita minta bantuan Sandra saja untuk membantu kita jaga Lydia?"kata Rayyan.


"Kamu ada benarnya, nanti setelah acara, kita ajak Sandra bicara."kata Bagas.


Mereka berdua memutskan untuk tidur sebentar lumayan untuk mengistirahtakan badan karena mereka tau jika nani acaranya pasti malam banget selesainya.


Sore harinya mereka semua berkumpul diaula untuk mendengarkan arahan dan juga ada kegiatan lainnya. Seperti anak-anak teater yang mementaskan sebuah drama hingga akhirnya perwakilan dari jurusan kedokteran yang diwakli oleh Rayyan. Rayyan langsung maju ke tengah-tengah karena mereka membuat bulatan.


"Baiklah kali ini aku akan memainkan gitar dan kalian yang berjanji. Lagunya terserah kalian mu request apa."kata Rayyan.


Mereka sedang semua berdebat lagu apa yang akan mereka nyanyikan, HIngga akhirnya sebah lagu mereka sepakati dan mereka menyanyi bersama.


"Wah...kak Rayyan kalau main gitar kayak gini malah terlihat semakin tampan saja."kata salah satu mahasiswa disebelah Lydia.


"Iya beruntung banget yang jadi kekasihnya."kata yang satu lagi.


"Iya perempuan itu beruntung tapi kak Rayyan gak. Masak da dapat perempuan yang sombong dan sok berkuasa itu."kata teman lainnya.


"Emang siapa pacarnya kak Rayyan sekarang?"tanya Sandra.


"Tu kakak senior yang sok kecantikan."kata teman itu sambil liat kearah Rima.


Lydia dan Sandra langsung saling pandang dan tersenyum kecil. Mereka gak tau saja jika kekasih Rayyan yang asil ada disebelah mereka. Rayyan sendiri sedang memainkan gitar sambil melihat ke arah Lydia yang membuat Rima geram karena mata Rayyan tak pernah lepas daii gadis itu.


"Kayaknya kita benar-benar harus menjebak mereka."kata Rima.


"Apa yang akan kamu lakukan?"kata teman Rima.


"Besok kamu akan tau sendiri."kata Rima.


Kedua temannya hanya menganggukan kepalanya saja. Mereka berharap Rima tak akan melakuukan sesuatu yang membahayakan karena mereka tau jika suda banyak korban. Tapi mereka tak berani melapor sebab Rima adalah anak dari salah satu petinggi diEmirat grub.

__ADS_1


__ADS_2