Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Lydia ke kosan untuk bertemu teman


__ADS_3

Lydia langsung masuk ke kamar Sandra dan langsung mengambil air minum membuat Sandra yang sedang menonton diponselnya langsung saja memandang temannya itu.


"Kamu kenapa minumnya pelan-pelan saja aku gak minta?"kata Sandra.


"Kamu tau gak siapa yang nempatin kamarku?"kata Lydia.


"Aku gak tau, aku sama Ita jug penasaran karena tak pernah melihat perempuan itu keluar."kata Sandra.


"Dia teman lamaku Ziva, aku baru saja ketemu saat kesini tadi."kata Lydia.


"Kamu yakin kamu gak salah liatkan?"kata Sandra.


"Aku liat sendiri saat dia keluar dari kamar itu dan dia terkejut, aku lia dia mau keluar tapi aku gak tau kemana. Soalnya aku malas kalau harus berdebat dengan perempuan kayak begitu."kata Lydia.


"Oh aku pikir kamu mau tanya apa kek secara kaliankan teman lama."kata Sandra.


"Tanya sama dia bukannya dijawab malah diajak berantem?"kata Lydia.


Saat mereka berdua sedang membicarakan Ziva tiba-tiba pintu kamar Sandra dibuka. Mereka berdua langsung saja memandang kearah pintu, sedangkan yang membuat mereka terkejut malah nyengir.


"Kamu ya Rin ngagetin saja aku pikir siapa?"kata Lydia.


"Memangnya mbak pikir siapa?"kata Rini.


"Orang gila dikamar sebelah."kata Sandra.


"Memangnya mbak kenal sama dia?"kata Rini penasaran.


"Kenal sih gak tapi bukannya hantu kalau gak pernah berkenalan dengan tetangganya?"kata Sandra membuat Rini tersenyum.


"Ih kok jahat banget sih mbak."kata Rini.


"Untung saja barang-barang dikamar itu sudah kamu ambil kalau gak kan keenakan dia."kata Sandra.


"Eh ya aku lupa mau ngucapin makasih sama kamu mbak."kata Rini sambil tersenyum memandang Lydia.


"Makasih buat apa?"kata Lydia.


"Makasih karena mbak sudah ninggalin barang-barang mbak jadi aku bisa angkut ke kamarku. Jadi aku bisa irit deh gak usah beli banyak barang baru hanya barang pribadi saja yang harus beli sendiri."kata Rini.


"Aku pikir apa? Rin kamu besok libur gak?"kata Lydia/.


"Enggak mbak 'kan hari ini sudah libur, memangnya ada apa?"kata Rini.


"Padahal aku mau kamu hadir diacara ultahku besok."kata Lydia.


"Mbak sih bilangnya mendadak kala gak kan aku bisa tukar libur sama teman kerja."kata Rini.


"Gak papa deh kalau gitu malam ini aku traktir kalian diwarungnya pak Yadi."kata Lydia.


"Siap mah kalau gratisan ayuh aja."kata Rini.

__ADS_1


"Kamu tadi suda mandi atau hanya cuci muka sama ganti baju?"kata Lydia yang teringat perkataan Rini jika sejak semalam anak itu belum mandi.


"Hehehe Sudah dong tapi tadi kalau mbak gak ngajak ngumpul mungkin aku gak akan mandi lagi."kata Rini sambil nyengir.


"Kamu tu jorok banget tau gak, kamu perempuan lo Rin!."kata Lydia.


"Malas mbak mandi lagian gak ada yang nemenin tidur jadi gak ada masalah dong."kata Rini.


"Teman kerjamu memang gak bau apa?"kata Sandra.


"Gak kan aku pakai parfum yang banyak."kata Rini.


Saat mereka sedang bertanya-tanya tentang Rini, Ita datang dengan muka kesalnya. Ketiga temanan yang melihat muka kesal Ita langsung memandang satu sama lain.


"Kamu kenapa Ta?"tanya Sandra yang penasaran.


"Aku tadi ketemu setan dibawah, dia ngaku-ngaku mobil didepan itu miliknya. Tapi saat aku pura-pura pergi dan mengintip dia jalan kaki."kata Ita.


"Setan? Siapa lagi setannya mbak?"kata Rini.


"Orang kamar sebelah."kata Ita.


"Memang mobil siapa yang diaku-aku mobilnya itu?"kata Sandra.


"Aku gak tau kalau aku tau aku gak mungkin tanya sama dia."kata Ita.


"Ly kamu tadi gak bawa mobil ya?"kata Ita.


"Bawa didepan."kata Lydia.


"Itu memang bukan punyaku, itu punya mamaku."kata lydia.


"Lalu mobilmu kemana?"kata Ita.


"Mobilku mogok kemarin dijalan dan sekarang belum benar kayaknya."kata Lydia.


"Kok kayaknya sih Ly?"kata Ita.


"La orang yang nolongin aku belum hubungi lagi."kata Lydia.


"Memang kamu kenal sama orang itu?"kata Sandra.


"Gak, kamu ingat gak pria yang aku bilang cuek dan dingin kemarin?"kata Lydia.


"Iya aku ingat, lalu apa hubungannya dengan itu?"kata Ita.


"Dia yang nolongin aku."kata Lydia membuat temannya hanya tersenyum sedangkan Rini bingung karena tak tau siapa yang mereka bicarakan.


"Memangnya siapa sih yang kalian bicarakan?"kata Rini.


"Kamu anak kecil gak perlu tau."kata Sandra.

__ADS_1


"Ih nyebelin, kita jadi makan nasgor gak perutku sudah lapar ini?"kata Rini.


"Bentar aku mandi dulu habis ini kita langsung berangkat."kata Ita.


Benar saja mereka langsung berangkat ke warung pak Yadi saat Ita sudh selesai mandi. Untung saja gak begitu rame jadi mereka dapat tempat duduk dan mereka cepat mendapatkan nasgornya gak perlu menunggu lama. Mereka makan sambil bercanda satu sama lain. Selesai mentraktir mereka Lydia langsung mengantar mereka pulang tak lupa dia membungkuskan satu bungkus untuk mamanya. Sampai dirumah ternyata kedua orangtuanya sedang berada diruang tengah sambil menonton tv.


"Aku pulang."kata Lydia.


"Kamu sudah pulang sayang, mana titipan mama?"kata mama Intan.


"Nih titipan mama."kata Lydia sambil menyerahkan kantong kresek.


"Makasih sayang, papa mau gak?"kata mama Intan.


"Mau dong.'kata papa Irwan.


"Ya sudah kalau kayak gitu mama ambil piring bentar."kata mama Intan yang langsung pergi meninggalkan papa dan anak itu.


"Pa, aku boleh tanya sama papa gak?"kata Lydia.


"Kamu mau tanya apa?"kata papa Irwan yang langsung mengalihkan fokusnya yang awalnya menonton tv sekarang melihat kearah putrinya.


"Papa masih ingat sama Ziva temanku waktu SMA dulu gak?"kata Lydia.


"Ingat yang kamu bilang kalau papanya bekerja disalah satu perusahaan kita, kalau gak salah?"kata papa Irwan.


"Iya dia pa."kata Lydia.


"Memangnya kenapa dengan dia?"kata papa Irwan yang penasaran dengan apa yang mau ditanyakan oleh putrinya itu.


"Tadi saat dikosan aku melihat Ziva ngkos disana bukanya orangtuanya papanya maasih kerja disana pa?"kata Lydia.


"Kamu tau siapa nama papanya Ziva?"kata papa Irwan.


"Kalau gak salah om Dodit pa."kata Lydia.


"Dodit kayaknya dia ikut dipecat karena telah melakukan hal yang membuat perusahaan rugi."kata papa Irwan.


"Kok kayaknya sih pa?"kata Lydia.


"La papa juga gak terlalu paham juga, dia ikut terlibat dalam masalah itu atau dipecat karena hal lain."kata papa Irwan.


"Kalian berdua sedang ngomongin apasih kok mama liat serius banget."kata mama Intan.


"Itu loh Lydia tanya soal karyawan yang putrinya teman Lydia saat masih SMA."kata papa Irwan.


"Memangnya kenapa tanya soal itu tumben?"kata mama Intan yang penasaran gak biasanya putrinya itu bertanya.


"Tadi aku liat dia ngekos ditempatku dulu, aku penasaran saja kan orangtuanya berada disini dan rumahnya gak jauh dari kampus."kata Lydia.


"Oalah mama pikir ada apa, mungkin dia mau kayak kamu dulu mencari yang tulus untuk berteman."kata mama Intan.

__ADS_1


"Mana ada kayak gitu ma.'kata Lydia.


"Lalu kayak gimana?"kata mama Intan sambil makan nasi goreng yang dibelikan oleh Lydia.


__ADS_2