Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Pencarian mbak Shinta


__ADS_3

"Gak papa lagian ini juga sudah sampai memangnya kakak mau gendong aku sampai apartemen?"kata Lydia.


"Ya kalau kamu gak bangun akan aku gendong soalnya aku gak mau bangunin kamu kalau tidurnya pulas."kata Ryan sambil tersenyum.


"Makasih kak sudah terima aku apa adanya."kata Lydia.


"Kamu ini ngomong apasih, sudah ayo turun habis ini mau makan lagi atau gimana?"kata Ryan sambil mengambil makanan yang dibawa pulang tadi.


"Aku sudah kenyang kak, berikan makanan itu pada satpam saja gak papakan?"kata Lydia.


"Nanti kita liat ya, kalau satpamnya hanya satu kita kasih kalau gak ya gak jadi. Gak enak kalau hanya kasih satu bungkus saja."kata Ryan.


"Oke, kalau gitu kasih sama dia saja kak. Dia penjaga parkir disini kan?"kata Lydia sambil menunjuk pria yang ada didalam pos.


"Ya sudah ayo kita kesana kalau begitu."kata Ryan.


Mereka berdua berjalan menghampiri orang yang berada dipos jaga untuk memberikan makanan yang mereka beli tadi. Pak satpam yang menjaga parkiran terkejut saat keduanya menghampirinya. Pak Satpam lalu keluar untuk menanyakan apa ada yang bisa dia bantu dia takut kalau terjadi sesuatu diparkiran karena pria yang mendatanginya adalah pemilik bangunan itu.


"Selamat malam tuan, nyonya ada yang bisa saya bantu?"kata pak Satpam.


"Malam, kami kesini hanya mau mengantarkan ini saja buat bapak."kata Ryan sambil memberikan kantong kresek yang berisi makanan.


"Tapi tuan, apa gak papa ini buat saya?"kata pak satpam.


"Gak papa ini buat bapak saja soalnya kalau dibawa pulang sayang gak ada yang makan kami sudah kenyang."kata Lydia sambil tersenyum.


"Kalau begitu saya terima, makasih ya tuan, nyonya makanannya saya gak bisa balas semoga saja Tuhan yang membalas lebih dari ini."kata pak satpam.


"Amiin, kalau begitu kami berdua pamit dulu pak."kata Lydia.


"Iya tuan, nyonya sekali lagi terimakasih."kata pak satpam.


Suami istri itu meninggalkan pak satpam untuk pulang ke unitnya, sampai diapartemen Lydia bukannya masuk kamar tapi dia lebih memilih untuk duduk diruang tamu membuat Ryan mengerutkan keningnya. Ryan tak langsung menghampiri Lydia tapi dia berjalan ke dapur untuk membuat minuman untuk dirinya dan juga Ryan.


"Sayang kamu mau minum gak?"kata Ryan.


"Mau bikinin susu yang ada dikotak warnanya hijau itu ya kak."kata Lydia.


"Ya sudah kalau gitu tunggu sebentar."kata Ryan.


Ryan memanaskan air untuk membuat kopi dan juga susu untuk Lydia, tapi dia penasaran susu apa yang diminum oleh istrinya itu. Tapi saat dia mengambil susu itu tak ada merek susunya, Ryan mencari ditong sampah siapa tau ada bungkus susu jadi dia bisa tau susu apa yang diminum Lydia tapi nyatanya gak ada membuat Ryan kesal. Ryan akan mencaritau nanti karena air yang dia panaskan sudah mendidih. Ryan membuat minuman lalu berjalan menemui istrinya yang ternyata sedang menonton drama kesukaannya.


"Nih, sayang susu kamu."kata Ryan sambil memberikan susu pada Lydia.


"Makasih."kata Lydia sambil tetap fokus sama filmnya.


"Kamu ini kok fokus banget dengan film sih? Ini suamimu ada disini lo."kata Ryan yang kesal karena diabaikan oleh suaminya.


"Masak sih? Lalu tadi saat ada dua perempuan kayaknya juga mengabaikanku tapi aku biasa saja kenapa sekarang kakak kesal saat aku diamkan?"kata Lydia membuat Ryan tersenyum.


"Oalah istriku ternyata sedang cemburu rupanya."kata Ryan.

__ADS_1


"Gak siapa juga yang cemburu?"kata Lydia.


"Ya sudah gak cemburu tapi kesal."kata Ryan sambil memeluk istrinya dan menciumi leher istrinya.


"Kak, lepasin aku gak suka diciumi leherku."kata Lydia.


Ryan bukannya menghentikan ciumannya tapi malah mengelitik perut Lydia membuat istrinya itu kegelian. Lydia yang ingat jika dia sedang hamil langsung terdiam takutnya nanti terjadi sesuatu dengan kandungannya. Ryan yang melihat kalau istrinya diam langsung saja menghentikan gelitikannya.


"Kamu kenapa?"kata Ryan khawatir pada Lydia.


"Aku gak papa kok hanya saja lagi malas bercanda, kak kalau aku nanti minta macam-macam memangnya kakak mau menurutiku?"kata Lydia.


"Memangnya kamu mau minta apa? Kalau aku bisa melakukannya akan aku lakukan."kata Ryan.


Saat Lydia mau berbicara terdengar suara ponsel Ryan berbunyi, Ryan mengerutkan keningnya karena ini sudah malam siapa yang menghubunginya. Ryan mengambil ponselnya lalu terkejut saat melihat kalau itu Jono yang menghubunginya ada apa dengan kakak iparnya itu.


"Siapa kak? Kok gak diangkat?"kata Lydia yang juga ikut penasaran siapa yang menghubungi suaminya malam-malam begini.


"Jono, angkat gak ya?"kata Ryan bertanya pada Lydia.


"Angkat saja kak siapa tau ada yang penting mau dia bicarakan."kata Lydia.


Ryan setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya langsung saja mengangkat panggilan itu karena dia juga penasaran kenapa malam-malam begini kakak iparnya itu menghubunginya.


[Hallo Asalamualikum... ada apa malam-malam begini kamu menghubungiku?]


[Walaikumsalam, maaf kalau aku ganggu kamu. Aku mau tanya apa Shinta ada disana?]


[Tadi memang aku mengantarkannya pulang tapi saat aku pulang kerja dia gak ada dirumah. Apalagi bibi aku tanya juga gak tau kemana perginya Shinta.]


[Coba kamu hubungi bunda dulu, kalau gak ada nanti bilang sama aku biar aku juga ikut cari.]


[Ya sudah kalau gitu aku hubungi bunda nanti aku hubungi kamu lagi gimana-gimananya..]


[Iya, aku tutup dulu panggilannya.]


Ryan menghela nafasnya saat mematikan panggilan itu lalu meletakkan ponselnya dimeja setelah itu Ryan mengusap wajahnya yang sedang gusar. Lydia penasaran apa yang terjadi dengan Ryan yang kelihatan khawatir banget.


"Kamu kenapa, kak?"kata Lydia.


"Mbak Shinta pergi dari rumah Jono lagi dan dia gak tau kemana perginya?"kata Ryan.


"Memangnya ada masalah apasih kak sebenarnya mbak Shinta sama Jono?"kata Lydia.


"Aku juga gak tau sayang apa masalah mereka."kata Ryan berbohong.


"Kak, aku tau kamu pasti tau sesuatu hanya saja kamu gak mau memberitauku."kata Lydia.


"Biarkan saja masalah mereka diselesaikan sendiri, kita gak usah ikut campur. Tapi kalau nanti mbak Shinta gak ada dirumah bunda gak papakan kalau aku ikut mencarinya? Terus kalau malam ini gak ketemu kita undur saja ke Bogornya ya?"kata Ryan membuat Lydia terdiam tapi setelah itu menganggukan kepalanya.


Lydia sebenarnya kecewa tapi dia gak bisa berbuat apa-apa karena mbak Shinta saudara suaminya dia gak mungkin melarang suaminya. Ryan yang tau jika istrinya kecewa menghela nafasnya, dia juga gak ingin buat istrinya kecewa tapi mau bagaimana sekarang yang terpenting mbak Shinta. Saat keduanya sedang terdiam dengan pikiran masing-masing ponsel Ryan berbunyi dan itu panggilan dari Jono yang mengabarkan jika mbak Shinta gak ada dirumah bunda Airin.

__ADS_1


"Sayang, kamu gak papa aku tinggal sendirian diapartemen soalnya mbak Shinta hilang?"kata Ryan.


"Gak papa kok pergi saja sana semoga saja mbak Shinta cepat ketemu."kata Lydia sambil tersenyum padahal dalam hatinya kecewa karena dia yakin jika besok mereka gak jadi pergi ke Bogor.


"Ya sudah kalau gitu aku pergi dulu, kalau sudah ngantuk tidur duluan gak usah nungguin aku soalnya aku gak tau kapan pulangnya."kata Ryan.


"Baiklah, sudah sana pergi aku mau nonton drakor lagi ganggu saja."kata Lydia membuat Ryan tersenyum.


Ryan mencium kening istrinya setelah itu pergi dari apartemen setelah Ryan pergi Lydia gak bisa fokus dengan drakornya. Lydia mengambil ponselnya untuk menghubungi Aziz supaya besok bisa mengantarnya ke Bogor dia gak bisa menunggu lama karena semakin lama dia sembuh Lydia takut jika terjadi sesuatu dengan kehamilannya. Aziz yang baru pulang kerja saat melihat ada panggilan dari Lydia mengerutkan keningnya ada apa dengan Lydia apa terjadi masalah lagi.


[Hallo Asalamualikum dek...]


[Walaikumsalam kak,maaf kalau aku ganggu kakak malam-malam begini.]


[Gak papa kok dek, ini aku baru pulang kok ada apa memangnya?]


[Kakak besok sibuk gak?]


[Gak kayaknya, memangnya kenapa?]


[Kalau besok kak Ryan gak bisa mengantar aku kembali ke Bogor, kakak bisa gak anterin aku kesana?]


[Baiklah, aku antar kamu besok kasih kabar saja.]


[Ya sudah kalau gitu aku kabari lagi besok. Aku matikan dulu panggilanya mau botik ngantuk banget.]


[Ya sudah selamat malam, mimpi indah.]


Lydia tersenyum karena masih ada kak Aziz yang selalu bisa dia andalkan, dulu ada kak Hendru juga tapi sekarang kak Hendru sudah menikah gak mungkin dia selalu minta tolong sama kak Hendru. Lydia setelah itu mengakhiri panggilan langsung saja kembali menonton drakor tapi saat dia sedang dipertengahan Lydia sudah tertidur. Ryan dan Jono sedang sibuk mencari kesana kemari keberadaan Shinta. Mereka berjanji akan bertemu ditaman untuk merencanakan lagi dimana keberadaannya Shinta. Ryan kesal karena dia datang duluan ditaman daripada kedua saudaranya.


"Maaf, kami lama datangnya."kata Anton berjalan menghampiri Ryan dengan Jono.


"Memangnya kalian darimana? Apa ada kabar baik tentang mbak Shinta?"kata Ryan.


"Belum, aku sudah muter-muter gak ketemu juga. Kalian tau gak biasanya kalau Shinta ada masalah dia akan pergi kemana atau rumah temannya yang biasa dia datangi?"kata Jono.


"Kami gak tau soalnya kalau ada masalah Shinta gak pernah pergi dari rumah kalau ada masalah. Aku mau tanya kamu, Jon sebenarnya ada masalah apa kamu sama Shinta hingga dia pergi dari rumah?"kata Ryan.


"Sebenarnya aku akhir-akhir ini memang sengaja mendiamkan dan selalu pulang malam agar aku tak berjumpa dengan Shinta karena kalau kami bertemu pasti Shinta akan mengatakan kalau aku selingkuh dengan perempuan padahal mereka adalah klienku. Puncaknya kemarin saat Shinta menghubungimu untuk menjemputnya, saat itu aku pulang kerja Shinta menuduhku berselingkuh dengan klienku dicafe. Aku pergi dari rumah agar aku gak marah didepan Shinta sebab aku takut jika akan menambah masalah."kata Jono.


"Kamu tau siapa yang mengirim fotomu dengan perempuan itu?"kata Anton.


"Aku gak tau karena no wa itu gak ada namanya."kata Jono.


"Kak, menurutmu kemana mbak Shinta pergi?"kata Ryan.


"Aku juga gak tau sebaiknya sekarang kita pulang dulu besok baru kita bertemu lagi disini untuk membicarakan rencana apa yang akan kita lakukan untuk mencari Shinta."kata Anton.


"Baiklah, ayo kalau kayak gitu."kata Ryan.


Ketiga pria itu pulang kerumah mereka masing-masing, Ryan saat sampai apartemen terkejut sebab Lydia tertidur dikursi ruang tengah. Ryan mencium kening Lydia lama sambil mengucapkan maaf setelah itu mengendong istrinya ke kamar mereka. Saat Ryan mau berbaring setelah membersihkan dirinya ada pesan masuk diponselnya ternyata itu pesan dari Anton, kakanya itu meminta supaya besok pagi bersiap-siap karena akan dia jemput sebab dia tau dimana keberadaannya Shinta. Ryan menghela nafasnya lalu memandangi wajah istrinya karena dia akan membuat Lydia kecewa lagi.

__ADS_1


__ADS_2