Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Merayakan kelulusan Lydia dan teman-temannya


__ADS_3

Lydia masuk ke dalam mobil orangtuanya, didalam dia langsung saja mengambil ponselnya yang berada didalam tasnya. Teernyata banyak sekali panggilan dari orang-orang yang dia kenal seperti kak Hendru, Aziz dan juga Dion. Lydia langsung mengirim pesan pada mereka nanti saat pulang ke rumah akan menghubungi mereka sekarang dia akan makan-makan dengan keluarga teman-temannya.


"Kamu kenapa Ly?"kata mama Intan yang melihat kalau putrinya sedang sibuk dengan ponselnya.


"Ini ma, semua pada kirim ucapan selamat sama aku, aku bilang saja nanti saat aku dirumah akan menghubungi mereka lagi."kata Lydia.


"Kamu setelah ini niatnya mau bagaimana?"kata papa Irwan.


"Bagaimana apanya pa?"kata Lydia bingung dengan pertanyaan papanya.


"Kamu mau bantuin papa diperusahaan atau mau kuliah lagi? Tapi kalau kamu mau kuliah papa mau kamu kuliah diluar negeri."kata papa Irwan.


Pa, aku boleh gak istirahat bentar kasih waktu aku buat menikmati kebebasanku setelah ini aku yakin jika aku akan sibuk diperusahaan papa dan gak ada waktu buat diriku sendiri bersantai dan kumpul dengan kalian."kata Lydia.


"Lalu bagaimana dengan Sandra bukannya kamu mau dia jadi asisten kamu?"kata papa Irwan.


"Papa suruh om Doni buat ajarin Sandra dulu biar nanti saat aku bekerja dia sudah terbiasa dengan pekerjaannya."kata Lydia


"Baiklah kalau begitu nanti papa akan bilang sama om Doni untuk mengajari Sandra tugasnya."kata papa Irwan.


"Kamu gak mau kuliah lagi sayang?"kata mama Intan.


"Gak ah ma, aku sudah capek banget. Sekarang aku mau bantu papa saja tapi aku ada satu permintaan sama kalian?"kata Lydia.


"Memangnya kamu mau minta apa sayang kalau papa bisa pasti papa akan mengambulkan keinginan kamu?"kata papa Irwan yang penasaran dengan apa yang diinginkan oleh putrinya itu.


"Aku mau libuaran ke Ausi selama 2 minggu boleh ya pa?"kata Lydia.


"Mama pikir kamu mau apa ternyata kamu mau pergi berlibur.'kata mama Intan lega.


"Memangnya mama mikir aku mau apa?"kata Lydia bingung.


"Mama pikir kamu mau minta agar mama sama papa bicara sama orangtua Rayyan."kata mama Intan.


"Buat apa ma?"kata Lydia yang tak mengerti dengan perkataan mamanya.


"Mama kamu pikir kamu mau kembali dengan Rayyan, lalu menyuruh mama untuk mengatakan pada kedua orangtua Rayyan."kata papa Irwan menjelaskan.


"Kok kurang kerjaan banget sih ma mau kembali sama Rayyan, lagian lelaki macam dia itu gak pantas buat dipertahankan."kata Lydia.


"Memangnya gak ada rasa sedikitpun terhadapnya lagi?"kata mama Intan bertanya.


"Kalau rasa itu pasti masih ada ma tapi kalau untuk bersatu lagi aku akan berpikir 2kali apalagi aku baru saja baikan dengan Rima. Aku gak mau dia melakukan kesalahan lagi kayak kemarin."kata Lydia.


"Kamu benar dia melakukan itu karena dia sangat menyukai Rayyan, mama berharap Rayyan akan membuka hatinya untuk Rima."kata mama Intan.


"Amiin itu yang aku harapkan ma."kata Lydia.


"Kamu kapan mau liburan ke ausinya biar papa siapkan semuanya?"kata papa Irwan mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Nanti dulu pa, aku juga harus mengambil barang-barangku yang ada dikosan. Aku juga belum pamitan dengan bu Rosa."kata Lydia.


"Kamu dekat banget dengan bu Rosa ya?"kata papa Irwan.


"Iya pa, dia itu manager yang baik dan selalu membela karyawannya."kata Lydia.


"Kamu bisa contoh beliau nanti."kata papa Irwan.


"Iya pa, aku akan mencontoh cara kerja beliau."kata Lydia.


Mereka menghentikan pembicaraan setelah sampai direstoran, ternyata semuanya menunggu diparkiran sambil bercanda gurau. Lydia dan orangtuanya langsung turun dari mobil untuk menghampiri mereka semua.


"Kalian kok gak masuk duluan?"kata papa Irwan saat mereka bertiga sudah bergabung dengan yang lain.


"Kami gak berani masuk 'kan kalau masuk harus memesan tepat dulu sebelum datang."kata papa Rani.


"Aku sudah memesannya tadi, maaf aku lupa bilang dengan kalian jadi kalia harus lama menunggu kami."kata papa Irwan yang gak enak hati dengan semua yang menunggunya.


"Gak papa."kata papa Rani.


"Ya sudah kalau begitu mari kita masuk."kata papa Irwan.


Mereka semua masuk mengikuti papa Irwan yang ada didepan, karyawan yang melihat ada papa Irwan langsung saja menyambut mereka. Orangtua Sandra yang baru pertama kali masuk ke dalam restoran langsung terkagum dengan interior yang ada didalam restoran itu.


"Bagus banget ya yah tempat makannya."kata ibu Sandra.


"Iya ayah juga gak nyngka kita bisa mkan ditempat seperti ini."kata ayah Sandra.


"Bu, Yah sudah dong aku malu jika didengar oleh mereka."kata Sandra bicara pada orangtuanya agar tidak norak.


"Gak papa lagi San, lagian itu hal biasa orangtuamu 'kan baru datang ke Jakarta nanti kalau sudah sering kesini pasti gak akan begitu lagi."kata mama Intan.


"Maaf ya om, tan kalau orangtuaku bikin kalian gak nyaman."kata Sandra yang gak enak hati.


"Gak papa lagi San, kita malah senang kok kalau melihat orang lain bahagia, sekarang adalah tugas kamu untuk membahagiakan kedua orangtuamu."kata mama Intan.


"Benar itu San, kamu harus bisa membuat orangtuamu bangga."kata mama Rani yang sudah dekat dengan ketiga teman putrinya itu.


"Iya tan, doain kami semua agar kami bisa membuat kalian semua bangga pada pencapaian kami."kata Sandra.


"Kami akan selalu mendoakan kalian semua, ingat kalau sudah sukses nanti harus tetap saling menghubungi satu sama lain agar silaturahmi kalian tetap terjaga."kata mama Roni.


"Siap tante."kata mereka serempak.


Mereka setelah itu berhenti berbicara karena pelayan resto itu datang keruangan mereka untuk mencatat pesananan mereka. Mereka satu persatu menyebutkan pesanannya, setelah selesai dan pelayan itu pergi mereka sambil menunggu pesanan mereka, para orangtua membicarakan masa kecil anak-anaknya. Para anak muda saat mendengar cerita saat kecil ada yang senang ada juga yang malu karena orangtua mereka masing-masing membicarakan tentang aib mereka masa kecil. Hanya Ita saja yang merasa sedih karena orangtuanya tak ada disana, mama Intan yang menyadari kesedihan langsung saja bertanya pada Ita agar anak itu tak terlalu sedih.


"Ta, boleh tante tanya sama kamu?"kata mama Intan.


"Boleh tan, memangnya tante mau tanya apa kalau aku bisa jawab akan aku jawab?"kata Ita.

__ADS_1


"Kamu dirumah tinggal sama siapa?"kata mama Intan.


"Aku tinggal sama ibu dan adikku."kata Ita.


"Lalu ayah kamu kemana?"kata mama Intan.


"Beliau sudah meninggal."kata Ita sedih.


"Kamu gak usah sedih Ta, anggap saja aku sebagai papamu."kata papa Irwan.


"Memangnya gak papa om, nanti kalau Lydia marah sama aku bagaimana?"kata Ita sambil memandang Lydia.


"Aku bakalan marah sama kamu kalau kamu gak mau jadi saudaraku dan menanggap orangtuaku seperti orangtuamu sendiri."kata Lydia yang langsung membuat Ita langsung memeluk temannya itu.


"Makasih."kata Ita.


"Makasih buat apa?"kata Lydia.


"Kamu mau jadi saudaraku."kata Ita.


"Karena kamu sudah jadi putri angkat kami dan disaksikan oleh mereka jadi mama mau kamu tinggal dirumah kami."kata mama Intan.


"Tapi tan, eh ma aku tinggal dikosan saja lebih dekat dari kampus dan tempat kerja."kata Ita.


"Padahal mama mau ada temannya dirumah, apalagi nanti kalau Lydia jadi mengurus perusahaan diSurabaya pasti rumah akan terasa sepi."kata mama Intan sedih.


"Aku akan sering datang ke rumah mama sama papa, tapi kalian kasih tau dulu dimana alamat kalian karena aku gak tau dimana rumah kalian."kata Ita yang langsung membuat mereka semua langsung saja tersenyum.


Mereka menghentikan pembicaraan saat makanan yang mereka pesan sudah datang. Mereka langsung memakan pesanan mereka tanpa ada yang berbicara sedikitpun.


"Mas sama mbak meginap dimana?"kata mama Intan bertanya pada orangtua Sandra.


"Kami masih belum tau mau menginap dimana karena tadi belum sempat mencari penginapan."kata ibu Sandra.


"Kalau begitu kalian menginap dirumah kami saja."kata mama Intan.


"Dirumah kami juga boleh."kata mama Rani.


"Iya mbak sama mas bisa pilih mau menginap dirumah siapa malam ini?"kata mama Roni.


"Kami bisa minta tolong kalian saja gak>"kata ayah Sandra yang gak mau menyusahkan keluarga teman anaknya.


"Memangnya mau minta tolong apa?"kata papa Irwan.


"Tolong carikan kami penginapan yang murah disekitar station agar kami besok tak jauh pergi ke stationnya."kata ayah Sandra.


"Baiklah kalau itu sudah jadi keputusan kalian akan saya carikan penginapan didekat sana. San kamu mau ikut orangtua kamu atau pulang ke kosan? Kalau kamu ikut orangtuamu biar om pesankan dua kamar."kata papa Irwan.


"Aku ikut orangtuaku saja om, Ta kamu ikut ya daripada kamu sendirian dikosan. Lydia pasti pulang dengan mama papanya."kata Sandra.

__ADS_1


"Baiklah aku akan ikut kamu saja."kata Ita.


Papa Irwan langsung saja megambil ponselnya untuk menelpn seseorang. Dia menyuruh orang untuk menyiapkan 2 kamar karena akan ada orang yang akan menginap dihotel. Mereka semua setelah itu langsung keluar dari resto dan saling berpamitan saat sudah berada diparkiran. Jono ikut Lydia dan orangtua Lydia karena Jono harus mengantarkan Sandra dan kedua orangtua Sandra untuk menginap dipenginapan yang sudah disiapkan oleh papa Irwan.


__ADS_2