Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rima menunjukan foto Lydia ke mama Dahlia


__ADS_3

Sahrul mencari keberadaan Rima tapi dia semakin dibuat kesal karena putrinya tidak ada dikantor. Rima pergi kerumah Rayyan untuk melihatkan foto lydia dengan seorang pria paruhbaya. Tapi sebelum masuk dimelihat ada mobil Rayyan apa tidak.


Tok tok tok


"Eh non Rima ayo masuk sudah ditunggu sama nyonya."kata bibi.


"Makasih bi."kata Rima sambil berjalan dibelakang bibinya Rayyan.


"Nyah ini non Rima sudah datang."kata bibi.


"Eh kamu sudah datang Rim, ayo sini duduk."kata mama Dahlia.


"Non mau minum apa biar bibi bikinin?"kata bibi.


"Aku mau jus jeruk aja bi,makasih ya."kata Rima.


"Siap silahkan tunggu sebentar non."kata bibi.


Bibi pergi ke belakang untuk membuat minuman untuk Rima, mereka berdua menanyakan kabar orang dirumah masing-masing.


"Kamu kok tumben kesini ada apa?"kata mama Dahlia.


"Aku mau nunjukin sesuatu sama tante."kata Rima.


"Mau nunjukin apa?"kata mama Dahlia.


Rima langsung saja mengambil ponselnya yang ada didalam tasnya. Dia membuka kiriman pesan dari orang suruhannya. Setelah dapat dia langsung memperlihatkan foto itu ke mama Dahlia.


"Ini liat tan."kata Rima sambil menyerahkan ponselnya ke mama Dahlia.


Mama Dahlia yang penasaran dengan apa yang mau dilihatkan oleh Rima. Dia langsung terkejut saat melihat foto-foto itu dan langsung bertanya siapa yang mereka foto itu. Saat mama Dahlia mau bertanya bibinya datang jadi dia mengurungkan niatnya untuk bertanya. Setelah bibinya kembali ke belakang dia langsung bertanya pada Rima.


"Foto siapa ini Rim?"kata mama Dahlia.


" Perempuan ini Lydia tante, sayang prianya tak terlalu jelas mukanya."kata Rima.


"Kamu serius ini Lydia?"kata mama Dahlia.

__ADS_1


"Iya, tan kalau gak percaya kamu bisa tanya sama Rayyan nanti, tapi jangan bilang kalau itu aku yang kasih tau."kata Rima.


"Baiklah, makasih ya Rim sudah kasih tau tante, kamu bisa kirim foto ini ke tante gak?"kata mama Dahlia.


"Iya tan, sekarang aku kirim ke tante."kata Rima.


Rima langsung saja mengirim itu ke ponsel mama Dahlia. Mama Dahlia langsung meminta orang untuk mencari tau kebenaran foto itu. Dia mau orang secepatnya memberikan kabar padanya. Rima sendiri setelah memberitau mama Dahlia langsung pamit pulang.


"Tan kalau kayak gitu aku pergi dulu ya."kata Rima.


"Kok buru-buru sekali Rim?"kata mama Dahlia.


"Iya tan, kan aku masih magang nanti dicariin lagi sama orang kantor."kata Rima.


"Oh ya suda hati-hati ya."kata mama Dahlia.


Mama Dahlia gak menyangka jika Rayyan mendapatkan kekasih yang seperti ini. Seandainya foto yang dia dapat ini benar maka dia akan membuat Rayyan meninggalkan perempuan ini karena dia gak mau punya menantu yang pernah tidur dengan banyak orang.


Sedangkan Rima sampai perusahaan Emirat langsung dikasih tau oleh Tiara kalau tadi papa Sahrul mencarinya dengan wajah yang keliatan marah. Rima langsung saja pergi keruangan papanya, dia takut jika perkataan Tiara benar kalau papanya sekarang sedang marah.


Tok tok tok


"Ada apa papa mencariku?"kata Rima berjalan mendekati papanya.


"Darimana kamu?"kata Sahrul.


"Aku ke rumah Rayyan untuk memberitau mamanya Rayyan kalau perempuan yang menjalin hubungan dengan Rayyan itu bukan perempuan baik-baik."kata Rima.


"Bisa gak kamu gak bikin masalah, papa sudah lelah dengan kelakuan kamu dan mama kamu."kata Sahrul.


"Pa, memangnya aku buat masalah apa sih sampai papa marah sama aku kayak gini?"kata Rima.


"Kenapa kamu selalu membawa nama besar Emirat saat kamu melakukan sesuatu? Kamu bukan bagian dari keluarga itu Rim."kata Sahrul.


"Pa, apa salahnya aku memakai nama itu? Om Irwan dan tante Intan gak pernah malah ke aku."kata Rima membela diri.


"Iya memang dia mengizinkan kamu melakukan apapun, tapi itu perbuatan baik bukan untuk merusak nama baik mereka. Kamu tau Irwan tadi sudah menegur papa kalau kamu masih seenaknya mengatasnamakan Emirat dia akan ngelakuin sesuatu yang membuat kamu dan mama kamu akan menyesal seumur hidup."kata Sahrul.

__ADS_1


"Mereka gak akan berani melakukan itu karena aku sudah dianggap sebagai putrinya sendiri."kata Rima.


"Hanya putri angkat dalam ucapan saja bukan dalam hukum,kalau sampai putri kandungnya kembali kamu akan menyesal."kata Sahrul.


"Aku yakin putrinya gak akan berani muncul."kata Rima percaya diri.


"Memang kamu sudah pernah bertemu dengannya?"kata Sahrul.


"Belum tapi aku yakin pasti dia jelek makanya om Irwan tak mau menunjukan ke publik karena dia malu."kata Rima.


"Diam kamu Rim, kalau sampai kamu menggunakan nama Emirat lagi papa akan menghukum kamu. Sekarang kembali ke tempat kerjamu dan ingat jangan seenaknya kamu disini."kata Sahrul mengingatkan.


"Iya pa."kata Rima keluar dari ruangan papanya dengan kesal.


Mama Dahlia mendapatkan kabar dari orang suruhannya dan ternyata benar jika foto itu asli bukan editan. Mama Dahlia langsung menelpon suaminya agar cepat pulang. Sedangkan papa Hans yang dapat panggilan dari istrinya langsung meminta izin untuk pulang lebih awal karena takut jika terjadi sesuatu dengan istrinya. Sampai dirumah dia langsung mencari istrinya.


"Bi, dimana nyonya?"kata papa Hans.


"Nyonya ada dikamarnya tuan, apa mau bibi panggilkan?"kata bibi.


"Gak usah bi, biar aku menumuinya sendiri. Makasih bi."kata papa Hans sambil naik ke atas untuk ke kamarnya.


Sampai didepan kamarnya dia langsung membuka pintu kamar dan melihat kalau istrinya sedang melamun papa Hans langsung saja menghampiri istrinya. Dia penasaran dengan apa yang terjadi kok istrinya itu menyuruhnya pulang.


"Ada apa mama menyuruh mama cepat pulang?"kata papa Hans.


"Liat ini siapa yang jadi kekasih putra kamu."kata mama Dahlia.


Mama Dahlia menunjukan foto yang dikirim oleh Rima tadi, awalnya papa Hans tak percaya dengan foto itu tapi setelah mama Dahlia menjelaskan membuat papa Hans marah besar tanpa mereka sadari ternyata orang yang dia suruh untuk menyelidiki ada campur tangan papa Irwan. Papa Irwan ingin tau apa yang akan dilakukan oleh Rayyan membela putrinya atau malah memutuskannya.


"ma, kita gak bisa biarkan ini. Aku gak mau punya menantu bekas orang."kata papa Hans.


"Memangnya apa yang akan papa lakukan?"kata mama Dahlia.


"Ajak gadis itu makan malam disini."kata papa Hans.


"Tapi pa...."mama Dahlia gak jadi meneruskan perkataannya karena mendapatkan tatapan tajam dari suaminya.

__ADS_1


Saat mereka berdua sedang berdebat dengan satu sama lain beda lagi dengan Rayyan yang hari ini sibuk dengan pekerjaannya diRumah Sakit. Hari ini ada kecelakaan lalu lintas dan korbannya langsung dilarikan ke Rumah Sakit yang sekarang dia tempati untuk magang.


__ADS_2