Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Kebusukan Damar dan Sisi terungkap


__ADS_3

Kelima pria yang berada diperusahaan Ryan memutuskan untuk segera pergi ke acara orangtua Ryan. Sampai disana mereka mulai menjalankan rencannya Ryan memakai baju Seno sedangkan Seno memakai baju yang diberikan oleh Shinta tapi mereka semua gak ada yang tau karena mereka pakai topeng. Benar saja saat acaranya baru saja dimulai ayah Danny mengumumkan kalau Shinta dan Ryan akan segera menikah. Seno duduk disamping Shinta dan didepan penghulu, penghulu bertanya pada mereka berdua saat Seno menjawab Shinta sadar kalau suara itu bukan suara Ryan.


"Mas, kenapa suaramu?"kata Shinta.


"Iya sayang kamu sakit?"kata bunda Airin yang panik jika putranya sakit.


"Iya, suaraku agak serak maaf ya kalau gak mau diteruskan akad ini gak papa kok."kata Seno.


"Gak kita harus melakukan akad nikah ini kita sudah siapin semuanya, memangnya kamu mau keluarga kita malu diliat banyak orang kalau akad ini gak jadi."kata Shinta.


Seno hanya menghela nafasnya ternyata Shinta keras kepala tak seperti Shinta yang dulu diam-diam dia jaga dari teman-teman yang membullynya. Seno bertekad akan mengembalikan Shinta seperti Shinta yang dulu, Shinta yang polos dan baik hati. Akad itu berjalan dengan lancar walaupun pak penghulu bingung pada awalnya karena nama pengantin pria berubah tapi dia langsung paham saat Dayat menjelaskan duduk permasalahannya dan dibuku nikah sekarang mereka sudah menjadi suami istri yang sah. Selesai akad barulah Ryan dan Anton muncul dengan ucapan selamat untuk kedua mempelai.


"Selamat buat mbakku Shinta dan Seno semoga kalian jadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah."kata Ryan sambil membuka topengnya.


Shinta dan tamu disana terkejut terutama Damar dan juga Sisi, lalu siapa yang menikah dengan putrinya. Shinta yang gak terima dengan semua ini langsung saja membuka topeng betapa terkejut dia saat melihat wajah Seno.


"Kenapa om ada disini?"kata Shinta.


"Aku suamimu sekarang bukan om kamu."kata Seno dingin.


"Gak kamu bohong, mana mungkin kamu bukannya dibuku nikah nama Ryan yang jadi suamiku?"kata Shinta.


"Coba saja kamu liat siapa nama yang ada dibuku nikahmu maka kamu akan tau."kata Seno dingin.


Shinta membuka buku nikah dan betapa terkejutnya dia saat melihat nama Seno disana bukan Ryan, Seno tersenyum sambil membisikan sesuatu sama Shinta.


"Aku akan membuat hidupmu seperti dineraka, sama seperti apa yang kamu lakukan sama Lydia."kata Seno.


"Apa maksutmu?"kata Shinta.


"Memangnya aku gak tau kalau kamu dan kedua orangtuamu yang merencanakan pembunuhan Tiara? Asal kamu tau Tiara adalah sepupu jauhku jadi saat aku mendapatkan tawaran dari Ryan langsung aku setujui karena aku bisa membalaskan dendamku."kata Seno membuat Shinta terkejut.


"Kamu gak akan bisa membalas dendam karena aku akan bilang sama ayah supaya memaksamu untuk menceraikanku."kata Shinta.

__ADS_1


"Kita liat saja apakah kamu atau aku yang akan menang."kata Seno.


Mereka menghentikan pembicaraan saat Anton meminta waktunya sebentar pada semua yang ada disana karena ada yang mau dia sampaikan.


"Mungkin bagi sebagaian orang ini bukan waktu yang tepat tapi disini saya akan membuka semua kebenaran yang seharusnya terungkap. Disini saya ingin membersihkan nama baik mama saya yang dulu dituduh selingkuh padahal kenyataannya dia tak selingkuh dia korban dari orang-orang yang tak ingin agar mama saya tutup mulut agar kelakuan bejatnya tak diketahui oleh keluarga kami. Parahnya lagi mereka juga menukar adik kandung saya dengan anaknya sendiri dan bilang kalau adiknya sudah meninggal padahal adik kandung saya yang dia buang entah kemana. Jadi Shinta bukanlah adik kandung saya tetap dia adalah putri dari perselingkuhan om Damar dan tante Sisi. Mereka sengaja menukar Shinta dengan adik saya dan mencari seorang bayi yang sudah meninggal agar om Toni tak mengetahui jika anak yang dilahirkan tante Sisi bukan anak kandungnya."kata Anton membuat semua orang terkejut.


"Apa buktinya kalau Shinta itu anakku dengan Sisi? Kamu kalau gak ada bukti gak usah ngada-ngada deh."kata Damar.


"Ini adalah hasil test DNA antara anda dengan Shinta dan satu lagi test DNA antara Shinta dengan papa saya."kata Anton sambil menyalakan layar proyektor yang menampirkan hasil test DNA yang Anton bilang.


Semua orang mulai berbisik-bisk membuat Sisi tak tenang tapi dia diberi kode oleh Damar agar tenang karena itu gak akan membuktikan kalau Shinta adalah anak kandung mereka.


"Apa kamu yakin hasil lab itu akurat bisa saja hasil itu tertukar?"kata Damar membuat Ryan tersenyum.


"Dari cara kalian setuju supaya aku menikah dengan Shinta saja sebenarnya kalau orang pintar pasti akan curiga karena biar bagaimanapun sesama saudara tak bisa menikah satu sama lain karena papa dan adiknya makrom gak mungkin kami bisa menikah. Kalau kalian gak percaya tanya saja dengan pak penghulu pasti beliau lebih tau tentang syarat menikah. Satu lagi saya juga akan memanggil suster yang sudah membantu mereka berdua menukarkan Shinta dengan adik kandungku. Bawa dia masuk!"kata Ryan.


Saat seorang perempuan paruhbaya masuk kedalam dengan anak buah Ryan membuat Sisi ketakutan Toni hanya menghela nafasnya dia gak menyangka jika istrinya tega membohonginya selama ini. Perempuan itu menecritakan semua didepan umum membuat Sisi gak bisa menolak lagi sedangkan Shinta hanya terdiam gak menyangka jika selama ini orangtuanya hanya memanfaatkan dirinya supaya bisa mendapatkan harta milik keluarga ayah Danny.


"Ada hal yang paling mengemparkan dan setelah ini saya mau om Damar dan tante Sisi mempertanggungjawabkan semua perbuatannya."kata Anton.


"Iya jika memang perbuatannya sudah melanggar hukum dia harus dia adili, aku juga akan menceraikan kamu Si."kata Toni.


"Mas, aku gak mau cerai dari kamu mas."kata Sisi.


"Kita dengarkan saja apa yang akan dikatakan oleh Anton karena ini yang akan menentukan semuanya."kata Toni.


"Masalah kali ini bukan saya atau Ryan yang akan mengatakannya, saya akan serahkan pada om Hardi selaku asisten ayah dan juga kakak ipar dari papa saya."kata Anton.


"Terimakasih saya disini hanya ingin supaya mereka berdua mendapatkan keadilan karena sudah menjadi dalang dari kecelakaan adik dan adik ipar saya pada waktu itu."kata Hardi.


"Kamu gak usah sembarangan berbicara deh apa buktinya jika aku dalang dari kecelakaan itu bukankah orang yang mencelakai adikmu sudah mendapatkan hukuman?"kata Damar.


"Orang yang ada didalam penjara itu gak bersalah sama sekali, dia kamu fitnah karena dia tau apa yang kalian rencanakan dan juga perselingkuhan kalian. Kenapa dia hanya diam saja karena kamu mengancam akan menyakiti anak dan istrinya."kata Hardi.

__ADS_1


"Kalian juga dalang dari kecelakaan Tiara dan keluarganya kalian bekerjasama dengan adiknya mama Tiara supaya dia bisa menguasai kekayaan orangtua Tiara. Sekarang sudah waktunya kalian mempertanggungjawabkan semuanya termasuk apa yang kalian lakukan pada Lydia. Untung saja orangtua Lydia membiarkan kalian karena mereka memandang perasahabatan bunda Airin mereka tak ingin merusak hubungan baik tapi sekarang aku sudah gak tahan lagi dengan kalian semuanya, sudah waktunya semua terbuka."kata Anton.


"Kalian gak ada bukti maka kalian gak akan bisa melaporkan kami."kata Damar sombong.


"Kalian pikir kenapa aku dan Ryan mengadakan pesta topeng bukan pesta biasa karena mereka kebanyakan adalah anggota kepolisian. Bapak bisa menangkap mereka berdua."kata Anton.


"Kamu akan menyesal karena sudah mempermalukan kami?"kata Damar sambil memberontak karena sudah diborgol oleh polisi begitu juga dengan Sisi.


"Maaf atas ketidaknyamanannya kalian bisa melanjutkan pestanya lagi."kata Anton meminta maaf.


Semua tamu undangan gak menyangka jika keluarga Danny benar-benar sangat kejam hanya karena ingin memilik harta. Ayah Danny geram saat mendengar semua yang terjadi tadi dia pergi mengajak istri dan anak-anaknya untuk masuk kedalam satu ruangan sedangkan para tamu undangan diserahkan pada Hardi dan juga Toni.


"Kenapa ayah menyuruh kami kesini?"kata Ryan santai.


"Kalian kenapa tak bilang sama ayah kalau menyelidiki semua ini?"kata ayah Danny.


"Kalau aku mengatakan pada ayah bukannya ayah akan mengatakan pada putri kesayangan ayah itu."kata Anton sambil menatap tajam Shinta.


"Biar bagaimanapun dia tetap adikmu Ton."kata ayah Danny.


"Bela saja terus yah, sekarang semua sudah selesai sekarang terserah ayah mau gimana sama anak kesayangan ayah itu. Jika ayah masih membelanya silahkan tapi jangan salahkan kami berdua jika perusahaan itu akan hancur karena ulahnya."kata Ryan.


"Apa maksutmu Yan?"kata ayah Dany.


"Yah, gak usah percaya sama Ryan dan kak Anton mereka berdua ingin ayah membenciku."kata Shinta.


"Diam kamu, memangnya bunda gak tau apa yang sudah kamu lakukan pada perusahaan. Kamu jugakan yang memaksa Lydia untuk pergi dari kehidupan Ryan karena kamu bilang sama Lydia jika hanya kamu yang bisa membuat Ryan bahagia. Seandainya aku tau jika kamu bicara seperti itu aku akan menahan Lydia karena dia mengandung cucu pertama kami."kata bunda Airin membuat semua orang yang ada disana terkejut tapi tidak dengan Seno.


"Apa maksut bunda cucu pertama bunda, apa saat itu Lydia sedang hamil bun?"kata Ryan.


"Iya, dia rencananya akan bilang sama kamu saat kamu mengantarkannya ke Bogor tapi nyatanya kamu lebih memilih mencari Shinta. Asal kamu tau saat itu Lydia sedih dan lagi dia juga mendapatkan pesan dari perempuan ini kalau kamu lebih menyayanginya daripada Lydia. Sekarang terserah ayah masih mau bela putri kesayangan ayah yang sudah memisahkan anak dengan ayahnya atau sebaliknya tapi ingat satu hal kalau ayah memilih putri kesayangan ayah ini sebaiknya kita pisah saja."kata bunda Airin yang sudah kesal dengan suaminya yang selalu membela Shinta.


"Maaf yah, bun bukannya saya lancang sekarang Shinta sudah jadi tanggungjawab saya karena dia sudah jadi istri sah saya. Saya berharap supaya kalian tak ikut campur urusan rumahtangga kami, kalaupun Shinta berkata macam-macam tentang saja dengarkan saja jangan pernah ambil tindakan sebelum kalian berbicara juga pada saya. Saya juga mau Shinta gak bekerja lagi saya sanggup mencukupi kebutuhannya."kata Seno.

__ADS_1


"Yah, aku masih mau tetap bekerja yah."kata Shinta.


"Kamu bukan tanggungjawab ayah lagi, perusahaan juga akan ayah serahkan padamu lagi Ton karena ayah yakin jika Ryan gak mungkin mengelola perusahaan sebab dia sudah sibuk dengan dua perusahaannya. Ayah ikut apa yang kamu atur Sen, tolong kalau bisa kembalikan putri ayah yang polos dan rendah hati bukan kejam seperti sekarang."kata ayah Danny sambil meninggalkan ruangan itu.


__ADS_2