
Rima sampai kamarnya langsung saja membanting semua barang-barangnya. Dia gak terima kalau Lydia kembali dengan Rayyan. Rayyan harus tetap jadi miliknya gak boleh ada perempuan lain yang memiliki Rayyan.Rima langsung saja menghubungi pria yang selalu jadi suruhannya sejak dulu untuk mengancam atau mencelakai perempuan-perempuan yang mendekati Rayyan.
[Hallo ada apa kamu menghubungiku?]
[Aku ada tugas lagi untukmu, apa kamu mau mengerjakannya?]
[Kalau uangnya menjanjikan akan aku lakukan, apa yang mau kamu lakukan?]
[Aku mau kamu memberi pelajaran untuk perempuan yang bernama Lydia itu.]
[Bukannya masalah kamu dan dia sudah selesai ya dulu?]
[Dia berulah lagi, dia kemarin berjanji padaku untuk menjauhi Rayyan tapi nyatanya dia malah berhubungan lagi dengan Rayyan dibelakangku.]
[Lalu apa yang ingin kamu lakukan pada Lydia?]
[Aku mau kamu perhatikan dia dulu saja, kalau sampai dia sering bertemu dengan Rayyan tolong kamu kasih pelajaran buat gadis itu.]
[Apa yang ingin kamu lakukan untuk memperingatinya?]
[Seperti biasa tabrak gadis itu.]
[Tapi kalau itu mengancam nyawanya bagaimana?]
[Kamu pasti tau apa yang aku mau hanya untuk memperingatkannya bukan untuk membunuhnya.]
[Baiklah aku mengerti apa yang kamu maksut]
[Ya sudah kalau gitu, aku tunggu kabar dari kamu.]
Rima setelah masuk ke kamar mandi untuk mandi agar pikirannya tenang dan setelah itu dia bisa tidur dengan tenang. Beda lagi dengan Lydia yang baru saja sampai rumah langsung saja dihadang oleh kedua temannya. Mereka ingin tau apa yang terjadi apalagi Lydia pulang dengan membawa satu buket bunga ditangannya membuat kedua temannya bertanya apa yang terjadi saat makan malam.
"Bagaimana makan malamnya?"kata Ita.
"Iya ceritakan apa yang terjadi."kata Sandra yang juga penasaran sama seperti Ita.
"Masuk dulu yuk, aku juga sudah gerah dengan bajuku ini ingin ganti baju."kata Lydia yang membuka pintunya kamar kosannya dan mereka bertiga masuk ke dalam kamar kos Lydia.
Lydia meletakkan bunga yang dia bawa disembarang tempat setelah itu dia menuju lemarinya untuk mengambil baju ganti yang nyaman. DIa sekalian membersihkan wajahnya setelah selesai dari kegiatannya dia langsung duduk bergabung dengan kedua temannya yang sudah menanti cerita dari Lydia.
"Ayo dong cerita kami penasaran tau gak?"kata Sandra yang sudah gak sabar mendengar cerita dari Lydia tentang makan malamnya dengan Rayyan tadi.
__ADS_1
"Kalian ini kepo banget sih."kata Lydia.
"Ayo dong Ly, kami benar-benar penasaran tau gak apa yang terjadi tadi?"kata Ita.
"Mau mulai dengar cerita darimana nih?"kata Lydia.
"Ceritakan semuanya."kata Sandra.
"Wih kalau semuanya sampai besok aku ceritanya memangnya kamu gak mau tidur?"kata Lydia.
"Iya juga ya, kamu ceritakan intinya saja kalau kayak gitu."kata Sandra.
"Intinya kak Rayyan ngajak aku makan malam untuk nembak aku lagi."kata Lydia membuat kedua temannya terkejut.
"Lalu kamu bilang apa sama kak Rayyan?"kata Ita.
"Aku minta waktu, aku mau nolak sebenarnya tapi melihat dicafe itu banyak orang aku gak tega dengan kak Rayyan."kata Lydia.
"Lalu kak Rayyan bagaimana apa dia bisa terima dengan keputusan kamu ini?"kata Sandra.
"Iya dia mau nunggu sampai aku siap jawab."kata Lydia.
"Lalu kamu bagaimana apakah kamu akan menerima dia kembali?"kata Ita yang penasaran dengan jawaban Lydia.
"Kamu gak akan berubah pikirankan setelah ini?"kata Ita.
"Aku gak akan berubah pikiran, apalagi aku sudah janji sama Rima untuk melepaskan kak Rayyan."kata Lydia.
"Jadi kamu melepaskan kak Rayyan bukan tulus dari hati kamu tapi karena kamu sudah janji sama Rima?"kata Sandra kecewa.
"Iya bukan karena itu juga banyak yang aku harus pertimbangkan selain Rima juga orangtua kak Rayyan yang terang-terangan tak setuju dengan hubunganku dengan kak Rayyan."kata Lydia.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"kata Ita
"Mungkin dua hari lagi aku akan jawab pertanyaan dari kak Rayyan ini."kata Lydia.
"Lebih cepat lebih baik daripada kak Rayyan terlalu berharap dan ujung-ujungnya kamu menolaknya bukannya itu akan semakin sakit dan bisa-bisa kamu gak akan bisa berteman lagi dengan kak Rayyan."kata Sandra.
"Kamu benar seandainya saja tadi gak ada orang banyak aku sudah menolaknya."kata Lydia sambil menghera nafasnya.
"Aku tau kamu tak ingin membuat kak Rayyan malu."kata Ita.
__ADS_1
"Iya, ya sudah kalian gak mau kembali ke kamar kalian ini sudah malam lo?"kata Lydia.
"Iya, kami kembali ke kamar kamu istirahat jangan terlalu dipikirin soal ini."kata Sandra/
"Iya siap, selamat malam."kata Lydia yang menunggu temannya masuk ke dalam kamarnya setelah itu barulah dia menutup pintu kamarnya.
Sejak kejadian malam itu Rayyan sering datang ke toko untuk menyempatkan diri bertemu dengan Lydia. Saat Lydia mau menolak Rayyan selalu ada alasan untuk mengalihkan pembicaraan sehingga Lydia tak bisa berkata apa-apa lagi.
Hari ini Lydia bertekat untuk mengatakan semuanya pada Rayyan. Dia tak mau jika masalah ini terus berlarut-larut. Mereka berdua berjanji bertemu disebuah taman.
"Maaf kamu menunggu lama ya?"kata Rayyan yang baru datang dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Kakak lari tadi kok keringatnya banyak gitu?"kata Lydia sambil menyerahkan tisu pada Rayyan.
"Iya aku takut kamu menungguku lama disini, tadi mendadak ada pasien makanya aku telat datangnya."kata Rayyan.
"Gak papa kak, lagian nyawa orang itu lebih penting tau."kata Lydia yang memaklumi pekerjaan Rayyan.
"Maaf ya sekali lagi."kata Rayyan.
"Sudahlah kak, aku kesini mau berbicara sesuatu yang penting sama kakak."kata Lydia.
"Memangnya kamu mau bicara apa?"kata Rayyan.
"Aku mau jawab pertanyaan kakak kemarin."kata Lydia.
"Pertanyaan aku yang mana?"kata Rayyan
"Kak aku gak bisa menjalin hubungan dengan kakak lagi, lebih baik kita berteman saja ya, aku gak mau ada yang akan tersakiti jika kita tetap berhubungan."kata Lydia.
"Siapa yang akan tersakiti Ly?"kata Rayyan.
"Kak bukannya kakak tau jika orangtua kakak gak setuju dengan hubungan ini dan sebentar lagi kakak akan bertunangan dengan Rima memangnya kakak lupa dengan semua itu?"kata Lydia.
"Aku gak lupa soal itu tapi aku gak mau bertunangan dengan Rima, aku gak bisa menikah dengan perempuan yang seperti itu."kata Rayyan.
"Memangnya Rima perempuan seperti apa kak?"kata Lydia bertanya.
"Perempuan yang menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan apa yang dia mau."kata Rayyan.
"Bukannya itu bagus ya kak?"kata Lydia.
__ADS_1
"Bagus apanya Ly?"kata Rayyan yang ga suka dengan perbuatan Rima.
"Dia melakukan itu karena dia ingin mempertahankan miliknya."kata Lydia.