
"Aku mau ke toilet boleh?"kata Lydia.
"Boleh, aku juga mau ke toilet daritadi sudah pengen kencing tapi aku tahan karena harus ngisi bensin dulu."kata Ryan.
Ryan memarkirkan mobilnya didekat toilet, kedua suami istri itu langsung saja masuk ke toilet masing-masing. Ryan yang selesai duluan langsung mau masuk mobil tapi gak jadi saat melihat ada minimarket. Ryan memberi beberapa camilan dan juga minuman dia juga tak lupa membeli kopi agar nanti dia gak ngantuk. Saat dia kembali ke mobilnya ternyata Lydia sudah ada disana.
"Darimana sih kok lama banget?"kata Lydia sambil memasamkan wajahnya karena Ryan membuatnya menunggu lama.
"Maaf aku tadi beli ini buat dimakan saat dijalan."kata Ryan.
"Kamu kok beli kopi sih kan aku sudah bilang jangan banyak minum kopi."kata Lydia.
"Maaf ya aku hanya takut kalau ngantuk saat menyetir."kata Ryan.
"Maaf ya aku tadi tidur."kata Lydia.
"Sudah gak papa kamu istirahat saja perjalanan kita masih panjang. Ayo kita masuk."kata Ryan.
"Iya, nanti kalau aku tidur kamu bangunin saja biar ada teman."kata Lydia.
"Gak papa kalau kamu tidur, tidur saja. Sekali ini saja aku minum kopi bolehkan?"kata Ryan.
"Baiklah, tapi ingat ya kali ini saja ya setelah ini diganti teh ya?"kata Lydia.
"Nanti aku coba, kalau sekali-sekali bolehkan?"kata Ryan.
"Terserah kamulah dibilangin susah banget."kata Lydia.
Ryan dan Lydia masuk ke dalam mobil setelah itu Ryan menjalankan mobilnya, Lydia berusaha untuk terus membuka matanya agar bisa menemani Ryan tapi nyatanya setelah 20menit kemudian Lydia akhirnya tertidur juga. Ryan yang melihat itu hanya tersenyum saja. Ryan meneruskan perjalananya tapi saat sudah masuk makan malam mereka sudah sampai diJakarta Ryan memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu baru setelah itu meneruskan perjalanannya menuju rumah mertuanya.
"Ly...Lydia bangun..."kata Ryan membuat Lydia hanya bergerak lalu tidur lagi.
"Ly... Lydia bangun..."kata Ryan sambil mengguncang badan Lydia membuat dia bangun sepenuhnya.
"Ada apa kita sudah sampai?"kata Lydia.
"Kita sudah sampai Jakarta tapi kita makan malam disini dulu baru setelah ini pulang ke rumah papa sama mama."kata Ryan.
"Bentar aku kumpulin nyawaku dulu."kata Lydia.
Ryan setelah mendengar perkataan Lydia tak lagi memaksa Lydia, dia membiarkan istrinya benar-benar bangun. Setelah 15menit mereka berdua keluar dari mobil, ternyata Ryan sudah memesan meja vip jadi mereka bisa langsung dapat meja.
"Kak, kapan kamu pesan tempat?"kata Lydia.
__ADS_1
"Tadi saat baru saja sampai untung saja ini cafe milik Dion jadi gampang buatku dapat tempat."kata Ryan.
"Ini cafe punya kak Dion?"kata Lydia.
"Iya memangnya kenapa?"kata Ryan.
"Gak papa pantas saja kita bisa dapat vip padahal yang aku tau cafe ini harus jauh-jauh hari baru pesan dulu."kata Lydia.
"Emang kamu pernah pesan dicafe ini?"kata Ryan.
"Kalau cafe ini baru satu kali ini saja tapi yang didekat kantor sering."kata Lydia.
"Nanti kalau mau pesan tempat hubungi Dion atau Hendru pasti kamu akan langsung dapat tempat."kata Ryan.
"Jangan bilang kalau ini cafe milik kak Doni dan kak Hendru?"kata Lydia yang diangguki oleh Ryan.
Mereka berdua diam saat pesanan mereka datang, mereka berdua menikmati makan malam itu setelah selesai mereka meneruskan perjalananya menuju rumah orangtua Lydia. Sampai dirumah orangtua Lydia ternyata jam sudah menujukan pukul 8malam. Orangtua Lydia yang belum tidur membukakan pintunya saat melihat yang datang Lydia dan Ryan mereka langsung disuruh masuk.
"Kalian ini kok jam segini baru datang? Kalian sudah makan belum?"kata mama Intan.
"Sudah ma tadi kami mampir dulu ke cafe makanya malam sampai sini."kata Lydia.
"Oalah pantas saja, ya sudah Ly kamu bawa Ryan naik keatas buat istirahat kalian malam ini tidur sini saja pasti Ryan capek."kata mama Intan.
"Bagaimana kak?"kata Lydia bertanya dulu sama Ryan.
"Ya sudah ma aku ajak kak Ryan keatas, oh ya pa aku pinjam baju papa ya soalnya kan kak Ryan gak ada baju disini."kata Lydia.
"Siapa bilang ada dikamar kamu bajunya Ryan tinggal pakai saja."kata mama Intan.
"Kapan kamu bawa pakaianmu kesini kak?"kata Lydia.
"Bundamu yang membawakan baju Ryan kesini, mama sudah rapikan dilemarimu yang kosong."kata mama Intan.
"Mama gak buka-buka lemariku kan?"kata Lydia.
"Memangnya kenapa kok kayaknya kamu nyimpan sesuatu disana?"kata mama Intan.
"Gak papa aku cuma tanya saja."kata Lydia.
"Mama melihat ada sebuah kotak dilemarimu tapi mama gak buka itu isinya apa. Memangnya itu apa isinya?"kata mama Intan.
"Mama kepo, sekarang kita ke atas aja yuk kak."kata Lydia.
__ADS_1
"Ma, pa kami keatas dulu."kata Ryan.
"Iya selamat beristirahat."kata mama Intan.
Ryan dan Lydia sampai dikamar Lydia, Ryan duduk diranjang sedangkan Lydia membuka lemarinya untuk melihat apa benar pakaian Ryan ada disana. Ternyata benar pakaian Ryan ada disana, Lydia membuka lemari pakaiannya sendiri dan mencari sesuatu disana ternyata kotak yang berisi jam kado milik buat Ryan masih disana kalung pemberian Ryan pun juga masih ada disana. Ryan yang melihat kalau Lydia bengong langsung saja menghampirinya.
"Kamu kenapa?"kata Ryan membuat Lydia terkejut lalu cepat-cepat menyembunyikan kotak itu lagi agar tak diliat oleh suaminya.
"Gak papa, kamu mandi duluan ya. Aku mau beres-beres biar besok pagi tinggal bawa."kata Lydia.
"Ya sudah dimana pakaianku?"kata Ryan.
"Nih disini."kata Lydia sambil membuka lemari disebelahnya.
Ryan membuka lalu mengambil satu set pakaian lalu masuk ke kamar mandi. Saat Ryan berada dikamar mandi Lydia mengambil kopernya lalu memasukkan pakaian yang mau dia bawa tapi dia menyisakan pakaian dirumah itu agar nanti kalau menginap dirumah ini tak perlu bawa baju lagi. Lydia juga tak lupa memasukkan kotak itu ke dalam kopernya, kalau ditinggal dia takutnya mamanya nanti penasaran lalu mengambil kotak itu. Saat Lydia selesai mengepak pakaiannya bertepatan dengan Ryan yang keluar dari kamar mandi.
"Kamu sudah selesai berkemasnya?"kata Ryan.
"Sudah tapi ingatkan aku besok bawa laptop ma tabletku."kata Lydia.
"Iya, ya ampun laptopku tertinggal dimobil aku ambil bentar."kata Ryan.
"Kak..."kata Lydia membuat Ryan berbalik badan.
"Ada apa?"kata Ryan.
"Cemilannya masih adakan dimobil nanti bawa sini ya."kata Lydia.
"Memangnya kamu gak mau istirahat apa?"kata Ryan.
"Aku tadi kebanyakan tidur pasti malam ini susah tidur."kata Lydia.
"Baiklah, masih ada lagi yang mau aku bawakan?"kata Ryan.
"Gak usahkan dikantong kresek itu masih ada minuman."kata Lydia.
Ryan keluar dari dalam kamar sedangkan Lydia masuk kedalam kamar mandi. Saat Ryan turun ke bawah ternyata mertuanya masih ada disana. Ryan menghampiri kedua mertuanya itu.
"Papa sama mama belum istirahat?"kata Ryan membuat mereka menoleh kearah Ryan.
"Belum Yan, kamu malam-malam begini mau kemana?"kata mama Intan.
"Aku mau ambil laptop dan camilan yang ada didalam mobil."kata Ryan.
__ADS_1
"Lydia kemana kok bukan dia yang ambil?"kata mama Intan yang geram dengan putrinya kok malah Ryan yang melayaninya bukannya Lydia.
"Dia sedang mandi ma, tadi aku duluan yang mandi soalnya, kalau gitu aku keluar bentar ma,pa."kata Ryan yang diangguki oleh kedua mertuanya itu.