
Ryan yang khawatir dengan Lydia tak jadi pergi keluar diduduk kembali diranjang membuat Lydia mengerutkan keningnya karena suaminya tak jadi pergi malah duduk padahal perutnya juga sudah lapar semalam dia gak menghabiskan makannya.
"Kok malah duduk katanya tadi pergi cari makan?"kata Lydia.
"Aku khawatir sama kamu kalau aku tinggal."kata Ryan membuat Lydia menghera nafasnya.
"Kak, aku hanya mau minta untuk dibelikan obat untuk ini lo masih perih kalau dibuat jalan."kata Lydia sambil menunjuk miliknya membuat Ryan baru mengerti dan langsung tersenyum.
"Oalah aku pikir kamu sakit apa, ya sudah kalau kayak gitu aku kebawah dulu sekalian nanti mau beli obat buatmu. Tapi sebenarnya tanpa membeli obat bisa disembuhkan."kata Ryan tersenyum menyeringai.
"Ish itu mah maunya kamu kak, sudah sana turun aku sudah lapar semalam kitakan gak jadi makan."kata Lydia.
"Aku jadi makan bukannya semalam aku makan kamu sayang?"kata Ryan yang langsung mendapatkan cubitan dari Lydia.
"Sakit sayang."kata Ryan sambil mengelus perutnya.
"Siapa suruh ngomong mesum terus."kata Lydia.
"Ya iya kamu mau makan apa?"kata Ryan.
"Apa saja asal kenyang."kata Lydia.
"Kalau kayak gitu makan aku saja bagaimana?"kata Ryan.
"Kak..."kata Lydia kesal membuat Ryan tersenyum.
"Iya iya aku berikan nasi ayam mau kan?"kata Ryan yang diangguki oleh Lydia.
Ryan mencium kening Lydia setelah itu keluar dari kamarnya untuk turun kebawah memberi sarapan dan juga obat yang dibutuhkan oleh Lydia. Lydia sendiri setelah ditinggal oleh Ryan tersenyum saat kejadian tadi malam, Lydia teringat jam tangan yang dia simpan dikopernya membuat Lydia bangun lalu mencari kopernya. Setelah mendapatkan koper itu Lydia membuka koper itu dan menemukan kotak jam tangan yang selalu dia bawa kemanapun dia pergi. Saat dia sedang memandang kotak itu bertepatan dengan Ryan yang membuka pintu kamar membuat Lydia terkejut lalu meletakkan kembali kotak itu kedalam koper membuat Ryan penasaran apa yang disembunyikan oleh istrinya.
"Kamu sembunyiin apa itu?"kata Ryan.
"Gak ada kok, mana makanannya?"kata Lydia.
"Itu ada dimeja makan, Ly aku serius apa yang kamu sembunyikan didalam koper itu?"kata Ryan.
__ADS_1
"Kakak mau bantu aku?"kata Lydia.
"Kamu mau minta bantuan apa?"kata Ryan.
"Tolong pasangin ini dileherku boleh?"kata Lydia.
Ryan menerima kalung itu lalu terkejut karena kalung yang diberikan padanya itu adalah kalung pemberiannya dulu sebelum mereka hilang kontrak dulu. Ryan memakaikan kalung itu dengan senyum senang karena Lydia masih menyimpan pemberiannya.
"Makasih sayang."kata Ryan membuat Lydia terkejut karena suamianya bilang makasih.
"Makasih buat apa kak?"kata Lydia.
"Makasih karena kamu masih menyimpan pemberian dariku walaupun gak kamu pakai."kata Ryan sambil membalikkan badan Lydia.
"Aku selalu simpan kalung itu tapi aku gak pernah memakainya karena aku gak mau nanti aku semakin terluka dengan kenangan itu."kata Lydia.
"Terluka karena apa sayang?"kata Ryan.
"Terluka karena aku gak bisa dapatin kamu."kata Lydia sambil menundukkan kepalanya karena malu sedangkan Ryan tersenyum senang mendengar pengakuan dari istrinya.
"Kalau kamu suka sama aku dari dulu tapi kenapa kamu menolak terus saat aku dekati?"kata Ryan.
"Seandainya kamu ngomong dari awal aku terima kamu apa adanya tanpa melihat kekuranganmu karena aku sendiri juga banyak kekurangan."kata Ryan sambil memegang kedua pipi Lydia.
"Apaan sih makan yuk aku sudah lapar ini, kamu beli apa tadi?"kata Lydia.
"Bentar dulu masih ada yang mau aku tau."kata Ryan.
"Kakak mau tau apa lagi? Aku sudah cerita sama kamu semuanya."kata Lydia.
"Kamu masih nyembunyiin sesuatu dikoper kamu tadi aku liat, memangnya kamu nyembunyiin apa?"kata Ryan.
"Gak ada kak, aku gak nyembunyiin apa-apa."kata Lydia gugup.
'Kalau gak nyembunyiin apa-apa kenapa kamu gugup gitu?"kata Ryan.
__ADS_1
"Baiklah, baiklah aku kasih liat ke kamu."kata Lydia.
Lydia membuka kopernya lagi lalu mengambil kotak yang dia sembunyikan, Ryan melihat kalau Lydia mengambil kotak membuat dia mengerutkan keningnya.Ryan penasaran apa yang ada dalam kotak itu, Lydia memberikan kotak itu pada Ryan membuat Ryan semakin terkejut lagi.
"Ini apa sayang?"kata Ryan.
"Kamu buka saja nanti kamu akan tau tapi maaf baterainya habis sebenanya aku mau ganti baterai dulu tapi kamu sudah terlanjur tau."kata Lydia dengan bibir yang manyun membuat Ryan gemas lalu mencium bibir istrinya itu membuat Lydia terkejut..
"Kak, apa-apaan sih."kata Lydia sambil menutup bibirnya.
"Memangnya kenapa bukannya semalam aku melakukan lebih dari tadi, tadikan hanya nempel bukan mengigitnya."kata Ryan tersenyum menyeringai.
"Ih buka dulu kamu suka gak sama isinya itu soalnya sudah lama banget aku beli itu."kata Lydia membuat Ryan terkejut.
"Sudah lama kok kamu gak kasih aku langsung?'kata Ryan sambil membuka kotak itu lalu terkejut karena itu adalah jam tangan yang dulu dia inginkan tapi gak bisa kebeli karena jam tangan itu limit edition.
"Bagaimana aku bisa kasih sedangkan waktu itu kamu digosipkan mau tunangan dengan mbak Shinta, aku gak mau dikatakan pelakor dalam hubungan kalian."kata Lydia membuat Ryan menghera nafasnya.
"Seandainya dulu kamu tanya langsung pasti jam tangan ini sudah aku pakai sejak dulu."kata Ryan.
"Kamu suka gak kalau gak suka gak usah dipakai."kata Lydia.
"Aku suka karena dari dulu aku mau beli jam tangan ini tapi aku kehabisan. Makasih sayang kamu masih simpan jam tangan ini nanti aku akan ganti baterainya agar aku bisa memakainya setiap hari."kata Ryan sambil tersenyum.
"Syukur deh kalau kamu suka, ya sudah ayo makan aku sudah lapar tapi gendong aku magar jalan."kata Lydia manja membuat Ryan senang.
"Baiklah."kata Ryan.
Ryan mendekati Lydia lalu mengendongnya membawanya menuju meja makan disana Ryan mendudukan Lydia dimeja makan. Ryan berjalan mengambil piring dan sendok untuk mereka berdua makan. Mereka berdua makan sambil Ryan menjahili Lydia membuat Lydia kesal tapi tetap saja memakan sarapan itu karena dia benar-benar kelaparan.
"Kak, nanti keperusahaan mana?"kata Lydia.
"Mau ke perusahaan kak Anto ada meeting setelah itu baru ke perusahaanku sendiri ada apa?"kata Ryan.
"Cepat pulang ya, aku malas dirumah sendirian."kata Lydia.
__ADS_1
"Kamu ini aku saja belum berangkat sudah disuruh pulang? Mau ikut aku saja ke perusahaan bagaiamana?"kata Ryan.
"Aku gak mau malas nanti malah pusing liat suasana kantor, aku saja malas masuk ke perusahaan papa kok malah suruh aku ikut kamu kak."kata Lydia kesal membuat Ryan tersenyum karena bisa membuat istrinya kesal.