Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Lydia menjebak orang yang mencuri file


__ADS_3

"Apa yang terjadi pak?"kata Santi.


"Apa ada sesuatu dengan pekerjaan kita?"kata karyawan.


"Iya, proyek yang kita kerjakan semalam hilang terhapus."kata pak Hardi.


Semua karyawan yang ada disana terkejut dengan perkataan pak Hardi kalau proyek yang mereka kerjakan semalam hilang, apalagi sebentar lagi proyek itu akan dibuat meeting. Pagi itu suasana divisi Lydia sangat kacau karena semua karyawan bingung hasil kerja keras mereka selama beberapa hari ini hilang ada orang yang sudah menghapus file itu.


"Maaf, kalian sudah ditunggu diruang meeting."kata Rara.


"Baiklah habis ini kita akan kesana terimakasih sudah mengingatkan kami."kata Lydia yang membuat Rara tersenyum.


"Sudah kita pergi keruang meeting saja dulu soal bagaimana nanti tuan Alex kita hadapi bersama saja."kata pak Hardi.


Karyawan didivisi pak Hardi berjalan menuju ruang meeting, saat mereka masuk kedalam ruang meeting ternyata semua sudah berada disana hanya tinggal divisi mereka saja yang belum masuk keruangan itu. Alex bisa melihat wajah-wajah tegang semua karyawan dari divisi pak Hardi. Dia yakin jika terjadi sesuatu dengan divisi itu tapi apa dia akan mencaritau nanti.


"Kalian darimana kenapa bisa terlambat?"kata Alex.


"Maaf tuan, kami sedang ada masalah."kata pak Hardi.


Semua karyawan yang berada disana bingung apa masalah yang terjadi dengan mereka, Alex juga melihat wajah tegang mereka tapi tidak dengan Lydia. Lydia tetap tenang seperti biasa, Alex yakin jika ada yang ingin Lydia lakukan tapi apa. Alex mau mengikuti alur yang sudah dibuat Lydia pasti perempuan itu punya alasan melakukan hal ini.


"Ada apa memangnya?"kata Alex dingin.


"Maaf tuan, file proyek yang kami buat hilang dan terhapus."kata pak Hardi.


Perkataan pak Hardi membuat semua yang ada disana terkejut dan mereka juga yakin jika kali ini tuan Alex tak akan memaafkan divisi itu karena proyek kali ini adalah proyek yang sangat penting. Apalagi klien bukan orang sembarangan, Lydia dengan tenang memandang wajah-wajah yang penuh kekhawatiran tapi tidak dengan seorang perempuan. Lydia tersenyum saat melihat perempuan itu, Alex yang melihat Lydia menatap seorang karyawan perempuan yakin jika Lydia tau sesuatu tapi dia hanya ingin menjebak seseorang.


"Bagaimana bisa, kalian tau gak sih proyek ini adalah proyek yang sangat penting bagiku?"kata Alex dengan nada marahnya.


"Maafkan kami tuan, kami berjanji akan segera menyelesaikan proyek."kata pak Hardi.


"Aku gak mau tau dan gak akan percaya dengan kalian lagi. Apa ada yang punya ide untuk proyek ini?"kata Alex.


"Tapi tuan, kami bisa menyelesaikan malam ini juga."kata Lydia memohon.


"Gak, aku gak percaya dengan perkataan kalian lagi. Kalau ada yang punya ide maka akan aku serahkan proyek itu ke divis kalian."kata Alex.

__ADS_1


"Saya ada pak."kata karyawan baru itu membuat divisinya terkejut.


"Kamu apa-apaan sih gak usah aneh-aneh deh."kata manager.


"Tenang pak saya punya ide proyek yang bagus kalau tuan mau liat akan saya jelaskan dan perlihatkan."kata karyawan baru.


Alex memandang Lydia tajam membuat Lydia tersenyum tapi Alex malah menghela nafas sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Baiklah, silahkan kamu sampaikan proyek kamu."kata Alex.


Karyawan baru itu dengan penuh percaya diri memasukkan flashdisk dilaptop lalu menyalakan rekaman diproyektor. Alex dan karyawan didivisi pak Hardi terkejut karena yang diperlihatkan dan dijelaskan oleh karyawan baru itu sama dengan apa yang mereka buat. Divisi yang lain yang tak tau jika itu proyek milik Lydia memuji karyawan baru itu karena proyek yang dia jelaskan itu sangat menarik dan yakin kalau tuan Alex pasti menyukainya bukan hanya tuan Alex tapi juga klien mereka.


"Bagaimana tuan?"kata karyawan baru.


"Kamu dapat ide itu darimana?"kata Alex membuat karyawan lain terkejut kenapa ceo menanyakan soal itu.


"Ini ide saya sendiri tuan."kata karyawan baru.


Alex yang sudah gak sabar mendengar kejujuran karyawan baru itu mengeblak meja membuat semua karyawan disana ketakutan tapi tidak dengan Lydia. Lydia menyerahkan semua pada Alex tapi jika perempuan itu tak mengatakan yang sebenarnya terjadi maka rekaman itu akan dia serahkan pada Alex.


"Katakan yang sebenarnya gak usah bohong."kata Alex dingin.


"Memangnya aku bodoh, kamu katakan sekarang atau kantor polisi yang akan menjawab semuanya?"kata Alex.


"Tuan, kenapa bawa-bawa polisi?"kata manager pada tuan Alex.


"Bagaimana aku gak memasukkannya ke penjara, dia telah mencuri proyek orang lain."kata Alex.


"Maksutnya bagaimana tuan saya gak mengerti?"kata manager.


"Kalian tau proyek yang dia tunjukan pada kita itu adalah proyek hasil kerja keras didivisi pak Hardi. Kalau kalian gak percaya tanya saja pada mereka!"kata Alex membuat semua orang terkejut.


Pak Hardi dan para karyawannya bersyukur karena tuan Alex tau jika itu proyeknya tapi bagaimana bisa karyawan itu mendapatkan proyek itu. Semua karyawan menanyakan pada pak Hardi dan pak Hardi mengatakan jika itu adalah proyek yang dia kerjakan oleh semua karyawannya. Semua yang ada disana terkejut tapi karyawan baru itu tetap kekeh jika proyek itu adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Lydia yang sudah gak tahan dengan perkataan dan hinaan perempuan itu padanya mulai berbicara.


"Kalau memang benar itu adalah hasil kerja kerasmu, darimana kamu punya inspirasi untuk membuat proyek itu?"kata Lydia dengan dingin dan tegas.


Semua yang ada disana terkejut dengan sikap Lydia, bukan hanya karyawan tapi juga Alex. Selama ini Lydia selalu bersikap ramah dan lembut kini berubah tegas, Alex memang tau latar belakang Lydia bukanlah orang biasa tapi dia tak menyangka jika Lydia bisa setegas itu.

__ADS_1


"Gak ada aku hanya kepikiran saja."kata karyawan baru itu membuat Lydia tersenyum sinis.


"Asal kamu tau proyek itu aku terinspirasi dari putraku yang aku tinggalkan untuk bekerja, aku ingin dia mendapatkan camilan yang bergizi walaupun hanya sebuah camilan saja. Kamu mau mengaku atau aku yang akan membuka apa yang sudah kamu lakukan?"kata Lydia.


"Memangnya kamu punya bukti?"kata karyawan baru itu dengan santainya membuat senyuman Lydia semakin melebar.


"Aku gak akan sepercaya diri ini jika gak ada bukti nona. Pak Hardi bisa tolong saya?"kata Lydia.


Pak Hardi menganggu lalu mengambil flashdisk yang berada ditangan Lydia lalu berjalan menuju proyektor untuk menyalakan rekaman yang terrekam. Mereka semua terkejut dengan apa yang dia liat mereka gak menyangka kalau disana merekam apa yang dilakukan karyawan baru itu. Perempuan itu ketakutan gak percaya dengan apa yang diliatnya sedangkan Lydia hanya tersenyum dan Alex mengacungi jempol bawahan sekaligus temannya itu.


"Bagaimana kamu masih mau mengelak?"kata pak Hardi.


"Kamu itu karyawan baru tapi sudah melunjak, asal kamu tau gak mungkin semudah itu kamu bisa mendapatkan proyek besar jika gak ada jebakan didalamnya."kata Santi sambil tersenyum.


"Kamu saya pecat dan kamu taukan kalau sudah dipecat dari perusahaan ini gak akan bisa bekerja ditempat manapun?"kata Alex.


"Tunggu, gak usah pecat dia tuan."kata Lydia membuat semua orang terkejut dengan perkataan Lydia.


"Lalu apa yang mau kamu lakukan pada perempuan ini, Ly?"kata Alex.


"Iya Ly, kamu membiarkannya akan semakin membuatnya ngelunjak."kata Santi.


"Dia gak akan ngelunjak lagi, bu boleh saya ambil dia jadi asisten pribadi saya?"kata Lydia membuat semua orang terkejut.


"Kenapa kamu ingin menjadikan dia asistenmu sih, dek?"kata Alex keceplosan membuat Lydia memadang tajam Alex sedangkan Alex hanya tersenyum.


"Boleh ya, aku yakin jika dia punya potensi untuk berkembang dan nanti kalau ke Jakarta aku gak perlu cari asisten lagi dia bisa aku bawa kesana. Kamu dari Indonesiakan?"kata Lydia.


"Iya saya dari Indonesia, tapi kenapa kamu gak marah sama aku kenapa kamu malah jadikan aku asistenmu?"kata perempuan itu membuat Lydia tersenyum.


"Jadi asisten Lydia itu gak mudah semoga saja kamu betah dengan tingkahnya dan kedisiplinannya. Bagaimana apa kamu izinkan dia pindah divisi?"kata Alex bertanya pada manager.


"Mau tak mau apa boleh buat, lagian daripada dia dipecat sayang potensi dia sebenarnya bisa dikembangkan makanya aku mengambil dia."kata manager perempuan.


"Baiklah, kalau begitu masalah ini sudah selesai. Pak Hardi sama Lydia ikut saya keruangan saya setelah ini, aku mau minta file proyek untuk dikirimkan ke klien dan nanti kalau dia minta penjelasan bisa langsung kalian jelaskan."kata Alex.


"Baik tuan."kata yang lain bersamaan.

__ADS_1


Mereka semua meninggalkan ruangan meeting itu begitu dengan Alex, Lydia sebelum ikut pak Hardi keruangan Alex meminta tolong pada Santi untuk menyiapkan tempat untuk perempuan yang akan pindah kedivisi mereka. Santi sebenarnya keberatan tapi apa boleh buat Lydia dan pak Hardi sudah memutuskan jadi ak bisa diganggu gugat.


__ADS_2