
"Walaupun begitu tetap saja caranya salah."kata Rayyan.
"Maaf kak, aku harus pergi."kata Lydia.
"Kenapa kamu terburu-buru bukannya hari ini kamu libur kerja?"kata Rayyan.
"Aku sudah janji dengan Ita untuk bertemu dimall setelah ini."kata Lydia.
"Kalau begitu biar aku saja yang mengantar kamu."kata Rayyan.
"Gak usah, bukannya kakak harus pergi ke Rumah Sakit setelah ini?"kata Lydia.
"Baiklah kalau begitu aku antar kamu sampai depan."kata Rayyan.
"Memangnya gak papa kalau kakak mengantarku? Nanti gak akan dimarahi kalau telat?"kata Lydia.
"Gak kok tadi aku sudah minta izin sebelum kesini tadi. Ya sudah ayo aku antar kamu ke depan biar mudah mencari kendaraan."kata Rayyan.
Mereka berdua akhirnya berjalan beriringan untuk menuju jalan besar. Mereka berdua berjalan sambil bercanda tawa tanpa menyadari jika daritadi ada yang mengawasi mereka. Seseorang yang mengawasi mereka itu langsung saja menelpon orang yang menyuruhnya untuk menanyakan apa rencana mereka akan dilakukan sekarang.
[Ada apa kamu menelponku?]
[Maaf nona kalau aku ganggu, aku cuma mau tanya apa hari ini saya akan menjalankan rencana mumpung sekarang dia sedang berjalan ke jalan besar?]
[Lakukanlah lebih cepat lebih baik.]
[Baik nona kalau begitu saya tutup dulu panggilannya.]
Setelah orang suruhan itu mematikan panggilannya, dia langsung berjalan menuju mobil yang dia sewa. Dia menyewa mobil agar lebih aman kalau sampai pihak berwajib mencarinya.
Dia sudah siap melajukan mobilnya, tinggal menunggu Lydia menyebrang jalan. Dia terus melihat kearah Lydia dan Rayyan yang sedang berbicara. Saat Lydia mulai menyebrang jalan dia langsung tersenyum dan menyalakan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Rayyan yang melihat jika ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi dan terlihat jika mobil itu menargetkan Lydia. Rayyan langsung berlari menghampiri Lydia.
"Ly awas."teriak Rayyan sambil mendorong Lydia.
Tapi dia sendiri setelah mendorong Lydia, Rayyan tak bisa menghindar sehingga tubuhnya lah yang tertabrak. Lydia yang melihat itu langsung berteriak dan menghampiri Rayyan yang sudah tergeletak dijalan. Sedangkan orang suruhan Rima itu langsung pergi agar tak diketahui oleh orang.
__ADS_1
Orang itu menghera nafas karena kali ini dia telah salah sasaran dia yakin pasti Rima akan marah besar padanya jika tau kalau orang yang dia tabrak bukan Lydia melainkan Rayyan.
"Tolong, tolong aku mohon tolong."teriak Lydia sambil memangku kepala Rayyan.
"Aku gak papa, kamu gak usah khawatir."kata Rayyan menenangkan Lydia padahal badannya sudah lemah tapi dia mencoba tetap tersenyum agar perempuan yang bersamanya tak khawatir.
"Gak papa bagaimana, kamu harus bertahan aku akan bawa kamu ke Rumah Sakit. Pak tolong panggilkan ambulans!"kata Lydia meminta tolong pada orang-orang yang sekarang sedang mengerumuninya.
"Bertahan kak, aku mohon."kata Lydia sambil menangis.
"Jangan menangis aku gak papa, aku lelah sekali Ly aku mau tidur sebentar."kata Rayyan sambil menutup matanya.
Lydia yang tau jika Rayyan tak sadarkan diri langsung saja menangis sejadi-jadinya. Untung saja mobil ambulans segera datang jadi Rayyan bisa langsung dibawa ke Rumah Sakit. Ternyata mereka dibawa ke Rumah Sakit tempat Rayyan magang. Saat Rayyan didorong masuk ke dalam mereka berpapasan dengan Bagas. Bagas lalu menghampiri Lydia, dia ingin tau apa yang terjadi dengan Rayyan.
"Ly, Rayyan kenapa?"kata Bagas saat Rayyan sudah dibawa masuk ke dalam ruang operasi.
"Tadi kak Rayyan tertabrak mobil saat ingin menyelamatkanku."kata Lydia membuat Bagas terkejut.
"Menyelamatkanmu?"kata Bagas.
"Iya, kak Rayyan tau ada sebuah mobil yang melaju cepat kearahku, lalu dia berteriak dan berlari mendorongku untuk menepi sehingga mobil itu bukannya menabrakku tapi dia menabrak kak Rayyan."kata Lydia sambil menangis, Bagas yang tak tega melihat itu langsung saja memeluk Lydia.
"Gas, Rayyan keadaannya bagaimana sekarang?"kata Panji.
"Aku belum tau, dokter yang menanganinya belum keluar."kata Bagas.
"Apa kamu sudah menghubungi orangtua Rayyan?"kata Panji.
"Aku yakin jika pihak Rumah Sakit sudah menghubungi mereka."kata Bagas.
"Ly, bagaimana bisa jadi begini? Bukannya Rayyan tadi bertemu denganmu ditaman?"kata Panji.
Lydia langsung menceritakan apa yang terjadi sama persis dengan apa yang diceritakan pada Bagas. Panji terkejut saat mendengar cerita dari Lydia.
"Aku yakin dia sengaja ingin menabrakmu."kata Panji yang membuat Lydia dan Bagas terkejut.
"Maksut kamu bagaimana Nji?"kata Bagas.
__ADS_1
"Bukannya tadi Lydia bilang jika mobil itu sudah berada disana dan saat Lydia berjalan mobil itu langsung saja berjalan dengan cepat."kata Panji.
"Ly, apa yang dikatakan Panji itu benar,kamu ingat gak no plat mobil itu?"tanya Bagas.
"Aku gak tau karena aku menghawatirkan kak Rayyan."kata Lydia.
"Pasti disana ada cctv, semoga saja polisi segera menemukn barang buktinya."kata Panji.
Saat mereka sedang berbicara mengenai tentang kecelakaan itu dokter yang menanngani Rayyan keluar. Mereka langsung saja mendekati dokter itu untuk menanyakan bagaimana keadaan Rayyan.
"Dok, bagaimana keadaan Rayyan?"kata Bagas.
"Rayyan sudah melewati masa kritisnya kami akan segera memindahkannya ke ruang rawat."kata dokter membuat ketiga orang yang didepannya merasa lega.
"Kami boleh menemuinya dok?"kata Lydia yang ingin melihat Rayyan.
"Setelah kami pindahkan Rayyan ke ruang rawat kalian bisa menjenguknya. Kalau begitu saya permisi dulu."kata dokter itu yang meninggalkan mereka setelah mengatakan tentang keadaan Rayyan.
Mereka bertiga merasa lega karena Rayyan semangat, mereka menunggu Rayyan dipindah keruang rawat. Sedangkan Rima yang baru pulang dari shopping langsung saja mencari ponselnya dia ingin tau apa orang suruhannya berhasil menjalankan rencana mereka.
[Hallo nona, ada apa memanggil saya?]
[Ada apa ada apa, bagaimana kamu berhasil gak menjalankan rencana kita?]
[Maaf nona saya salah sasaran.]
[Apa maksut kamu salah sasaran? Lalu siapa yang kamu tabrak?]
[ Rayyan yang aku tabrak nona.]
[Apa kamu gila ya?]
[Maaf nona dia melihat kalau aku mau menabrak Lydia, langsung saja Rayyan berlari dan mendorong tubuh Lydia untuk menjauh. Saya juga tak bisa mengontrol laju mobil hingga akhirnya tetap menabrak Rayyan.]
[Kenapa kamu gak banting setir saja?]
[Gak bisa nona, jika aku banting setir malah aku akan menabrak orang banyak.]
__ADS_1
Rima langsung mematikan panggilan itu, dia bingung harus bagaimana keadaan Rayyan sekarang. Rima harus cari cara agar dia tak disalahkan atas kejadian yang menimpa Rayyan karena yang sebenarnya dia ingin memberi pelajaran untuk Lydia.