Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Diantar Aziz pulang


__ADS_3

Rayyan melihat Lydia masuk ke dalam mobil Aziz membuatnya semakin membenci Lydia, Rima yang melihatnya tersenyum senang beda lagi dengan Lydia yang menangis didalam mobil Aziz. Aziz yang berada disebelahnya hanya bisa meghera nafas karena selama ini dia tak pernah membujuk seorang perempuan yang sedang menangis. Tapi saat dia melihat sebuah kertas yang dipegang Lydia dia langsung menarik kertas itu. Aziz terkejut saat melihat foto-foto itu.


"Ini apa dek?"kata Aziz.


"Foto kak."kata Lydia.


"Iya aku tau ini foto tapi ini foto kamu dengan siapa?"kata Aziz.


"Apa kamu juga percaya dengan foto itu?"kata Lydia.


"Aku tau yang berpelukan mesra ini adalah kamu dan om Irwa tapi yang ini."kata Aziz sambil menunjukan satu buah foto yang didalamnya Lydia sedang melakukan hubungan badan.


"Kak, aku bersumpah gak pernah mengenal laki-laki yang ada didalam foto itu."kata Lydia.


"Baiklah, aku ambil foto ini."kata Aziz.


"Buat apa kak?"kata Lydia.


"Aku akan menyuruh temanku untuk memeriksanya."kata Aziz.


"Maksut kakak bagaimana?"kata Lydia.


"Aku yain besok foto-foto ini akan tersebar dikampus, untuk sementara waktu kamu tahan dengan gosip ini aku akan menyuruh temanku yang pandai tentang teknologi seperti ini untuk melihatnya."kata Aziz.


"Kenapa kakak gak hapus saja foto-foto itu?"kata Lydia.


"Aku ingin tau siapa yang sudah melakukan ini padamu."kata Aziz yang hanya dianggukin oleh Lydia.


"Kamu mau pulang kemana sekarang?"kata Aziz.


"Ke rumah mama."kata Lydia.


"Gak bisa sekarang."kata Aziz.


"Kenapa kak?"kata Lydia.


"Tu liat mobil yang tak jauh dari mobil kita, pasti kamu kenal mobil itu."kata Aziz.

__ADS_1


Lydia langsung saja melihat kebelakang, benar saja ada sebuah mobil yang mengikuti mereka. Lydia tau jika itu adalah mobil Rayyan karena tadi Rayyan menjemputnya menggunakan mobil itu.


"Kembali ke kos tapi kakak gak boleh keluar."kata Lydia yang gak mau Aziz ikut campur dengan maslahnya.


"Baiklah, aku turuti apa kata kamu."kata Aziz.


"Kak, kak Hendru dimana?"kata Lydia


"Dia ada pekerjaan diluar kota, mungkin lusa dia pulang ada apa?"kata Aziz.


"Aku mau dia membantuku."kata Lydia yang sudah memantapkan hatinya untuk benar-benar melupakan Rayyan karena laki-laki itu langsung percaya begitu saja tapi mendengar pejelasannya.


"Baiklah, nanti kamu minta tolong dia sendiri."kata Aziz yang tau jika Lydia tak nyaman kalau dia yang membantunya.


Aziz langsung menepikan mobilnya saat sudah berada didepan tempat kos milik Lydia. Aziz melihat jika didepan kamar kos Lydia ada dua orang perempuan yang sedang menunggu Lydia. Dia tersenyum karena Lydia memiliki teman yang tulus menerima apa adanya dia.


"Kamu kenapa tersenyum kak?"kata Lydia yang melihat jika Aziz sedang tersenyum memandangnya.


"Kamu memang gagal dalam percintaan tapi tidak dalam pertemanan."kata Aziz yang membuat Lydia tak mengerti.


"Apa maksut kamu kak?"kata Lydia.


"Iya kak, aku beruntung memiliki mereka. Ya sudah kalau gitu makasih atas tumpangannya, maaf bikin mobil kamu basah kak."kata Lydia.


"Nih pakai biar gak kehujanan."kata Aziz sambil memberikan sebuah payung untuk dipakai Lydia.


Lydia setelah menerima payung itu langsung saja keluar dari dalam mobil membuat Sandra dan Ita saling pandang karena mobil yang memawa Lydia itu bukan milik Rayyan. Aziz sendiri langsung pergi setelah Lydia turun dari mobilnya. Lydia sebelum masuk ke dalam gerbang kosnya sengaja memandang kearah mobil Rayyan yang mengikutinya daritadi, tapi mobil itu malah pergi gitu saja membuat Lydia menghera nafasnya.


"Ly kamu pulang sama siapa?"kata Sandra.


"Ya dan kenapa ini kamu bisa basah kuyup?"kata Ita.


"Aku gak papa kok."kata Lydia.


"Kamu jelasin semua sama kita, sekarang kamu ganti baju dulu."kata Sandra sambil menarik tangan Lydia untuk masuk ke dalam kamar kosannya.


Lydia langsung saja ganti baju setelah itu menyusul kedua temannya itu duduk dibawah ranjang. Ita yang melihat kalau Lydia sudah duduk langsung menyerahkan satu gelas teh angat untuk menghangatkan badan Lydia.

__ADS_1


"Siapa yang mengantar kamu pulang ini itu bukan mobil kak Rayyan?"kata Sandra yang sudah gak sabar mendengar cerita Lydia.


"Itu memang bukan mobil kak Rayyan tapi mobil milik kak Aziz."kata Lydia membuat mereka berdua terkejut.


"Kenapa kak Aziz yang mengantarmu, kak Rayyan kemana?"kata Ita.


"Aku putus sama kak Rayyan."kata Lydia.


"Kenapa bisa putus?"kata Sandra.


Lydia tak menjawab, dia malah memberikan foto yang dikasih oleh Rayyan tadi membuat mereka terkejut. Mereka saling pandang dan melihat ke arah Lydia untuk menanyakan apa maksut dari foto tersebut. Lydia yang tahu menghera nafasnya setelah itu barulah dia menceritakan apa yang sudah terjadi dirumah Rayyan membuat kedua temannya itu geram.


"Ly, aku tak terima kamu difitnah kayak gini."kata Sandra.


"Kita harus melakukan sesuatu."kata Ita.


"Sudah biarkan saja, aku ingin tau apa yang akan dilakukan oleh Rima."kata Lydia.


"Apa maksut kamu?"kata Sandra yang dianggukin oleh Ita untuk meminta penjelasan.


"Aku sama kak Aziz sedang menyelidiki sebuah foto yang didalamnya aku dengan seorang pria yang sedang melakukan hubungan badan."kata Lydia.


"Lalu mana foto itu sekarang?"tanya Sandra sambil melihat kembali foto yang diberikan oleh Lydia tapi disana tidak ada foto yang dikatakan oleh Lydia.


"Foto itu dibawa oleh kak Aziz, dia mau mencari tau siapa yang sudah megedit foto itu dan foto siapa itu."kata Lydia.


Membuat kedua temannya menganggukan kepalanya, benar saja apa yang dikatakan oleh Lydia semalam benar adanya membuat Sandra geram. Tapi ditahan oleh Lydia, Lydia ingin tau siapa dalang dari semua ini. Lydia sebenarnya risih dengan pandangan jijik dai mahasiswa lain tapi dia berusaha untuk tak perduli karena baginya belajar adalah yang terpenting.


"Kamu berani juga datang kesini."kata salah satu mahasiswa.


"Memangnya kenapa?"kata Sandra.


"Kamu tak malu apa datang ke kampus ini? Oh atau jangan-jangan kamu menjual diri kamu agar bisa membayar uang kulia kamu."kata mahasiswa itu.


"Jaga mulut kamu ya Lydia tak seperti itu."kata Sandra.


"Sudah San gak usah diladeni kata-kata mereka, ayo kita masuk ke kelas saja."kata Lydia mengajak Sandra masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


Saat mereka berdua masuk banyak pasang mata yang memandang mereka dengan tatapan jijik. Rani langsung saja menyuruh Lydia duduk dan menanyakan kebenaran itu. Lydia hanya tersenyum tak mau menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Rani. Jono dan ROni juga ikut penasaran, mereka berdua yakin jika itu bukan Lydia.


__ADS_2