
Rayyan yang sudah selesai membantu merawat korban kecelakaan istirahat sebentar ditempat istirahat. Saat dia sedang duduk sambil minum air mineral Panji datang menghampirinya.
"Yan, capek banget aku hari ini."kata Panji.
"Kamu gitu saja ngeluh."kata Rayyan.
"Gimana gak ngeluh Yan, banyak banget pasien hari ini."kata Panji.
"Itulah tugas kita, kamu tau rasanya gimana kalau kita melihat pasien kita sembuh?"kata Rayyan.
"Kamu benar sih, melihat pasien kita sembuh rasanya senang banget tapi lain halnya kalau gak sembuh pasti kita akan merasa gagal."kata Panji.
Saat mereka berdua sedang berbicara terdengar ponsel Rayyan berbunyi, Rayyan langsung saja mengambil ponselnya guna melihat siapa yang menelponnya. Saat dia tau jika itu mamanya Rayyan langsung saja mengangkat panggilan itu karena selama beberapa hari ini dia gak pernah pulang ke rumah.
[Hallo Asalamualikum ma.]
[Walaikumsalam sayang kamu sedang sibuk gak sekarang?]
[Ini lagi istirahat ma, ada apa?]
[Kamu nanti bisa pulang ke rumah gak?]
[Nanti aku usahain ya ma, memangnya ada apa?]
[Mama sama papa mau berbicra sesuatu denganmu.]
[Baiklah, aku tapi gak janji ma.]
[Iya sayang mama tunggu kamu]
Rayyan setelah mematikan panggilan telepon dari mamanya angsung saja menghera nafasnya. Dia tak tau masalah apa lagi yang terjadi dengan rummahnya sehingga membuat mamanya menyuruhnya untuk pulang ke rumah. Panji yang melihat temannya itu sedang khawatir langsung saja bertanya apa yang terjadi.
"Ada apa?"kata Panji.
"Mama nyuruh aku pulang ada yang mau mereka bicarain."kata Rayyan.
"Memang mereka mau bicara apa?"kata Panji.
"Aku gak tau, makanya aku mau pulang nanti malam."kata Rayyan.
Saat Rayyan sedang bingung kenapa kedua oranngtuanya menyuruhnya pulang. Dikampus Lydia hari ini ada ujian untuk menentukan apa mereka lulus disemester ini atau tidak. Selesai dengan dua mata kuliah Lydia mengajak Sandra untuk ke kantin karena dilapar, setelah makan dia berrencana untuk ke perpustakaan sebentar untuk meminjam beberapa buku.
"Ly habis makan kamu mau langsung ke tempat kerja atau kemana dulu?"kata Sandra.
"Aku mau ke perpustakaan bentar ada buku yang aku mau pinjam, kamu mau ikut atau langsung pergi ke cafe?"kata Lydia.
"Aku ikut kamu ke perpus aja, bentarkan kesananya?"kata Sandra.
"Iya cuma bentar doang kok."kata Lydia.
Setelah makan mereka langsung saja pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku. Saat mereka sedang berada didalam perpustakaan mereka berdua tak sengaja mendengar kalau Hendru habis diselingkuhi oleh kekasihnya yang memilih dengan teman dekatnya. Lydia yang terkejut langsung saja menanyakan apakah benar yang dia dengar itu.
"Kak maaf apa benar yang kamu bilang itu?"kata Lydia.
"Apa yang benar?"kata mahasiswa itu.
"Soal kak Hendru yang diselingkuhi kekasihnya?"kata Lydia.
"Iya, malah yang pria itu teman dekatnya."kata mahasiswa itu.
"Makasih kak atas infonya."kata Lydia.
__ADS_1
Lydia langsung pergi mencari buku yang dia cari setelah dapat dia langsung pergi ke petugas perpus untuk meminjam buku. Sandra heran kenapa Lydia meminjam buku yang belum waktunya mereka pelajari.
"Ly kenapa kamu meminjam buku yang belum seharusnya kita pelajari?"kata Sandra.
"Ada sesuatu yang aku cari dibuku ini, kemarin aku membaca sebuah artikel dan aku tak mengerti apa maksutnya."kata Lydia.
"Jadi karena itu kamu ingin tau hanya gara-gara baca sesuatu yang gak kamu ketahui."kata Sandra.
"Iya, 'kan bisa nambah wawasan."kata Lydia.
"Iya juga sih kamu benar, ya sudah ayo kita ke langsung pergi kerjakan sekarang?"kata Sandra.
"Siap bu bos."kata Lydia.
"Amin, makasih sudah doain aku jadi seorang bos."kata Sandra.
Mereka berdua berjalan keluar dari kampus menuju tempat kerja mereka masing-masing. Lydia yang baru saja datang dikejutkan oleh pelanggan yang sedang marah-marah dengan Ita. Lydia langsung menghampiri untuk mencari tau apa yang terjadi disini.
"Ta, ada apa ini?"kata Lydia.
"Kamu tanya saja sama teman kamu ini."kata pembeli itu.
"Ta, ada apa?"Lydia.
"Kamu gak mau jawab? Baik kalau kayak gitu biar aku saja yang jawab. Teman kamu ini sudah mengoda kekasih saya."kata pembeli itu.
"Benar yang dibilang sama mbaknya?"kata Lydia.
"Gak Ly, aku gak pernah mengoda siapapun."kata Ita.
"Memang kalau saya boleh tau siapa kekasih mbaknya?"kata Lydia.
"Dion pacarku."kata pembeli itu.
"Kamu gak percaya kalau begitu coba liat ini."kata pembeli itu sambil memperlihatkan foto dirinya dan Dion. Untung saja pembeli hari ini sepi jadi perdebatan ini tak menganggu pembeli lainnya.
"Baiklah kalau memang mbak adalah kekasih kak Dion jadi saya mohon supaya menelponnya agar dia bisa datang kemari."kata Lydia.
"Gak perlu aku cuma mau mengingatkannya saja gak usah genit-genit sama Dion, permisi."kata pembeli.
"Maaf mbak belanjaannya belum dibayar."kata Ita.
"Nih, sisanya buat kamu saja."kata pembeli itu.
"Terimakasih mbak."kata Ita.
Ita hanya menghera nafas dia tak menyangka jika kedekatanya dengan Dion membuat banyak orang iri. Sedangkan Lydia lebih memilih untuk ke belakang ganti baju seragam. Saat Lydia ganti baju ada Hendru yang datang mencari Lydia.
"Maaf mbak, apa Lydia sudah datang?"kata Hendru.
"Sudah mas, dia masih ganti baju."kata Ita.
"Baiklah kalau begitu nanti bilang kalau ada yang mencarinya."kata Hendru.
"Baik kak, kakak mau nunggu dia dimana?"kata Ita.
"Saya tunggu diluar sana saja, kalau disini takut menganggu pengunjung yang lain."kata Hendru.
"Baiklah kak."kata Ita.
Ita sebenarnya penasaran siapa pria tampan yang mencari Lydia ini, sama Rayyan masih tampanan ini. Ita mendengar cerita dari Sandra kemarin membuat gadis itu hilang respek sama Rayyan. Ita menyesal kenapa dulu mau membantu Rayyan nembak Lydia kalau ujung-ujungnya dia tak bisa membantu kalau Lydia ada masalah dan hanya membuat masalah untuk Lydia karena yang menjebak mereka adalah orang yang menyukai Rayyan. Saat dia sedang melamun Lydia datang dari belakang membuat Ita terkejut.
__ADS_1
"Ly, ada seorang pria sedang mencarimu?"kata Ita.
"Siapa yang mencariku?"kata Lydia.
"Itu dia sedang menunggumu disana."kata Ita sambil menunjuk pria yang sedang menunggunya diluar.
"Makasih."kata Lydia yang langsung meninggalkan Ita dan menemui pria yang dibilang mencarinya.
Lydia terkejut saat menghampiri pemuda itu ternyata itu Hendru yang datang. Lydia langsung saja menghampiri Hendru untuk menanyakan ada apa tumben mencarinya, biasanya Hendru tak pernah datang kemari.
"Ada apa kak, kok tumben kemari?"kata Lydia yang sudah duduk disebelah Hendru membuat pria itu terkejut.
"Kamu dek ngagetin aku saja."kata Hendru.
"Ada apa tumben mencariku kak?"kata Lydia.
"Aku cuma mau bertemu denganmu."kata Hendru.
"Masak sih, kakakku ini gak lagi patah hati ya?"kata Lydia.
"Kamu sudah dengar tentang kejadian itu dek?"kata Hendru tak menyangka jika Lydia sudah mengetahuinya.
"Aku gak sengaja mendengar saat aku berada diperpustakaan tadi. Memang benar ya yang aku dengar kalau kakak diselingkuhin lagi?"kata Lydia.
"Iya, dia ninggalin aku karena aku lebih memilih mengajar dikampus daripada bekerja dikantoran."kata Hendru.
"Syukur deh kalau kayak gitu dari awal daripada nanti taunya pas mau nikah."kata Lydia.
"Kamu ya dek bukannya menghibur tapi malah nyukurin aku."kata Hendru kesal.
"Kak, coba kakak pikir deh.Untung sajakan kalian berdua belum melangkah ke jenjang yang lebih jauh. Toh dia yang akan nyesal karena ninggalin kakak saat dia tau siapa kamu sebenarnya. Sudahlah perempuan diluar sana masih banyak yang menerima kamu apa adanya bukan karena ada apa-apanya."kata Lydia menasehati.
"Kamu benar juga ya dek, tapi sakit banget rasanya dek."kata Hendru yang sudah dua kali ditinggal oleh kekasihnya karena dia miskin.
Saat mereka berdua sedang berbincang serius Rima dan dua temannya datang menghampiri mereka berdua. Rima langsung tersenyum sinis saat melihat kedekatan Lydia dan Hendru. Dia punya ide licik, Rima menyuruh salah satu temannya untuk merekam pembicaraan mereka.
"Wah wah wah kayaknya ada yang lagi kencan nih."kata Rima.
Lydia dan Hendru yang melihat kedatangan ketiga mengacau itu langsung menghera nafas. Hendru sebenarnya hari ini sedang malas berbebat karena hati Hendru sedang ingin berteriak pada seseorang. Hendru takut jika tak bisa mengontrol emosinya.
"Aku pergi dulu Ly, makasih sudah mau mendengarkanku."kata Hendru yang mau belanjak dari sana tapi gak jadi saat mendengar perkataan Rima yang nyelekit.
"Kamu takut kalau Rayyan tau jika diam-diam kamu bertemu dengan kekasihnya."kata Rima.
"Apa maksut kamu?"kata Hendru.
"Ya siapa tau kamu takut jika Rayyan tau kamu dekat dengan pacarnya karena sebenarnya kalian berdua sedang memanfaatkan Rayyan agar bisa meningkatkan taraf hidup kalian."kata Rima.
"Jaga ucapan kamu."kata Hendru.
"Maaf ada apa ini?"kata seorang polisi yang tak sengaja melihat mereka sedang bertengkar.
"Maaf pak, ini ada peganggu dan salah satu dari mereka merekam video untuk disebarkan ke media sosial."kata Hendru membuat Sisil langsung memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.
"Maaf apa boleh saya liat ponselnya?"kata polisi itu.
"Buat apa ya pak?"kata Sisil.
"Untuk melihat apa benar yang dikatakan oleh masnya tadi."kata polisi.
"Maaf pak, kami hanya bercanda saja tadi."kata Rima yang tak mau terjadi masalah.
__ADS_1
"Baiklah, tapi kalau sampai saya melihat kejadian seperti ini lagi, saya pastikan kalian akan saya tahan karena telah menyebar luaskan privasi orang lain."kata polisi itu lalu pergi dari sana sedangkan Hendru juga ikut pergi dari sana dengan tersenyum puas.
Lydia sendiri langsung masuk ke dalam tokonya untuk membantu Ita karena sebentar lagi Ita akan pergi bekerja diclub. Rima yang ditinggal begitu saja langsung saja kesal karena tak menyangka jika rencananya gagal lagi.