
Lydia dan Ryan meninggalkan bandara saat Dayat sudah masuk ke dalam. Mereka masuk ke dalam mobil, didalam mobil Ryan tetap diam diparkiran tanpa menjalankan mobilnya membuat Lydia lama-lama kesal.
"Kita mau sampai kapan disini kak?"kata Lydia akhirnya.
"Bentar dulu aku masih bingung kita mau kemana?"kata Ryan.
"Kak, katanya tadi kita mau pulang?"kata Lydia.
"Aku pengen jalan sama kamu memangnya kamu gak mau kencan sama aku?"kata Ryan.
"Ish sudah nikah kok minta kencan?"kata Lydia.
"Baiklah, kalau gak mau kencan bagaimana kalau aku minta hakku malam ini?"kata Ryan.
"Kak..."kata Lydia.
"Kenapa memangnya? Aku salah ya kalau aku minta hakku?"kata Ryan.
"Bukannya kakak sudah bilang mau menungguku sampai aku siap?"kata Lydia membuat Ryan menghera nafasnya.
"Sampai kapan aku menunggu?"kata Ryan.
"Aku gak tau."kata Lydia.
"Baiklah, kalau begitu kita pulang saja."kata Ryan.
Ryan sampai dirumah pun sudah gak membahas tentang kejadian yang ada dimobil. Ryan memutuskan untuk masuk ke kamar mereka lalu mengambil laptopnya untuk memeriksa berkas. Saat dia sedang sibuk dengan laptopnya terdengar suara ponselnya berbunyi, Ryan mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubungi ternyata itu panggilan dari Hendru membuat Ryan mengerutkan keningnya.
[Hallo Asalamualikum...]
[Walaikumsalam, apa kamu sibuk?]
[Ada apa memangnya?]
[Aku butuh bantuanmu, kamu bisa bantu gak?]
[Apa ada masalah serius? Sekarang aku gak ada diJakarta soalnya.]
[Kamu dimana? Kamu bisa pulang gak sekarang?]
[Bentar aku tanya Lydia dulu habis itu aku kasih tau kamu.]
[Kamu sama Lydia?]
[Iya, maaf kalau aku gak bilang sama kamu kemarin aku sudah menikah dengannya saat divilla.]
[Kamu kenapa gak bilang sama aku?]
[Maaf gak ada waktu buat menghubungimu dan Widya.]
__ADS_1
[Ya sudah gak papa, aku tunggu kabarmu secepatnya karena masalah ini benar-benar serius.]
[Ya sudah kalau kayak gitu aku tutup dulu.]
Ryan setelah menutup panggilannya menutup laptopnya setelah itu berjalan turun ke bawah untuk mencari Lydia. Tapi saat dia turun ke bawah Ryan tak melihat ada Lydia disana yang ada si bibi.
"Bi, istri saya kemana ya?"kata Ryan mendekati bibi.
"Nona keluar sebentar katanya tadi ada yang mau dibeli disupermarket."kata bibi.
"Kok dia gak bilang sama aku dulu ya?"kata Ryan.
"Tadi nona bilang aden lagi sibuk makanya gak enak kalau menganggu."kata bibi.
"Ya sudah kalau kayak gitu makasih bi."kata Ryan yang mau meninggalkan dapur.
"Den, ada yang diperlukan biar bibi yang bikinin?"kata bibi.
"Gak ada bi, kalau gitu saya keatas lagi."kata Ryan.
Ryan kembali kekamarnya, Ryan memutuskan untuk masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya karena badannya sudah penat dan lagi pikirannya sudah pusing dengan masalah diperusahaan ayahnya ditambah lagi dengan perusahaan Hendru. Lydia yang baru pulang dari supermarket langsung berjalan ke dapur untuk memberikan titipan si bibi.
"Non sudah pulang?"kata bibi.
"Ada apa bi?"kata Lydia.
"Tadi aden mencari nona."kata bibi.
"Gak tau nona, coba nona tanya sendiri sama aden?"kata bibi.
"Ya sudah kalau kayak gitu aku pergi cari kak Ryan dulu, makasih ya bi."kata Lydia.
"Bibi yang harusnya bilang makasih karena nona sudah memberikan titipan bibi."kata bibi.
Lydia berjalan keatas untuk mencari Ryan yang ada didalam kamar. Saat Lydia masuk bertepatan dengan Ryan yang baru keluar dari kamar mandi. Lydia terkejut karena Ryan hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya saja.
"Kak..."kata Lydia berteriak.
Ryan yang diteriakin hanya menghera nafas setelah itu berjalan mengambil pakaiannya yang ada didalam lemari. Lydia yang melihat itu terdiam karena hari ini suaminya itu dingin banget dan menganggap dia gak ada.
"Kak..."kata Lydia.
"Ada apa?"kata Ryan cuek.
"Kak, tadi kata bibi nyariin aku ada apa?"kata Lydia.
"Oh, aku cuma mau bilang kalau malam ini aku harus kembali ke Jakarta ada pekerjaan mendadak kamu mau ikut atau masih mau disini?"kata Ryan.
"Kakak sudah beli tiket?"kata Lydia.
__ADS_1
"Sudah, kalau kamu mau aku pesenanin sekalian."kata Ryan.
"Jam berapa pesawatnya kak?"kata Lydia bertanya.
"Jam 9 bagaimana?"kata Ryan.
"Aku ikut kakak pulang, lagian mau ngapain disini sendirian."kata Lydia.
"Ya sudah aku liat tiketnya dulu semoga masih ada yang kosong."kata Ryan.
"Kak, kenapa kita gak naik mobil saja?"kata Lydia yang teringat jika mobil suaminya ada digarasi.
"Aku malas nyetir."kata Ryan sambil mengotak atik ponselnya untuk mencari tiket pesawat.
"Ly, ada tiket tapi bukan dibisnis tapi ekonomi bagaimana? Kamu gak papakan kalau kita pisah tempat duduk?"kata Ryan.
"Baiklah gak papa asal bisa pulang satu pesawat walaupun beda kursi. Kalau kayak gitu aku siap-siap dulu nanti setelah makan malam kita berangkat."kata Lydia.
"Iya."kata Ryan yang mengambil ranselnya untuk memasukkan bajunya kedalam tas.
"Kak, biar aku saja yang beresin."kata Lydia.
"Gak usah ini hanya sedikit kamu beresin saja punyamu."kata Ryan.
Lydia hanya diam setelah itu, mereka mengepak masing-masing baju mereka. Ryan juga tak lupa mengambil laptopnya saat dia memandang kearah Lydia terlihat wajah istrinya yang terlihat kesakitan membuat Ryan mengelutkan keningnya.
"Kamu sakit?"kata Ryan.
"Gak papa kok kak, aku mau ke kamar mandi bentar."kata Lydia sambil membawa bungkusan kresek hitam membuat Ryan penasaran apa isi dari kresek itu.
Lydia yang ada dikamar mandi meremas perutnya yang sakit, hari ini hari pertama Lydia kedatangan tamu. Ryan yang menunggu Lydia lama dikamar mandi semakin khawatir. Ryan mengetuk pintu dan memanggil nama istrinya tapi tak ada jawaban.
Lydia yang mendengar panggilan dari Ryan hanya terdiam karena perutnya sakit sekali. Lydia memang selalu merasakan sakit yang berlebihan saat datang bulan. Biasanya kalau dia banyak kerjaan dan stres biasa pingsan dia. Ryan yang khawatir langsung saja mendobrak pintu kamar mandi dan melihat Lydia sedang lemas diatas corset.
Ryan menghampiri Lydia yang sedang lemas itu, Ryan menguncang tubuh Lydia yang lemas itu membuat Lydia memandang Ryan. Ryan terkejut saat melihat wajah pucat Lydia.
"Kamu kenapa?"kata Ryan.
"Gak papa kak, ini biasa kok setiap bulan sekali kayak gini. Kak maaf ya kayaknya hari ini aku gak bisa ikut kakak pulang. Kakak pulang sendiri gak papakan?"kata Lydia.
"Maksutmu apa setiap bulan sekali kayak gini?"kata Ryan.
"Aku lagi datang bulan kak."kata Lydia membuat Ryan khawatir.
"Kamu beneran gak papa? Kita ke Rumah Sakit saja ya?"kata Ryan.
"Gak usah kak, kak bisa gendong aku ke ranjang gak soalnya badanku lemas sekali."kata Lydia.
"Ya sudah ayo kalau kayak gitu."kata Ryan.
__ADS_1
"