Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rima sakit hati


__ADS_3

"Ah sudahlah tinggal jawab itu kamu kok susah banget sih Rim, oh aku tau kamu takut ya jika kami tau kamu itu sebenarnya perempuan murahan."kata mahasiswa lain.


"Aku gak seperti itu, yang ada dalam foto itu memang benar bukan aku."kata Rima membela dirinya.


"Kalau bukan kenapa fotonya bisa terlihat jelas, apalagi divideo yang tersebar itu benar-benar terlihat jelas dan kalau diperhatikan secara seksama itu mirip banget kayak kamu."kata seorang mahasiswa.


"Terserah kalian mau bilang apa yang penting itu bukan aku."kata Rima sambil pergi darisana meninggalkan ruang aula itu.


Saat dia berjalan untuk pulang ada salah satu mahasiswa yang menghadangnya dan berbicara dengan tatapan jijiknya membuat Rima kesal dan dia berjanji akan membalas sakit hatinya ini bagaimana pun caranya. Mungkin sekarang dia tak bisa berbuat apa-apa tapi dia yakin jika ada saatnya dia membalas Lydia lagi.


"Rim, kamu dipanggil pak rektor."kata mahasiswi itu.


"Mau apa dia memanggilku?"kata Rima.


"Mana aku tau, kamu tanya saja sendiri padanya."kata mahasiswi.


"Makasih."kata Rima yang langsung berbalik arah untuk pergi keruangan pak rektor.


Tok tok tok


"Masuk."kata pak rektor dari dalam.


"Maaf pak, apa bapak mencari saya?"kata Rima masuk.


"Kamu Rim, ayo duduk, aku mau bicara sama kamu."kata pak rektor.


"Mau bicara soal apa ya pak?"kata Rima.


"Aku dengar kamu dikeluarkan magang diperusahaan Emirat apa benar itu?"kata pak rektor.


"Iya pak, ada apa memangnya?"kata Rima.


"Kamu tau apa akibat jika kamu dikeluarkan oleh perusahaan itu?"kata pak rektor.


"Saya tau pak, saya akan mengulang tahun depan."kata Rima.


"Bukan itu saja Rim, walaupun kamu bisa mengulang ditahun depan tapi tak akan ada perusahaan yang mau menerima magang ditempatnya."kata rektor itu.


"Tapi saya yakin jika saya bisa mendaparkan perusahaan lain."kata Rima.


"Baiklah saya yang terpenting sudah mengingatkan kamu."kata rektor.


"Iya pak terimakasih karena sudah mengingatkan saya, kalau begitu apa saya bisa permisi?"kata Rima.


"Ini ada surat buat kamu."kata rektor menyerahkan sebuah amplop.


Rima menerima amplop itu dan membukanya ternyata itu surat sekorsing dari kampus selama 2 minggu membuat Rima sok. Dia tak tau apa salahnya sehingga pihak kampus menghukumnya.

__ADS_1


"Maaf pak, apa salah saya?"kata Rima.


"Apa kamu lupa dengan yang kamu ucapkan diaula tadi, ini masih untung kamu hanya diskor bukan langsung diDO dari kampus."kata rektor.


"Tapi pak saya gak salah, saya berkata begitu hanya agar bisa kembali magang diperusahaan Emirat."kata Rima.


"Apa maksut kamu?"kata rektor.


"Saya dipaksa oleh papa saya untuk mengakui kesalahan yang pernah saya perbuat."kata Rima.


"Berarti memang itu salah kamu jadi hukuman itu sudah cocok buat kamu, sekarang kamu bisa keluar."kata rektor.


"Pak, saya gak terima dengan ini semua."kata Rima tapi tak diperdulikan oleh rektor.


Rima yang kesal langsung saja keluar dari ruangan pak rektor dan pergi dengan keadaan marah. Dia akan memblas orang-orang yang sudah membuatnya malu termasuk Lydia. Dia tak akan melepas Lydia begitu saja walaupun dia adalah keponakan tante Intan dia tak perduli. Berbeda lagi dengan Rima yang kesal Lydia dengan Sandra masuk ke dalam kelas dengan perasaan yang bahagia.


"Ly, hari ini aku senang banget tau."kata Sandra.


"Memangnya kamu senang kenapa?"kata Lydia yang pura-pura gak tau.


"Sudah deh gak usah pura-pura gak tau."kata Sandra.


Saat Lydia mau menjahili sahabatnya itu Jono dan Roni datang menghampiri mereka berdua sambil senyam-senyum. Membuat Lydia dan Sandra langsung saling pandang karena kedua pria itu terlihat aneh.


"Kalian berdua ngapain senyum senyum kayak gitu?"kata Sandra.


"Eh gak usah ngomong yang gak ada bukti nanti jatuhnya fitnah lo."kata Sandra.


"Iya, kalian tau darimana jika itu adalah Rima sendiri yang melakukannya?"kata Lydia yang juga gak percaya dengan perkataan dari kedua pria itu.


"Nih, liat sendiri kalau gak percaya."kata Jono sambil meyodorkan ponselnya ke kedua gadis didepannya itu.


Lydia dan Sandra langsung melihat video yang diputar oleh Jono diponselnya tapi tak sampai habis karena mereka sudah jijik melihat Video itu. Lydia tak menyangka jika Rima bisa menjual dirinya hanya demi menyemarkan nama baik Lydia. Saat Lydia mau berbicara Rani datang dengan berteriak-teriak memanggil teman-temannya.


"Ran, kamu apa-apaan sih, bikin malu saja."kata Roni.


"Sudah diam, ada berita hangat."kata Rani.


"Berita hangat apalagi sih, hari ini kayaknya udah 2 berita hangat dan sekarang tambah satu lagi dari kamu?"kata Sandra.


"Iya benar memangnya berita hangat apa?"kata Lydia.


"Kalian tau gak kalau si Rima itu dikeluarkan dari perusahaan Emirat dan dia gak akan bisa magang diperusahaan lain setelah ini."kata Rani membuat Lydia terkejut karena banyak sekali hari ini kesialan yang diterima oleh Rima. Lydia sebenarnya kasian tapi mau bagaimana lagi itu sudah jadi resikonya karena telah mencemarkan nama baiknya.


"Kamu yakin dia gak bisa magang diperusahaan lain, tapi tahun depan bisa kan?"kata Lydia.


"kok kamu kayak khawatir gitu bukannya senang padahal dia sudah merusak nama kamu lo."kata Rani.

__ADS_1


"Iya nih, kamu aneh banget Ly."kata Roni.


"Aku sudah senang dia mau mengakui perbuatannya tapi kalau soal sangsinya itu terlalu berat, bagaimana perasaan orangtuanya jika putrinya tak bisa lulus."kata Lydia.


"Itu sudah jadi resikonya siapa suruh dia berbuat jahat."kata Sandra.


"KIta gak boleh menghakimi orang yang sudah menyesal dengan perbuatannya."kata Lydia mengingatkan Sandra dan teman-teman yang lainnya.


"Iya kalau dia menyesal kalau gak gimana?"tanya Sandra.


"Kalau soal itu, sudah bukan jadi urusan kita lagi."kata Lydia.


"Kamu terlalu baik, lalu sekarang apa kamu akan kembali dengan kak Rayyan?"kata Rani.


"Apa maksut kamu?"kata Roni.


"Iya, aku tanya apa Lydia akan kembali berhubungan dengan kak Rayyan?"kata Rani.


"Aku gak setuju kamu balikan sama dia, pria seperti Rayyan itu tak pantas kamu maafkan."kata Roni.


"Iya sehausnya dia itu sebagai pacar kamu lebih tau tentang kamu dan mencari dulu kebenarannya bukanny langsung minta putus."kata Jono.


"Dan kalian tau gak siapa yang antar Lydia pulang ke kosan?"kata Sandra.


"San..."kata Lydia yang gak mau Sandra berkata macam-macam.


"Biar saja mereka tau apa salahnya sih, memang itu kenyataan memang mau apa kalau si Rayyan itu dengar. Dulu aku memang respek sama dia tapi setelah kejadian kita dihutan itu aku sudah gak respek lagi."kata Sandra jujur.


"Lalu kenapa kamu dulu mau membantunya buat dapatin Lydia?"kata Roni.


"Ya aku pikir Rayyan itu berbeda tapi ternyata sikapnya lebih parah banci lagi."kata Sandra membuat kedua teman prianya hanya tersenyum sedangkan Rani dan Lydia hanya mengelengkan kepalanya.


"Oh ya siapa yang antarin pulang Lydia malam itu?"kata Rani.


"Kak Aziz."kata Sandra membuat ketiga teman lainnya terkejut.


"Kayaknya kak Aziz suka deh sama kamu Ly?"kata Jono.


"Kok kamu bisa berpikir kayak gitu Jon?"tanya Sandra.


"Kamu ingat gak waktu Lydia dimaki oleh mamanya Rima?"kata Jono.


"Iya ingatlah kak Aziz yang bantu kita waktu itu, lalu apa hubungannya dengan itu?"kata Sandra.


"Kamu tu ya gak mungkin seorang pria seperti kak Aziz mau membantu tanpa ada perasaan."kata Roni.


"Sudah gak usah bikin gosip, tu dosennya datang."kata Lydia yang gak mau membahas tentang Aziz karena baginya Aziz dan Hendru sudah dia anggap sebagai kakaknya dan mereka pun juga sebaliknya. Aziz memang selalu membantu kalau Hendru tak ada disamping Lydia begitupun sebaliknya. Lydia selalu menyusahkan mereka berdua sampai-sampai pernah kak Risa iri padanya karena kedua pria itu lebih mementingkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2