
"Gak papa aku hanya tanya saja."kata Lydia.
"Apa kamu takut jika kamu sama Raka kembali ke Jakarta aku akan sibuk?"kata Ryan.
"Siapa juga yang mau tinggal sama kamu? Aku hanya tanya saja memangnya gak boleh apa?"kata Lydia.
"Siapa tau ada yang mau tinggal sama aku karena kasian sebab aku gak ada yang ngerawat sejak dia gak ada?"kata Ryan menyeringai.
"Mamangnya istri kamu yang satu lagi gak merawatmu apa?"kata Lydia.
Ryan tersenyum lalu memeluk Lydia dari belakang sambil mencium rambut istrinya yang selalu jadi candunya. Lydia yang dicium rambut dan bahunya bergantian hanya menghela nafas tapi dia tak menolak karena Lydia merasa mungkin dengan cara seperti itu setidaknya bisa menenangkan suaminya. Saat mereka sedang menikmati pelukan itu terdengar pintu kamar Ryan diketuk membuat Ryan melepaskan pelukannya lalu menyuruh Lydia masuk ke kamar jangan keluar. Ryan tau jika yang datang itu adalah manager hotel yang ingin membahas soal masalah hotel. Semalam Ryan minta bantuan manager untuk menangani kasus dihotel.
"Maaf tuan kalau saya ganggu."kata Dani.
"Gak papa kok ayo masuk, lagian aku yang harus minta maaf soalnya semalam aku bilang pagi tapi ini sudah sore baru bisa bertemu kamu. Kamu mau minum apa nih?"kata Ryan.
"Kopi saja tuan."kata Dani.
"Gak minum bir?"kata Ryan.
Lydia yang mendengar perkataan Ryan terkejut tapi setelah itu sadar pasti suaminya itu sering minum apalagi dia dan Jono sering keluar masuk club malam. Lydia mengirim pesan pada Ryan jika Ryan minum bir dia gak akan menginap dihotel, Ryan yang membaca pesan itu tersenyum.
"Nih, kamu minum dulu baru kita bahas kerjaan."kata Ryan.
"Makasih tuan."kata Dani.
Mereka berdua minum kopi yang dibuat oleh Ryan setelah itu mulai membahas masalah yang terjadi dihotel. Sekarang Ryan tau bagaimana bisa laporan keuangan itu bisa acak-acakan memang disengaja oleh orang itu agar Ryan menyalahkan wakil ceo.
"Dan, kamu tau siapa saja yang bekerjasama?"kata Ryan.
"Saya masih belum tau tuan, tapi saya hanya menemukan ini melalui cctv."kata Dani.
__ADS_1
Dani membuka sebuah video yang dia ambil diruangan cctv, Ryan yang melihat video itu terkejut karena orang yang sudah bekerjasama untuk mengelapkan uang adalah orang-orang yang dia pertahankan saat hotel itu mengalami kebangkrutan dulu. Ryan menerima mereka karena mereka berdua memohon-mohon pada Ryan supaya tetap bisa bekerja disana. Ryan menghela nafasnya karena dia mempertahankan orang yang salah.
"Dan, aku mau tanya apa dulu kedua pria itu seperti ini juga?"kata Ryan.
"Iya tuan, makanya saya gak percaya karena tuan mempertahankan mereka yang sudah buat hotel ini bangkrut."kata Dani.
"Kenapa mereka gak langsung dipecat saat itu saja tapi malah hotel ini dijual?"kata Ryan.
"Karena pemilik hotel sudah putus asa dengan putranya yang gak mau mengelola hotel malah memilih untuk membangun usaha sendiri."kata Dani.
"Siapa orang itu kalau aku boleh tau? Siapa tau aku bisa mengajak dia kerjasama dengannya karena dia tau bagaimana hotel ini."kata Ryan.
"Tuan Alex pemilik perusahaan Expo corp."kata Dani membuat Ryan terkejut.
"Aku tau apa yang harus aku lakukan, kebetulan aku bekerjasama dengan perusahaannya."kata Ryan tersenyum.
"Lalu apa yang akan tuan lakukan dengan kedua orang itu?"kata Dani.
"Kita selesaiin masalah laporan ini tapi yang sekarang jangan dihapus bisa kita jadikan bukti."kata Ryan.
"Seandainya saja aku kenal kamu lebih dulu Dan, pasti kamu yang aku jadikan wakilku disini."kata Ryan yang suka dengan kepintaran dan kecakapan Dani.
"Jangan gitulah biar bagaimanapun kak Enzi adalah kakak iparku."kata Dani tersenyum.
"Kamu ini, kamu rapikan yang ini aku yang ini."kata Ryan.
Ryan membagi berkas menjadi dua sama banyak untuk dikerjakan kedua pria itu, Lydia yang lama-lama bosan karena tak berbuat apa-apa dan gak ada yang dia liat diponsel memutuskan untuk berjalan ke depan. Lydia duduk disamping Ryan membuat Dani terkejut karena tiba-tiba ada perempuan yang duduk disamping tuannya. Ryan yang tau kalau Dani penasaran siapa perempaun disebelahnya tersenyum lalu memandang kearah Lydia.
"Boleh aku bilang siapa kamu sama Dani?"kata Ryan minta izin.
"Bolehlah, kalau kakak gak bilang nanti dikira aku perempuan apaan lagi."kata Lydia kesal dengan pertanyaan Ryan membuat Ryan tersenyum.
__ADS_1
Dani yang melihat perlakuan Ryan pada perempuan disampingnya terkejut karena baru kali ini Dani melihat Ryan lembut pada perempuan. Selama ini banyak karyawan yang mengoda Ryan tapi tak ada yang dihiraukan oleh atasannya itu.
"Dia istriku, kebetulan dia tinggal disini dengan putraku."kata Ryan membuat Dani terkejut.
"Maaf nyonya tadi saya berpikir yang gak-gak."kata Dani.
"Gak papa kok, maaf kalau aku ganggu kerja kalian."kata Lydia.
"Ada apa? Kan tadi aku bilang suruh istirahat didalam gak capek apa tadi jalan-jalan seharian?"kata kata Ryan.
"Aku bosan gak ngapa-ngapain, aku boleh pesan camilan gak?"kata Lydia membuat Ryan tersenyum.
"Tu pakai ponselku mau pesan apa pesan saja."kata Ryan membuat Lydia tersenyum.
Ryan yang melihat tingkah Lydia tersenyum, Lydia sendiri mengambil ponsel Ryan tapi bukannya diam dia malah banyak bertanya membuat Dani tersenyum sedangkan Ryan menjawab pertanyaan Lydia dengan sabar. Dani gak menyangka jika atasan yang dingin bisa lembut dan sabar dengan istrinya.
"Dan, kamu mau pesan apa?"kata Lydia.
"Gak usah nyonya, saya masih kenyang."kata Dani.
"Gak papa sekalian saja buat makan malam soalnya pasti ini akan selesai sampai malam. Kamu mau pesan apa?"kata Ryan.
Akhirnya Dani menuruti perkataan Ryan, setelah menunggu memesan makanan dan camilan Lydia kembali ke dalam dengan membawa ponsel milik Ryan. Dani yang melihat itu terkejut karena Ryan mengizinkan Lydia membawa ponselnya gak takut jika Lydia mengetahui rahasia perusahaan padahal didalam ponsel Ryan pasti banyak banget file-file penting. Saat Lydia sedang asik melihat galeri ponsel Ryan, Lydia terkejut karena ada panggilan dari mama Intan. Lydia berlari ke depan lagi lalu duduk disamping Ryan membuat Ryan terkejut.
"Ada apa?"kata Ryan.
"Mama telepon."kata Lydia membuat Ryan tersenyum.
"Angkatlah masak mama sendiri gak mau angkat?"kata Ryan.
"Aku masih pengen tinggal disini."kata Lydia manja.
__ADS_1
"Angkat lalu bilang sama mama kalau aku ngizinin kamu tinggal disini lebih lama."kata Ryan.
"Kalau mama marah sama kakak bagaimana?"kata Lydia.