
Lydia dan papa Irwan langsung membeli buku yang ingin dibeli oleh Lydia setelah itu Lydia mengajak papa Irwan pulang. Dia yakin sekarang dirumah mamanya sudah mencak-mencak ingin menghajar papanya.
"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?"kata papa Irwan.
"Aku gak tau pa."kata Lydia.
"Kamu mau membuka identitas kamu sebagai putri keluarga Emirat?"kata papa Gibran.
"Gak, aku akan tetap merahasiakannya. Papa bisa bilang kalau aku saudara jauh dari keluarga mama 'kan gak ada yang tau siapa saudara mama."kata Lydia.
"Nanti kita bicara ini sama mama, tapi kenapa kamu mau mengaku ponakan sebagai keponakan mama sekarang?"kata papa Gibran.
"Hanya didepan orangtua Rima dan Rima, aku mau ngasih pelajaran buat orang-orang sombong itu."kata Lydia yang hanya dianggukin oleh papa Gibran memang seharusnya dari dulu dia memberi pelajaran pada keluarga itu tapi dia masih menghargai pertemannya dengan Sahrul makanya dia diam.
Merea berdua sampai rumah langsung masuk ke dalam, disana bibi sudah mondar mandir seperti orang khawatir sambil melihat ke lantai atas. Lydia dan papa Gibran langsung saja menghampiri bi Nah untuk bertanya kenapa bibi seperti kebingungan.
"Bi kamu kenapa?"kata Lydia membuat bi Nah langsung menghampiri mereka berdua.
"Untung saja kalian cepat datang."kata bi Nah.
"Ada apa?"kata Lydia.
"Itu non, nyonya."kata bi Nah belum selesai berbicara sudah ada suara barang pecah membuat Lydia dan papa Irwan langsung berlari keatas untuk melihat apa yang terjadi.
Tok tok tok
"Ma, buka pintunya."kata papa Irwan yang mencoba membuka pintu tapi tak bisa karena mama Intan menguncinya dari dalam.
"Pergi kamu, sana temui simpanan kamu."kata mama Intan membuat papa Irwan dan Lydia langsung saling pandang setelah itu langsung tersenyum.
"Ma, aku bawa selingkuhanku kesini kamu beneran gak mau buka pintunya nanti nyesel lo."kata papa Irwan.
Mama Intan yang mendengar jika papa Irwan membawa selingkuhannya kemari langsung berjalan untuk memuka pintu. Dia ingin tau siapa perempuan itu berani-beraninya dia datang kesini, gak tau apa kalau dia datang bisa dia jadikan perempuan itu kambing guling.
"Mana perempuan itu pa?"tanya mama Intan yang tak melihat ada perempuan disebelah papa Irwan.
__ADS_1
"Nih, ada disebelahku."kata papa Irwan sambil menyingkir ke samping.
Mama Intan yang tau jika suaminya menyingkir kesebalah langsung saja mau bersiap-siap menampar perempuan yang ada dibelakang suaminya. Untung saja mama Intan belum menampar perempuan itu, kalau sudah terlanjur ditampar pasti dia akan menyesal karena telah menampar putrinya.
"Ly... Ngapain kamu disini?"kata mama Intan.
"Lah masak aku gak boleh kesini?"kata Lydia sambil melihat ke dalam kamar mamanya yang sudah kayak kapal pecah.
"Ya ampun pa, ngeri banget penampakan kamar ini."kata Lydia.
"Kamu nyindir mama, kamu tanya sama papa tu, kenapa dia bisa selingkuh."kata mama Intan sambil menunjuk kearah suaminya.
"Ma, aku bisa pinjam ponsel mama."kata Lydia.
"Tu ada disana."kata mama Intan sambil melihat kearah dimana ponselnya dia lempar tadi.
Lydia langsung saja melihat kearah yang ditunjuk mamanya, setelah itu dia langsung masuk untuk mengambil ponsel mamanya. Papa Irwan langsung mengajak istrinya itu duduk diruang tv diikuti oleh Lydia.
"Ma, coba kamu dengerin lagi suara siapa yang ada direkaman itu."kata Lydia.
Lydia langsung menyalakan lagi rekaman itu dan mama Intan langsung saja mendengarkan seksama suara siapa yang ada direkaman itu. Setelah mendengar suara itu mama Intan langsung memandang kedua orang yang dia sayang. Mereka berdua malah tertawa membuat mama Intan kesal.
"Siapa suruh gak dengerin baik-baik suara itu, sayangkan barang-barang yang mama pecahin itu. Lagian mama gak ingat apa kalau Rima itu selalu cari kesalahanku."kata Lydia membuat mama Intan tersenyum sendiri mendengar penjelasan putrinya itu.
"Kalian kok bisa ketemuan dimall dan kenapa mama gak diajak?"kata mama Intan.
"Aku mau membeli buku, lalu papa mau ketemu jadi sekalian saja bertemu disana. Eh gak taunya si cecunggu itu datang dengan Rayyan."kata Lydia.
"Pantes saja, lalu dia tau darimana kalau kalian mau bertemu dimall?"kata mama Intan.
"Mana kami tau."kata papa Irwan.
"Lalu apa yang akan kalian lakukan?"kata mama Intan.
"Ma bantuin kami buat beri pelajaran buat keluarga itu."kata Lydia.
__ADS_1
"Mau dikasih pelajaran kayak gimana?"kata mama Intan.
"Mama undang makan malam keluarga mereka dan nanti kenalin aku sebagai keponakan mama dari jogja."kata Lydia membuat mama Intan langsung tersenyum dan mengerti apa yang ingin dilakukan oleh putrinya.
"Baiklah kalau begitu mama akan undang mereka malam ini."kata mama Intan.
"Kok malam ini sih ma?"kata papa Irwan.
"Aku yakin sekarang Rima sedang cerita tentang apa yang dilihatnya ke Tina dan kalau aku menelponnya sekarang mereka pasti senang. Saat mereka datang nanti pasti mereka akan heboh membicarakan kamu dan menghiburku."kata mama Intan.
"Lalu mama mau bagaimana?"kata Lydia.
"Kamu turun dari atas saat mereka sedang membicarakan kejelekan kamu gimana?"kata mama Intan.
"Bagus juga rencana mama, kalau gitu aku serahin semua ini sama mama saja deh."kata Lydia yang tau jika mamanya ingin melakukan sesuatu pasti akan lebih heboh lagi.
"Baiklah mama telepon Tina sekarang."kata mama Intan.
Mama Intan langsung mencari no kontak Tina untuk mengundangnya keacara makan malam dirumahnya. Mama Intan tak lupa juga melouspeker panggilan itu agar putri dan suaminya mendengar pembicaraan antara dirinya dan Tina. Sedangkan diseberang sana Tina sedang tersenyum dengan putrinya karena yang mereka katakan tadi benar, Intan langsung menelponyya.
[Hallo Asalamualaikum Tan, ada apa tumben menelponku?]
[Walaikumsalam, kamu malam ini ada acara gak?]
[Malam ini ya, aku gak kemana-mana. Memangnya ada apa?]
[Aku mau mengundangmu makan malam dirumahku malam ini bisa gak? Ajak sekalian Sahrul dan Rima biar ramai.]
[Lah bukannya sudah ada Irwan, biasanya dia yang selalu bikin lelucon.]kata Tina sambil tersenyum memandang Rima karena dia yakin jika sekarang pasti Intan sedang bertengkar dengan Irwan makanya dia mengajak makan malam.
[Tin, tina bagaimana?] tanya mama Intan yang tidak mendapat jawaban dari Tina dari seberang sana.
[Eh maaf, ini ada Rima baru saja datang makanya aku diam saja tadi. Iya nanti malam aku akan makan malam disana lagian pas aku lagi malas masak hari ini]
[Baiklah kalau begitu aku tunggu kamu datang nanti malam.]
__ADS_1
[Baiklah, kalau begitu aku akan bilang sama Sahrul terlebih dahulu.]
Mama Intan langsung mematikan panggilan setelah itu langsung tersenyum pada putri dan suaminya karena malam ini akan ada pertunjukan gratis.