
Lydia dan Ryan masuk ke dalam mobil Lydia. Lydia mengambil kotak p3k yang ada didalam mobil setelah itu dia membersihkan luka Ryan lalu setelah itu mengoleskan obat diluka Ryan. Ryan meringis saat lukanya dipencet oleh Lydia.
"Maaf aku gak bermaksut, sakit ya?"kata Lydia yang gak enak saat melihat jika Ryan meringis kesakitan.
"Pelan-pelan."kata Ryan.
Lydia meneruskan mengobati luka Ryan, setelah selesai dia mengembalikan kotak p3k ke tempatnya semula. Ryan menyandarakan kepalanya dijok mobil sambil memejamkan kepalanya.
"Aku antar kamu pulang ya?"kata Lydia yang melihat Ryan sedang menutup matanya. Ryan mendengar perkataan Lydia kemudian membuka matanya.
"Gak usah aku pulang naik taksi saja, tapi tunggu sebentar dulu kepalaku pusing."kata Ryan.
"Kamu mau minum obat? Kalau mau biar aku belikan kita cari apotik terdekat."kata Lydia khawatir dengan keadaan Ryan, walaupun dia berusaha untuk melupakan Ryan tapi hati kecilnya tak bisa memungkiri jika rasa sukanya pada Ryan lebih kuat.
"Gak usah biarkan aku seperti ini sebentar saja."kata Ryan sambil menutup matanya.
Lydia menghera nafasnya dan membiarkan Ryan. Lydia mengambil ponselnya lalu sibuk bermain dengan ponselnya. Lydia tersenyum dan mengarahkan ponselnya ke wajah Ryan, dia mengambil foto Ryan diam-diam. Ryan sendiri benar-benar sudah tertidur kalau gak mendengar ponselnya berbunyi mungkin dia gak akan bangun. Lydia yang tau jika ponsel Ryan berbunyi mengalihkan ponselnya dan pura-pura sibuk dengan ponselnya.
[Hallo ada apa?]
[Kamu ini bagaimana sih tuan rumah kok pergi gak bilang-bilang?]
[Aku ada dikantor polisi ini.]
[Kamu belum selesai sama urusan disana?]
[Sudah tapi kepalaku pusing banget makanya aku diam saja dulu disini daripada aku pulang terjadi apa-apa dijalan.]
[Tapi kamu gak papakan, bagaimana kalau aku jemput kesana?]
[Gak papa aku pulang sendiri saja, setelah ini aku pulang ada yang mau nitip lagi?]
[Sudah gak ada yang penting kamu pulang dengan selamat.]
[Iya aku pulang habis ini.]
Ryan menyimpan ponselnya kembali setelah itu memandang kearah Lydia. Dia gak enak karena telah membuat perempuan disampingnya menunggu lama.
"Maaf kalau aku buatmu menunggu aku tidur. Bagaimana kalau sekarang aku antar pulang?"kata Ryan.
"Gak usah aku saja yang mengantarkanmu pulang. Lagian pasti kamu sedang ada acara diapartemenmu."kata Lydia.
"Iya teman-temanku lagi berkumpul disana. Kamu yakin mau ngantar aku pulang? Kamu gak takut jika kejadian tadi terulang."kata Ryan.
__ADS_1
"Aku gak akan keluar dari mobil, bagaimana kalau aku antar pulang saja?"kata Lydia.
"Gak usah turunkan aku dijalan rame biar aku naik taksi saja, tapi kalau kamu berani pulang sendiri kalau gak biar aku antar kamu setelah sampai rumahmu baru aku cari taksi."kata Ryan.
"Sebenarnya aku masih takut tapi aku gak tega melihat kamu sakit kayak gini."kata Lydia.
"Biar aku antar saja, aku bisa lebih tenang. Sekarang kita tukar tempat saja dulu."kata Ryan yang keluar untuk berpindah tempat.
Ryan menjalakan mobil Lydia untuk mengantarnya pulang. Didalam perjalanan tidak ada yang berbicara hingga Lydia yang mulai duluan.
"Kamu bawa saja nanti mobil ini pulang."kata Lydia yang membuat Ryan memandang kearah Lydia.
"Memangnya gak papa kalau aku bawa pulang, besok kamu bagaimana kalau mau kerja?"kata Ryan.
"Besokkan libur kamu lupa sama hari apa?"kata Lydia.
"Oh iya juga, ya sudah kalau kayak gitu biar besok aku antar sama Hendru ke rumahmu mobilnya."kata Ryan.
"Gak usah biar aku ambil sendiri saja karena aku juga mau bertemu dengan temanku yang bekerja disupermarket dibawah apartemenmu."kata Lydia.
"Baiklah kalau kayak gitu, aku pulang dulu. Aku bawa dulu mobilnya."kata Ryan.
"Kamu gak mau mampir ke dalam dulu?"kata Lydia.
"Gak usah, anak-anak sudah menunggu."kata Ryan.
Lydia masuk ke dalam rumahnya setelah Ryan keluar dari gerbang rumahnya. Mama Intan yang meliat Lydia masuk langsung memanggilnya membuat Lydia berbalik menghampiri mama papanya.
"Mama sama papa kok jam segini belum masuk kamar tumben?"kata Lydia sambil duduk disofa.
"Kamu ini, mama menunggu titipan mama mana?"kata mama Intan.
"Maaf ma, aku belum jadi ambil barangnya tadi dijalan ada preman yang mencegatku."kata Lydia membuat orangtua Lydia terkejut.
"Tapi kamu gak papakan sayang? Gak ada yang terlukakan?"kata papa Irwan.
"Gak ada kok ma, pa untung saja tadi ada Ryan yang membantu kalau gak gak tau apa yang terjadi."kata Lydia.
"Jadi mobil kamu dibawa sama Ryan sekarang?"kata mama Intan.
"Iya ma, tadi dia yang nganterin aku buat laporan ke kantor polisi."kata Lydia.
"Kita harus berterimakasih sama dia, bagaimana kalau kamu undang dia makan malam besok disini sayang?"kata mama Intan.
__ADS_1
"Iya benar apa kata mama kamu."kata papa Irwan yang setuju dengan istrinya.
"Nanti aku akan tanyakan dulu sama dia, ma pa aku pamit keatas dulu badanku capek banget."kata Lydia.
"Iya kamu istirahat, jangan lupa tanya sama Ryan nanti."kata mama Intan.
"Iya ma."kata Lydia.
Lydia setelah mencium pipi mama papanya dia langsung berjalan naik tangga untuk kembali ke kamarnya. Ryan sendiri sampai apartemennya setelah memarkirkan mobilnya dia langsung pergi menuju apartemennya. Saat dia masuk dalam apartemennya ternyata didalam teman-temannya sedang taruhan dan sedang seru-serunya.
"Weh siapa yang menang nih?"kata Ryan.
"Ish aku gak nyangka kalau kak Anton pandai main ps aku kalah terus daritadi."kata Aziz.
"Kamu kok lama banget sekalian antar Lydia pulang?"kata Dion.
"Iya aku gak tega kalau melihat dia pulang sendirian lagian aku yakin jika dia masih taruma."kata Ryan.
"Ya sudah tu kamu makan dulu kami sudah makan tadi nunggu kamu lama."kata Hendru.
"Oke, aku juga bawa makanan tadi pesanan Lydia disuruh ngambil."kata Ryan sambil menunjukan makanan yang dia bawa.
Ryan berjalan ke dapur untuk makan makanan yang dia bawa. Saat dia sedang makan ponselnya berbunyi, dia mengambil ponsel dan ternyata itu panggilan dari Lydia.
[Hallo Asalamualikum...]
[Walaikumsalam, kamu sudah sampai apartemen Yan?]
[Sudah baru saja ini lagi makan, tadi pesananmu aku ambil besok aku ganti deh uangnya.]
[Gak usah kayak sama siapa saja, kamu suka gak makanannya?]
[Suka apa saja masuk kok tenang saja, kamu lagi ngapain?]
[Baru saja selesai mandi, aku menghubungimu karena mama sama papa mau mengundangmu besok untuk makan malam kamu bisa gak?]
[Besok ya, baiklah aku besok kesana memangnya gak merepotkan?]
[Gak kok mereka mengundangmu makan malam disini untuk mengucapkan terimakasih karena telah menolongku.]
[Baiklah, besok aku kesana. Sudah malam kamu istirahat duluan gih.]
[Iya kalau gitu selamat malam.]
__ADS_1
Ryan mematikan panggilannya dan kembali menikmati makanannya. Lydia sendiri tersenyum karena sudah lama dia gak nyangka bisa dekat lagi pada Ryan apalagi Ryan membantunya. Lydia membuka ponselnya dan melihat foto-foto yang dia ambil tadi saat Ryan tertidur. Lydia tersenyum sambil mengelus foto Ryan yang ada diponselnya. Lydia tidur sambil tersenyum malam ini dan dia juga gak sabar menunggu besok malam.
Ryan selesai makan kembali bergabung dengan teman-temannya. Mereka bermain sampai pagi hanya Hendru saja yang pulang malam itu. Ryan terbangun saat mendengar suara bel pintu berbunyi. Ryan melihat jam ternyata sudah jam 10 pagi. Ryan bangun dan melihat siapa yang datang.