
Lydia senang dengan hasil yang dia peroleh hari ini karena kliennya puas dengan presentasi Lydia. Lydia memesan makan siang karena tadi dia belum sempat makan siang sebabnya tadi dia sibuk membahas tentang kerajasamanya dengan perusahaan Karya grup mereka akan memulai membahas kerjasama besok tapi bukan Lydia yang akan bertemu dengan Anton tapi Rima.
Lydia menikmati makan siangnya saat ada seseorang yang duduk didepan mejanya. Lydia memilih untuk fokus dengan makanannya karena dia harus segera kembali ke kantor. Orang yang berada didepannya lama-lama kesal karena Lydia tak memandangnya sedikitpun.
"Hmmm..."kata Clara.
"Eh kamu Ra ada apa?"kata Lydia sambil tetap makan makanannya.
"Aku liat tadi kamu sedang ada klien memangnya kamu sekarang kerja dimana?"kata Clara.
"Oh memangnya kenapa kamu tanya aku seperti itu?"kata Lydia yang memandang kearah Clara.
"Aku cuma mau tau saja perusahaan mana yang mau menerima perempuan sepertimu."kata Clara dengan sombong.
"Memangnya aku kenapa?"kata Lydia.
"Perempuan yang sok kaya mana mungkin ada yang mau sama kamu. Liat aku sekarang bekerja diKarya grup."kata Clara sombong membuat Lydia tersedak makanannya.
"Kalau makan hati-hati kenapa?"kata Anton yang kebetulan lewat disamping Lydia. Anton langsung memberikan air minum pada Lydia.
"Makasih."kata Lydia
"Makan pelan-pelan."kata Anton setelah itu meninggalkan mereka berdua karena dia sedang ada pertemuan dengan klien disana.
"Kamu kenal sama tuan muda Anton?"kata Clara saat Anton pergi dari sana.
"Iya memangnya kenapa? Apa ada yang salah aku kenal dengan beliau?"kata Lydia sambil meneruskan makannya setelah lega.
"Gak papa, kamu tau gak aku itu kekasihnya tuan muda Anton."kata Clara membuat Lydia memandang kearah Clara.
"Seriusan?"kata Lydia.
"Iya, kamu gak percaya kalau kamu gak percaya liat nih."kata Clara memperlihatkan foto dirinya dan Anton yang ada diponselnya.
Lydia tersenyum saat melihat foto itu karena itu hanya foto Anton dengan Clara hanya berdiri sejajar gak ada mesra-mesraannya. Lydia tersenyum ternyata Anton dingin orangnya tapi kenapa kalau sama dia Anton suka bercanda dan sering jahil. Lydia memandang punggung Anton dari belakang, saat itu dia teringat dengan seseorang yang dulu menjadi teman baiknya sayangnya perempuan itu sudah meninggal karena kecelakaan.
__ADS_1
Lydia memutuskan tak kembali ke perusahaan setelah ini, dia ingin pergi ke makam sepupunya. Sudah lama Lydia tak pergi ke makam itu karena dia memilih untuk tinggal diSurabaya menemani Widya dan Dara.
"Kamu sudah ngomongnya? Kalau sudah aku mau pergi soalnya ada pekerjaan yang harus aku lakukan?"kata Lydia bertanya pada Clara.
"Silahkan aku sudah selesai kok, lagian kamu gak akan bisa menyaingiku."kata Claa tersenyum bangga sedangkan Lydia hanya tersenyum.
Lydia membayar tagihannya setelah itu pergi dari cafe itu tak lupa dia memberi senyum pada Anton. Biar bagaimanapun dia akan menjadi rekan kerja maka dia harus menunjukan keramahannya. Anton sendiri hanya tersenyum dan fokus kembali ke kliennya. Dia sudah tenang karena janjinya untuk menjaga Lydia sudah selesai. Lydia lansgung pergi ke pemakaman sepupunya disana dia terkejut karena makam itu sangat bersih tapi siapa yang membersihkan makam itu karena orangtua Tiara juga sudah meninggal.
"Ra, aku gak nyangka ada yang merawat pemakammu apa dia pria yang kamu sering ceritakan itu? Aku penasaran pria mana yang sudah mengambil hatimu itu tapi sampai sekarang aku gak tau siapa pria itu. Aku yakin pria itu pasti menyesal karena telah menyia-nyiakanmu. Maaf ya beberapa tahun ini aku gak kesini karena aku harus kerja diSurabaya. Seandainya kamu masih hidup pasti kamu yang akan menggantikanku."kata Lydia.
"Kamu pasti bahagia banget ya karena disana bisa berkumpul dengan kedua orangtuamu. Ra, kapan-kapan aku akan kesini lagi sekarang aku pulang dulu salam buat om sama tante ya."kata Lydia.
Makam orangtua Tiara gak ada karena tubuh mereka berdua tak bisa ditemukan dalam kecelakaan pesawat itu. Tiara waktu itu ingin ke bandara saat mendengar jika orangtuanya adalah korban kecelakaan pesawat tapi naas dia ditengah jalan mengalami kecelakaan dan meninggal ditempat karena luka benturan yang sangat keras dikepalanya.
Lydia kembali ke perusahaan setelah puas bercerita dengan Tiara. Diperusahaan ternyata Rima sedang menunggunya dengan wajah cemas, Lydia menghampiri Rima.
"Ada apa kok kamu terlihat cemas kayak gitu?"kata Lydia.
"Ish kamu ini darimana saja sih?"kata Rima.
"Nih, kamu periksa laporan ini."kata Rima menyerahkan sebuah map biru pada Lydia.
Lydia menerima map itu dan membacanya saat dia melihat itu bukannya cemas dia malah tersenyum membuat Rima kesal.
"Kamu kok malah senyum sih?"kata Rima.
"Kalau soal ini aku sudah tau dan om Doni sudah mengantongi siapa yang sudah melakukan ini."kata Lydia tenang.
"Pantas saja kamu tenang, kamu hanya dia saja gak mau memberi pelajaran pada orang itu?"kata Rima.
"Kalau soal itu kalau sudah waktunya pasti kita akan memberi pelajaran pada orang itu. Sudah tenang saja kamu fokus besok kita akan kerjasama dengan perusahaan Karya itu biar nanti kamu bulan madunya sama Kevin santai."kata Lydia.
"Kamu nih ya, nanti kamu harus jadi pengiringku tau?"kata Rima.
"Siap kalau soal itu mah, terus bagaimana dengan kedua temanmu itu?"kata Lydia.
__ADS_1
"Sudahlah gak usah bahas mereka, aku sudah lama gak berhubungan dengan mereka."kata Rima.
"Mereka menjauhimu?"kata Lydia.
"Iya, waktu aku krisis kepercayaan diri kemarin mereka meninggalkanku."kata Rima.
"Sudah gak usah dipikirkan lagi kalau mereka memang tulus sama kamu pasti mereka gak akan meninggalkanmu."kata Lydia.
"Iya, makasih ya kamu dulu mau memberikan aku kesempatan kalau gak mungkin aku gak tau akan jadi apa aku. Aku saat ini pasti masih bodoh mengejar-ngejar Rayyan yang tak mencintaiku."kata Rima sambil tersenyum.
"Sudah gak usah bahas itu, aku malah ingin tau cerita kamu sama Kevin."kata Lydia membuat Rima tersenyum dan pipinya memerah.
"Karena salahpaham."kata Rima.
"Maksutnya?"kata Lydia.
"Kamu pasti taukan siapa nama mantan istri Kevin?"kata Rima yang membuat Lydia menganggukan kepalanya karena Lydia teringat jika nama mantan istri Kevin sama Rima juga.
"Jangan bilang hanya karena nama kamu bisa dekat dengan Kevin?"kata Lydia.
"Bukan dekat sih tapi lebih kebertengkar hanya karena nama saat bertemu."kata Rima.
"Maksutnya bagaimana aku gak ngerti?"kata Lydia.
Saat Rima mau menjawab tapi gak jadi karena om Sahrul masuk ke dalam ruangan Lydia. Om Sahrul tersenyum melihat kedekatan Lydia dan Rima, om Sahrul bersyukur karena putri dan istrinya menyadari kesalahannya kalau gak mungkin sekarang rumahtangganya gak akan bahagia seperti saat ini.
"Ada apa om?"kata Lydia.
"Om, mau minta persetujuanmu, nih kamu baca porposalnya dulu."kata Sahrul sambil menyerahkan berkas yang dia bawa.
"Memangnya proposal untuk apa om?"kata Lydia sambil menerima berkas yang Sahrul berikan.
"proposal untuk acara tahunan perusahaan."kata Sahrul.
"Oh ya sebentar lagi ulang tahun perusahaan ya om kok aku lupa ya, memangnya mau ada acara apa nih?"kata Lydia.
__ADS_1